rencana sidang pleno partai komunis tiongkok
Pemimpin Tiongkok Xi selama pertemuan di Wisma Negara Diaoyutai di Beijing, pada 21 Juni 2018. (Fred Dufour-Pool / Getty Images)

Sebanyak 11 pejabat  dilaporkan terlibat korupsi di sejumlah wilayah dan bidang yang berbeda. Pejabat itu diantaranya, Li Yong, wakil ketua pengadilan rakyat tinggi, Provinsi Shandong, Ren Yongfei, ketua Pengadilan rakyat Yangpu, Shanghai dan Wu Junding, mantan Sekretaris Biro Statistik Tianjin diselidiki. Di antara mereka, Ren Yongfei adalah bawahan dari mantan kepala Jaksa Agung Shanghai Chen Xu yang telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Pada saat ini, Xi Jinping memukul harimau akan sedikit banyak memberikan efek kejut bagi pejabat komunis Tiongkok. Jelas sekali pesan yang ingin disampaikan Xi Jinping dalam memukul harimau seperti tersebut di atas.  Memberi efek kejut pada harimau atau pejabat korup, jelas karena ada “harimau”-nya dan perlu diperingatkan. 

Xi Jinping baru-baru ini melontarkan serangkaian peringatan yang mengejutkan. Saat berkunjung ke Nepal pada 13 Oktober 2019,  Xi Jinping tiba-tiba memperingatkan bahwa mereka yang mencoba memecah belah Tiongkok akan “dihancurkan.”

Pada 2 Oktober 2019, jurnal komunis Tiongkok “Qiushi” merilis teks lama Xi Jinping, mencegah “bencana dari dalam” atau jajaran internal partai. Artikel itu mengatakan bahwa perlu untuk berani “revolusi diri”.

Pada 3 September 2019, dalam pidato di kelas pelatihan Sekolah Partai Komunis, Xi Jinping 58 kali menyebut tentang “pertarungan, siapa yang mau diperangi ?  

Mengingat politik komunis Tiongkok yang tidak transparan, sulit bagi dunia luar untuk melihat dengan jelas apa yang terjadi. Namun, dari berita internal yang mengalir keluar dari beberapa saluran, jelas terlihat terjadinya perpecahan internal komunis Tiongkok.

Hu Ping, editor kehormatan “beijing spring”, mengatakan kepada Voice of America. Otoritas Xi Jinping sedang menghadapi krisis kekuasaan terbesar sejak berkuasa. Xi Jinping khawatir sayap kiri internal partai akan “membuat kericuhan” dalam Sidang Pleno Keempat Komite Sental ke-19 Partai Komunis Tiongkok.

Dengan kata lain, pernyataan keras dan perang melawan harimau yang dilontarkan Xi Jinping bertujuan memberi efek kejut pada mereka yang berseberangan dalam tubuh partai, untuk memperkuat kekuasan dan wibawa kepemimpinan Xi Jinping. Xi jinping berusaha melewati krisis disaat menutupi keraguan dan ketidakpuasan semua pihak terhadapnya.

 Seperti yang diketahui, perang dagang Amerika Serikat dengan Tiongkok, yang telah berlangsung lebih dari setahun, masih belum menemukan titik temu. Kemunduran ekonomi Tiongkok secara keseluruhan, dan masalah Hong Kong telah menekan Beijing secara ekstrim. Tekanan terutama respon terhadap masalah itu, dan fluktuasi suara-suara ketidakpuasan dan kritik dalam partai.

Share

Video Popular