Selain Perdagangan Yang Tidak Adil, Komunis Tiongkok Juga Menindas Kepercayaan dan Kebebasan

Kami juga mengkritik Partai Komunis Tiongkok, karena menindas kebebasan beragama orang-orang Tionghoa. Jutaan etnis dan kelompok agama minoritas di Tiongkok sangat menderita karena sedang berjuang melawan usaha Komunis Tiongkok membasmi kepercayaan dan budaya mereka. Partai Komunis di Tiongkok telah menangkap para pendeta Kristen, melarang penjualan Alkitab, menghancurkan gereja-gereja dan memenjarakan lebih dari satu juta Muslim Uighur.

Kami minta pertanggungjawabkan Beijing atas perlakuannya terhadap minoritas Muslim di Xinjiang, ketika bulan lalu presiden Trump memberlakukan pembatasan visa pada pejabat partai Komunis Tiongkok serta sanksi terhadap 20 biro keamanan publik Tiongkok dan 8 perusahaan Tiongkok atas keterlibatan mereka dalam penganiayaan terhadap orang-orang Uighur dan orang Muslim Tiongkok lainnya (tepuk Tangan). 

Dan kami mendukung Taiwan, kebebasan yang dengan jerih payah diperolehnya, pemerintah Trump telah menyetujui pertambahan penjualan senjata.

Dan mengakui Taiwan sebagai salah satu ekonomi perdagangan besar dunia, dan adalah mercusuar budaya dan demokrasi orang Tiongkok. Bersamaan juga jutaan orang turun ke jalan dengan damai melakukan protes, kami mewakili rakyat Hong Kong meneriak dengan suara keras, dan presiden Trump jauh hari dengan jelas manyatakan bahwa masalah Hong Kong harus ada resolusi damai yang menghormati hak-hak rakyat sebagaimana yang secara garis besar diuraikan dalam deklarasi Inggris Tiongkok pada tahun 1984, ini semua adalah tindakan bersejarah.

Setelah kebijakan Amerika Serikat terhadap Tiongkok menjadi lebih keras, agresivitas Beijing malah meningkat, tidak berkurang.

Saya harus memberi tahu Anda bahwa sejak tahun lalu pidato saya di Hudson, Beijing masih tidak mengambil tindakan signifikan untuk meningkatkan hubungan ekonomi kita dan terhadap banyak masalah lainnya yang kami kemukakan, perilaku beijing menjadi lebih agresif dan membuat kondisi tidak stabil,

sekarang Presiden Trump masih percaya Beijing ingin mencapai sebuah kesepakatan dan kami menyambut dukungan ini untuk pertanian Amerika dalam perjanjian Fase 1 yang baru.

Kami berharap ini dapat segera ditandatangani pada pertemuan puncak APEC di Chili minggu ini. tetapi Tiongkok tahu ada berbagai masalah struktural dan signifikan antara Amerika dan Tiongkok yang juga harus diselesaikan, misalnya meskipun pemimpin Tiongkok menghentikan janjinya pada tahun 2015 di kebun Mawar, namun pihak Tiongkok masih terus dan bahkan membantu serta bersekongkol dengan pencurian kekayaan intelektual kami. Juli lalu direktur FBI mengatakan kepada Kongres bahwa mereka memiliki 1000 investigasi aktif terhadap kekayaan intelektual.

Pencurian mayoritas berasal dari Tiongkok. Pada bulan Maret Tesla menuntut seorang mantan insinyur, ia dituduh mencuri 300.000 file yang berkaitan dengan sistem autopilot yang dikembangkan oleh Tesla sendiri di Amerika, sebelum ia pulang untuk melamar pekerjaan di perusahaan mobil auto pilot di Tiongkok, dan Desember lalu pengadilan Amerika menyatakan bahwa pihaknya telah menggagalkan operasi selama empat tahun oleh kelompok hacker terkenal, kelompok tersebut berada di dalam kementerian pejabat keamanan negara Tiongkok, pejabat pemerintah Tiongkok ini mencuri nama dan data 100.000 personel Angkatan Laut Amerika Serikat, juga termasuk informasi pemeliharaan kapal selam, hal ini memiliki implikasi serius bagi keamanan nasional kita.

Hari ini partai Komunis Tiongkok sedang membangun sebuah negara pengintai yang tidak pernah terlihat di dunia ini, ratusan juta kamera pengintai menatap dari setiap sudut pandang, etnik minoritas diminta menuju pos pemeriksaan, di mana polisi mengumpulkan sampel darah, sidik jari dan rekaman suara, foto kepala dari berbagai sudut pandang, dan bahkan scan selaput pelangi mata, dan Tiongkok sekarang mengekspornya ke negara-negara di Afrika, Amerika Latin dan Timur Tengah.

Mengekspor peralatan teknologi yang sama yang digunakannya dalam rezim otoriternya Beijing, juga telah menghapus teritori antara teknologi sipil dan militer. Mereka menyebut “Fusi Militer Sipil”, berdasarkan hukum dan perintah ketua, perusahaan-perusahaan di Tiongkok, baik swasta, BUMN ataupun investor asing, harus berbagi teknologinya dengan militer Tiongkok, Tiongkok juga sedang menggunakan inisiatif OBOR, berpijak di pelabuhan di seluruh dunia, seolah-olah untuk tujuan komersial, tetapi akhirnya tujuan itu mungkin berpotensi menjadi militer. 

Share

Video Popular