- Erabaru - http://m.erabaru.net -

FBI Investigasi 180 Kasus Pencurian Rahasia Medis Milik AS oleh Komunis Tiongkok

oleh Zhang Ting

Ketika kepala dan rekan-rekan dari lembaga penelitian kanker terbaik di Amerika Serikat,  MD Anderson Cancer Center membuka email dari beberapa orang karyawan, mereka dikejutkan dengan penemuan email yang berisikan pengungkapan tentang hasil penelitian medis tingkat tertinggi di Amerika Serikat. Penelitian itu yang mana telah dikirimkan secara ilegal kepada para peneliti komunis Tiongkok.

Biro Investigasi Federal AS -FBI- dan National Institutes of Health -NIH- sedang melakukan investigasi berskala besar. Investigasi itu melibatkan 71 lembaga penelitian AS termasuk banyak sekolah kedokteran terkenal. Penyelidikan juga dilakukan terhadap 180 kasus yang melibatkan pencurian kekayaan intelektual. 

Hampir semua kasus tersebut terkait dengan warga Tionghoa asal daratan Tiongkok. Sedangkan beberapa orang dari mereka telah menjadi warga negara AS melalui proses naturalisasi. Mereka dituduh mencuri rahasia untuk kepentingan komunis Tiongkok.

Menurut laporan New York Times pada 4 November, tujuan dari kerjasama  National Institutes of Health dan FBI dalam investigasi tersebut adalah untuk membongkar dan menangkap para ilmuwan yang membantu pemerintah komunis Tiongkok atau pemerintah asing lainnya. Kasus itu terkait pencurian hasil penelitian biomedis dari lembaga penelitian AS.

Sejauh ini, telah ditemukan 24 kasus yang kemungkinan menjadi bukti keterlibatan dalam kegiatan kriminal. Kasus itu telah diserahkan kepada Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS. 

Michael Lauer, wakil direktur penelitian eksternal  National Institutes of Health mengatakan : “Tampaknya setiap bidang penelitian dalam ilmu biomedis telah terpengaruh”.

Laporan itu menyebutkan bahwa dalam email yang dikirim oleh seorang ilmuwan dari MD Anderson Cancer Center pada University di Texas kepada seorang peneliti Tiongkok tertulis : Ini adalah semua yang kalian inginkan.

Manajer pusat kanker mengungkapkan, bahwa lampiran pada berita email yang dikirim ilmuwan tersebut merupakan hasil penelitian rahasia lembaga. Ia memiliki hak untuk mengakses dokumen itu, hanya karena ia sedang meninjau program untuk  National Institutes of Health. Pusat Kanker Anderson baru sadar “kecolongan” setelah pejabat federal meminta ilmuwan untuk menghadiri penyelidikan.

[1]
FBI bersama National Institutes of Health (NIH) sedang melakukan investigasi berskala besar terhadap 180 kasus yang mungkin berkaitan dengan pencurian kekayaan intelektual yang dimiliki oleh 71 lembaga penelitian AS. Hampir semua kasus ini terkait dengan ilmuwan asal daratan Tiongkok. Gambar menunjukkan Gedung NIH. (Domain publik Wikipedia)

National Institutes of Health adalah lembaga penelitian medis terbesar dari pemerintah federal AS. Lembaga itu merupakan bagian dari Kementerian Kesehatan dan Pelayanan Kemanusiaan AS yang didanai oleh pemerintah federal. 

National Institutes of Health menyediakan dana untuk banyak lembaga penelitian AS. Pemohon dana proyek penelitian diharuskan menyerahkan presentasi proyek kepada  National Institutes of Health yang dalamnya mencakup ide-ide inovatif.   

National Institutes of Health akan menggunakan proses tinjauan sejawat terperinci untuk mengevaluasi aplikasi-aplikasi tersebut. Dengan mempengaruhi para pengulas sejawat, komunis Tiongkok dapat mempelajari beberapa ide penelitian biomedis paling canggih di dunia, meskipun informasi itu harus dirahasiakan.

“Jika Anda seorang ilmuwan Amerika, untuk mengajukan permohonan dana lalu Anda mengirim inovasi terbaik kepada lembaga pemerintah AS, tetapi pada akhirnya Anda menemukan bahwa seseorang melakukan proyek Anda di Tiongkok, apa yang Anda rasakan?” demikian pertanyaan Ross McKinney Jr., pemimpin program The Association of American Medical Colleges yang mendukung penelitian medis dan pelatihan dokter-ilmuwan di bidang kedokteran akademik.

Ambil Hasil AS dan Mengajukan paten di Tiongkok untuk Mendirikan laboratorium Bayangan

Investigasi yang dilakukan oleh National Institutes of Health dan FBI itu, membuat orang semakin khawatir tentang komunis Tiongkok. Dikarenakan melakukan kegiatan spionase ekonomi berskala besar. Caranya dengan mengambil keuntungan dari sistem ilmiah AS yang relatif terbuka. Pencurian itu selain  mencakup rahasia militer, inovasi ilmiah, desain, peralatan, data, dan metode yang pada akhirnya dapat mengarah pada terapi baru atau alat diagnostik.

Menurut National Institutes of Health, beberapa peneliti yang telah diinterogasi mengaku bahwa ada orang yang telah mematenkan di Tiongkok hasil penelitian orang Amerika yang didanai oleh pemerintah AS dan dimiliki oleh lembaga-lembaga AS. 

Beberapa pejabat pemerintah dan administrator universitas mengatakan kepada New York Times, bahwa sebagian orang lainnya dicurigai mendirikan laboratorium di Tiongkok dan secara diam-diam menyalin proyek penelitian Amerika.

Dekan National Institutes of Health Francis S. Collins dan Direktur FBI Christopher Wray menyebut, pencuri data itu sebagai ‘pengumpul informasi non-tradisional’ yang menggunakan sistem penelitian yang didanai oleh pembayar pajak AS. 

Bahkan mencuri rahasia biomedis AS dari aplikasi hibah rahasia dan membagikan hak kekayaan intelektual kepada komunis Tiongkok, juga mengoperasikan laboratorium bayangan di Tiongkok.

[2]

Scott Kennedy, seorang ahli urusan Tiongkok di Pusat Studi Strategis dan Internasional  mengatakan bahwa National Institutes of Health pada dasarnya telah beroperasi dengan prinsip bahwa semua orang berniat baik. Akan tetapi mereka telah menghadapi tantangan dari warga asal daratan Tiongkok.

Dalam beberapa kasus, Ray dan Collins mengatakan, bahwa mahasiswa pascasarjana atau cendekiawan tamu asal daratan Tiongkok setelah memperoleh hak kekayaan intelektual dari laboratorium AS, lalu menyerahkannya kepada ilmuwan komunis Tiongkok atau militer Tiongkok. Kemudian mempublikasikan hasil penelitian tersebut dan mengkomersialkannya.

Dalam kasus lain, para ilmuwan yang didanai National Institutes of Health  memiliki laboratorium bayangan di Tiongkok. Mereka juga menerima dana dari pemerintah Tiongkok. Fakta bahwa mereka menerima dana dari Tiongkok atau lembaga afiliasinya tidak diketahui oleh National Institutes of Health. Bahkan tidak diketahui oleh universitas-universitas Amerika di mana mereka berkarir.

Ross McKinney mengatakan bahwa para peneliti dari laboratorium bayangan di Tiongkok telah diperintahkan untuk tidak mengungkapkan informasi kepada National Institutes of Health. Mereka dapat mengklaim bahwa studi ini dilakukan di Tiongkok, meskipun penelitian pada awalnya dilakukan di Amerika Serikat. Sedangkan laboratorium Tiongkok dapat menggunakan teknologi “penemuan” baru tersebut, sebagai rahasia dagang untuk dikembangan lebih lanjut.

Sejauh ini, sekitar 12 orang ilmuwan telah mengundurkan diri atau diberhentikan oleh universitas dan pusat penelitian Amerika. 

Dalam beberapa kasus, para peneliti menerima dana dari National Institutes of Health atau lembaga federal lainnya di satu sisi, dan menerima juga dana dari pemerintah Tiongkok di sisi lain, hal tersebut melanggar peraturan National Institutes of Health.

Pada bulan Agustus tahun ini, peneliti Universitas Kansas Feng ‘Franklin’ Tao dituduh oleh Kementerian Kehakiman AS melakukan satu penipuan lewat email dan 3 rencana penipuan. Feng Tao dituduh tidak mengungkapkan fakta, bahwa ia bekerja penuh waktu di sebuah universitas riset di Tiongkok selama periode menerima dana dari pemerintah federal AS.

“Aku seharusnya bisa membawa seluruh set primer untuk Anda”

Michael Lauer dan pejabat lainnya mengatakan, bahwa investigasi terhadap penelitian biomedis menemukan bukti yang jelas tentang pelanggaran. Dalam satu kasus yang menyangkut MD  Anderson Cancer Center, seorang peneliti membawa dalam kopernya sebuah hard drive komputer yang berisi data penelitian. Beruntung sempat dicegat di bandara dalam perjalanan mau terbang ke Tiongkok.

Menurut pendapat mereka, kasus-kasus itu secara umum menggambarkan situasi yang tidak nyaman. Dikarenakan kegiatan spionase ekonomi, dan pemerintah Tiongkok telah mengambil keuntungan dari sistem penelitian biomedis Amerika Serikat yang berdasarkan kepercayaan dan pertukaran gagasan secara bebas.

Pada bulan Agustus 2018 dan Januari 2019, MD Anderson Cancer Center telah menerima 5 pucuk surat dari National Institutes of Health. Isi surat itu meminta manajer MD Anderson untuk menyelidiki tindakan ilegal dari 5 orang karyawannya.

Peter Pisters, dekan Anderson Center mengatakan, bahwa ia dan rekan-rekannya melihat email dari 5 orang karyawan dan menemukan bukti yang mengejutkan.

Dari email-email yang telah disortir yang diterima New York Times menunjukkan, bahwa para peneliti tampaknya berusaha untuk membawa bahan uji milik AS untuk diberikan kepada rekan-rekan mereka di Tiongkok. 

“Saya seharusnya bisa membawa seluruh set primer untuk Anda (jika saya tahu cara membawa lebih dari selusin tabung DNA beku ke dalam pesawat)”, demikian bunyi salah satu kalimat dalam email itu.

Email juga mengungkapkan bahwa seorang peneliti di pusat medis mengirim data dan penelitian ke pemerintah Tiongkok. Tujuannya untuk mendapatkan peluang masuk Program Seribu Talenta dan meraih hadiah senilai 75 ribu dolar AS.

Para peneliti tersebut memiliki kewajiban hukum untuk mengungkapkan kepada National Institutes of Health,jika mereka menerima dana dari pihak lain. Akan tetapi mereka tidak melakukannya.

Peneliti lain di Anderson Cancer Center mengirim program penelitian rahasia ke sebuah kontak yang berada di Tiongkok. Dalam email itu ia  menulis : Lampiran adalah aplikasi mutasi DNA mitokondria dalam perkembangan tumor.

Michael Lauer mengatakan, beberapa peneliti Tiongkok telah mendapatkan paten di Tiongkok. Mereka menggunakan hasil penelitian yang didanai oleh pemerintah AS. Beberapa orang peneliti telah menandatangani perjanjian Program Seribu Talenta, mereka diminta untuk memberikan kepada pemerintah Tiongkok hasil rahasia yang diperoleh baik di Amerika Serikat atau yang ditemukan di laboratorium lain.

MD Anderson memperkuat kontrol untuk mencegah pencurian informasi rahasia

Pada Anderson Cancer Center, pihak manajer sedang berupaya untuk memperketat kontrol dengan cara mengurangi jumlah akses gratis ke data. Orang tidak dapat lagi menggunakan laptop pribadi di jaringan nirkabel. Institusi itu telah melarang penggunaan flash drive dan sejenisnya. Komputer semua karyawan sekarang sedang dipantau dari jarak jauh.

National Institutes of Health  tahun lalu mengirim 18.000 pucuk surat ke lembaga penelitian yang didanai secara nasional. Isinya meminta mereka untuk mengungkapkan hubungannya dengan mitra asing atau pendanaan dari mitra asing. Surat itu juga menyarankan mereka untuk mendengarkan briefing FBI lokal, demi memahami bagaimana melindungi kekayaan intelektual AS. (Sin/asr)

Video Rekomendasi :