Tren di Eropa

Negara-negara Eropa lainnya dan Uni Eropa sebelumnya telah berusaha melarang pariwisata transplantasi ilegal. Hingga mengutuk rezim Komunis Tiongkok karena praktik pengambilan organnya.

Belgia mengeluarkan undang-undang pada bulan April lalu untuk menghukum warga negara Belgia dan setiap orang yang terlibat dalam pembelian dan penjualan organ manusia untuk tujuan komersial, terlepas dari mana dan di mana transaksi itu dilakukan.

Parlemen Eropa mengeluarkan resolusi pada Desember 2013 silam, yang mengutuk Komunis Tiongkok karena praktiknya yang mengerikan. Parlemen Eropa menyatakan “keprihatinan mendalam atas laporan yang gigih dan kredibel tentang pengambilan organ secara sistematis, yang disetujui negara dari tahanan hati nurani yang tidak konseling di Republik Rakyat Tiongkok, termasuk dari sejumlah besar Praktisi Falun Gong dipenjara karena keyakinan agama mereka, dan anggota kelompok agama dan etnis minoritas lainnya.” 

Falun Gong, juga dikenal sebagai Falun Dafa, adalah latihan spiritual Tiongkok tradisional dengan ajaran moral berdasarkan Sejati-Baik-Sabar.  Latihan itu diperkenalkan kepada publik Tiongkok pada tahun 1992, latihan ini segera menjadi populer, dengan perkiraan resmi sekitar 100 juta praktisi di daratan Tiongkok pada tahun 1999. 

Khawatir popularitas itu mengancam otoritas rezim Komunis Tiongkok, pemimpin Komunis Tiongkok Jiang Zemin meluncurkan penganiayaan Falun Gong di seluruh negeri. Pada Juli 1999, para pengikutnya dilempar secara paksa ke fasilitas penahanan, kamp kerja paksa, dan pusat pencucian otak dalam upaya untuk memberantas keyakinan mereka.

Foto: “Kejahatan Organ,” judul sebuah lukisan cat minyak yang dilukis oleh Xiqiang Dong yang menggambarkan pengambilan organ secara paksa dari seorang praktisi Falun Dafa yang masih hidup di Tiongkok. (Atas perkenan Xiqiang Dong)

Pada tahun 2006, saksi mata pertama memberikan laporan kepada publik tentang bagaimana praktisi Falun Gong yang dipenjara diambil organ secara paksa dan dibunuh dalam proses tersebut. 

Sejak itu, para peneliti independen telah menerbitkan beberapa laporan investigasi yang mengkonfirmasi dugaan tersebut, termasuk LSM internasional, NGO Doctors Against Forced Organ Harvesting  dan Organisasi Dunia untuk Menyelidiki Penganiayaan terhadap Falun Gong.

Pengadilan yang bermarkas di London, diketuai oleh Sir Geoffrey Nice yang sebelumnya memimpin penuntutan terhadap mantan Presiden Yugoslavia Slobodan Milosevic di Pengadilan Kejahatan Internasional, dengan suara bulat menyimpulkan bahwa tahanan hati nurani telah  dan terus – dibunuh di Tiongkok untuk organ mereka.  Pengadilan Tribunal Tiongkok meninjau barang bukti, termasuk kesaksian dari lebih dari 50 saksi yang diberikan pada dua audiensi.

Ada juga semakin banyak laporan dari Muslim Uighur yang selamat dari penahanan di dalam kamp “pendidikan ulang” di wilayah Xinjiang. Dilaporkan, bahwa pihak berwenang menargetkan mereka untuk pengambilan organ.

Dalam sebuah wawancara Oktober 2018 dengan The Epoch Times edisi Amerika Serikat, seorang warga negara Kazakhstan berusia 54 tahun dan mantan tahanan di sebuah kamp di Urumqi mengatakan, bahwa pihak berwenang membagi para tahanan menjadi dua kelompok: mereka yang memiliki atau tanpa anggota keluarga di luar negeri.

Wanita itu mengungkapkan, Rezim Tiongkok meningkatkan bisnis pengambilan organ mereka, sehingga mereka akan membunuh mereka yang tidak memiliki siapa pun di luar negeri, tanpa ada yang mempertanyakan atau bertanya tentang mereka.

Resolusi Parlemen Eropa menyerukan kepada Komunis Tiongkok untuk segera menghentikan pengambilan organ secara paksa dan membebaskan “semua tahanan hati nurani di Tiongkok, termasuk para praktisi Falun Gong.” (asr)

 

Share

Video Popular