Ambil Hasil AS dan Mengajukan paten di Tiongkok untuk Mendirikan laboratorium Bayangan

Investigasi yang dilakukan oleh National Institutes of Health dan FBI itu, membuat orang semakin khawatir tentang komunis Tiongkok. Dikarenakan melakukan kegiatan spionase ekonomi berskala besar. Caranya dengan mengambil keuntungan dari sistem ilmiah AS yang relatif terbuka. Pencurian itu selain  mencakup rahasia militer, inovasi ilmiah, desain, peralatan, data, dan metode yang pada akhirnya dapat mengarah pada terapi baru atau alat diagnostik.

Menurut National Institutes of Health, beberapa peneliti yang telah diinterogasi mengaku bahwa ada orang yang telah mematenkan di Tiongkok hasil penelitian orang Amerika yang didanai oleh pemerintah AS dan dimiliki oleh lembaga-lembaga AS. 

Beberapa pejabat pemerintah dan administrator universitas mengatakan kepada New York Times, bahwa sebagian orang lainnya dicurigai mendirikan laboratorium di Tiongkok dan secara diam-diam menyalin proyek penelitian Amerika.

Dekan National Institutes of Health Francis S. Collins dan Direktur FBI Christopher Wray menyebut, pencuri data itu sebagai ‘pengumpul informasi non-tradisional’ yang menggunakan sistem penelitian yang didanai oleh pembayar pajak AS. 

Bahkan mencuri rahasia biomedis AS dari aplikasi hibah rahasia dan membagikan hak kekayaan intelektual kepada komunis Tiongkok, juga mengoperasikan laboratorium bayangan di Tiongkok.

Scott Kennedy, seorang ahli urusan Tiongkok di Pusat Studi Strategis dan Internasional  mengatakan bahwa National Institutes of Health pada dasarnya telah beroperasi dengan prinsip bahwa semua orang berniat baik. Akan tetapi mereka telah menghadapi tantangan dari warga asal daratan Tiongkok.

Dalam beberapa kasus, Ray dan Collins mengatakan, bahwa mahasiswa pascasarjana atau cendekiawan tamu asal daratan Tiongkok setelah memperoleh hak kekayaan intelektual dari laboratorium AS, lalu menyerahkannya kepada ilmuwan komunis Tiongkok atau militer Tiongkok. Kemudian mempublikasikan hasil penelitian tersebut dan mengkomersialkannya.

Dalam kasus lain, para ilmuwan yang didanai National Institutes of Health  memiliki laboratorium bayangan di Tiongkok. Mereka juga menerima dana dari pemerintah Tiongkok. Fakta bahwa mereka menerima dana dari Tiongkok atau lembaga afiliasinya tidak diketahui oleh National Institutes of Health. Bahkan tidak diketahui oleh universitas-universitas Amerika di mana mereka berkarir.

Ross McKinney mengatakan bahwa para peneliti dari laboratorium bayangan di Tiongkok telah diperintahkan untuk tidak mengungkapkan informasi kepada National Institutes of Health. Mereka dapat mengklaim bahwa studi ini dilakukan di Tiongkok, meskipun penelitian pada awalnya dilakukan di Amerika Serikat. Sedangkan laboratorium Tiongkok dapat menggunakan teknologi “penemuan” baru tersebut, sebagai rahasia dagang untuk dikembangan lebih lanjut.

Sejauh ini, sekitar 12 orang ilmuwan telah mengundurkan diri atau diberhentikan oleh universitas dan pusat penelitian Amerika. 

Dalam beberapa kasus, para peneliti menerima dana dari National Institutes of Health atau lembaga federal lainnya di satu sisi, dan menerima juga dana dari pemerintah Tiongkok di sisi lain, hal tersebut melanggar peraturan National Institutes of Health.

Pada bulan Agustus tahun ini, peneliti Universitas Kansas Feng ‘Franklin’ Tao dituduh oleh Kementerian Kehakiman AS melakukan satu penipuan lewat email dan 3 rencana penipuan. Feng Tao dituduh tidak mengungkapkan fakta, bahwa ia bekerja penuh waktu di sebuah universitas riset di Tiongkok selama periode menerima dana dari pemerintah federal AS.

Share

Video Popular