Eva Pu – The Epochtimes

Erabaru.net. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dalam pidatonya yang terbaru mengkritik kebijakan permusuhan dari rezim Komunis Tiongkok. Pompeo menegaskan,  negeri Paman Sam itu harus mencengkram konsekuensi dari agresi Komunis Tiongkok, atau berisiko ancaman serius terhadap keamanan nasional AS.

Mike Pompeo adalah pejabat senior Amerika Serikat yang kedua  mengecam rezim Komunis Tiongkok dalam waktu satu minggu ini. Tak lama, setelah pidato Wakil Presiden AS, Mike Pence tentang hubungan AS-Tiongkok pada 24 Oktober.

“Partai Komunis Tiongkok menawarkan kepada rakyat dan dunia sebuah model pemerintahan yang sama sekali berbeda. Ini adalah aturan Partai Leninis dan setiap orang harus berpikir dan bertindak sesuai dengan kehendak elit Komunis,” demikian yang disampaikan oleh  Pompeo pada pidato 30 Oktober di Institut Hudson di New York City, Amerika Serikat. Pidato itu disampaikannya setelah menerima Herman Kahn Award 2019. 

Penghargaan itu untuk menghormati para pemimpin yang memberikan kontribusi signifikan untuk menjaga demokrasi di seluruh dunia.

Pompeo melanjutkan dengan mengatakan bahwa, tidak seorang pun yang hidup di negara demokrasi atau “rakyat Tiongkok yang mencintai kebebasan” menginginkan masa depan seperti itu. Oleh karena itu, Amerika Serikat perlu menghadapi tantangan dari Komunis Tiongkok “secara langsung.”

Langkah itu termasuk mengakui “perbedaan mendasar antara dua sistem AS dan dampaknya, perbedaan dalam sistem itu terhadap keamanan nasional Amerika.” 

Pompeo seraya menambahkan bahwa ia akan menguraikan setiap masalah yang mana “Tiongkok paksakan kepada AS” dalam serangkaian komentar di masa mendatang . Pompeo menekankan bahwa ancaman yang diberikan Komunis Tiongkok  bukan masalah bagi Amerika Serikat saja, tetapi “untuk semua negara yang memiliki nilai-nilai AS.”

Penghargaan tahunan Hudson Institute dinamai sesuai dengan pendiri lembaga think tank konservatif itu. Penerima sebelumnya termasuk Duta Besar PBB Nikki Haley, Wakil Presiden Mike Pence, dan Presiden Ronald Reagan.

Mengatasi Ancaman Komunis Tiongkok

Pompeo menyesalkan bahwa pemerintahan masa lalu tidak mengakui ancaman Komunis Tiongkok, yang memungkinkan rezim Komunis Tiongkok untuk menegaskan dominasi globalnya dan menggertak negara-negara tetangganya.

Pompeo mengatakan, AS mengakomodasi dan mendorong kebangkitan Tiongkok selama beberapa dekade, bahkan ketika pertumbuhan itu mengorbankan nilai-nilai Amerika, demokrasi Barat, dan keamanan, dan akal sehat yang baik. 

Untuk “menormalkan hubungan dengan Beijing,” misalnya, pemerintah AS untuk waktu yang lama telah “menurunkan peringkat” hubungannya dengan Taiwan dan menghindari berbicara langsung tentang pelanggaran hak asasi manusia di Tiongkok, seperti Pembantaian Lapangan Tiananmen. Hal demikian merujuk pada penindasan kekerasan Beijing terhadap demonstran pro-demokrasi pada tahun 1989 silam. 

Mantan Kepala CIA itu menekankan, bahwa Amerika Serikat berdiri di sisi Hong Kong dan Xinjiang dalam terang sekali “rezim Komunis Tiongkok menginjak-injak hak asasi manusia yang paling dasar” dari orang-orang di sana.

Hong Kong, adalah bekas koloni Inggris yang kembali ke pemerintahan Beijing pada tahun 1997 silam. Di bawah janji menjaga kebebasan dan otonomi, telah menyaksikan hampir lima bulan protes terhadap apa yang dirasakan warga Hongkong sebagai meningkatnya pengaruh Komunis Tiongkok di kota itu.

Di wilayah Xinjiang yang jauh di barat, pemerintah Komunis Tiongkok telah menahan satu juta atau lebih warga Uighur dan minoritas Muslim lainnya di kamp-kamp yang diklaim sebagai “pendidikan ulang”. 

Seorang perwira polisi setempat baru-baru ini mengatakan kepada Radio Free Asia, bahwa setidaknya 150 orang telah tewas dalam penahanan antara Juni dan Desember 2018 silam.

DPR Amerika Serikat baru-baru ini memperkenalkan undang-undang untuk memperkuat hubungan AS dengan Taiwan, sebuah pulau yang diperintah sendiri dengan pemerintah dan militernya sendiri yang dipilih secara demokratis. Itu setelah komunis Tiongkok menekan dua sekutu diplomatiknya untuk mengubah hubungan dengan Taiwan dalam beberapa bulan terakhir.

Pompeo juga menyerukan tekanan kepada Komunis Tiongkok terhadap perusahaan-perusahaan AS yang memiliki kepentingan bisnis di daratan, menyerukan mereka untuk melanggar batas “topik apa pun bagi  Komunis Tiongkok dianggap kontroversial.”

Lebih jauh, Pompeo mengatakan bahwa media pemerintah komunis Tiongkok dan juru bicara pemerintah komunis Tiongkok, selalu mengekspor propaganda rezim Komunis Tiongkok ke luar negeri. Mereka berusaha membentuk pandangan orang Amerika tentang Tiongkok. yang mana bagian dari “produk sampingan yang bisa diprediksi dalam berurusan dengan rezim rahasia yang tidak menghormati keadilan, aturan hukum, dan prinsip timbal balik.

Komunis Tiongkok vs Rakyat

Mirip dengan komentar Pence 24 Oktober di Washington, Pompeo juga membuat perbedaan antara Komunis Tiongkok dan rakyat Tiongkok. Mantan Perwira Milier AS itu mengatakan, AS memiliki tradisi persahabatan yang sangat lama dengan orang-orang Tiongkok. AS terus melakukannya pada hari ini. Pompeo seraya menambahkan ketidaksamaan denga rezim Komunis Tiongkok yang berkuasa.”

Ia menegaskan, Partai Komunis Tiongkok adalah Partai Marxis-Leninis yang berfokus pada perjuangan dan dominasi internasional. Karena itu, AS hanya perlu mendengarkan kata-kata para pemimpin mereka. 

Pidato Pompeo menuai amarah dari Komunis Tiongkok pada 31 Oktober. Juru bicara kementerian luar negeri Komunis Tiongkok menyerang Pompeo. Juru Bicara itu menuduh dengan mengatakan Pompeo “mengobarkan perpecahan antara Partai Komunis Tiongkok dan rakyat Tiongkok.” (asr)

Share

Video Popular