- Erabaru - http://m.erabaru.net -

Trump Tawarkan ‘Perang’ Melawan Kartel Narkoba Setelah 9 Warga Amerika Dibunuh di Meksiko

Petr Svab – The Epochtimes

Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memperluas tawaran untuk membantu Meksiko melancarkan “perang” untuk memusnahkan kartel narkoba. 

Tawaran itu disampaikan setelah setidaknya sembilan orang warga Amerika tewas dalam penembakan kartel narkoba di negara bagian Sonora, perbatasan Meksiko.

Trump dalam cuitannya, Selasa 5 November  menulis, keluarga yang luar biasa dan teman-teman dari Utah terjebak di antara dua kartel obat bius yang kejam, yang saling menembak, sehingga banyak orang Amerika terbunuh, termasuk anak-anak, dan beberapa hilang.

Trump menegaskan, jika Meksiko membutuhkan atau meminta bantuan dalam membersihkan monster-monster tersebut, Amerika Serikat siap, bersedia dan mampu terlibat dan melakukan pekerjaan dengan cepat dan efektif. 

Trump kemudian memuji Presiden baru Meksiko yang hebat telah menjadikannya sebagai masalah besar. Akan tetapi kartel telah menjadi begitu besar dan kuat sehingga Anda terkadang membutuhkan pasukan untuk mengalahkan pasukan! ”

Beberapa menit kemudian, Trump menambahkan: “Inilah saatnya bagi Meksiko, dengan bantuan Amerika Serikat, untuk berperang melawan kartel-kartel narkoba dan menyapu mereka dari muka bumi. Kami hanya menunggu panggilan dari presiden baru Anda yang hebat! “

Melansir dari Reuters, Presiden Meksiko Andrés Manuel López Obrador mengatakan dia akan berbicara dengan Trump tentang kemungkinan kerja sama keamanan, asalkan kedaulatan Meksiko ditegakkan.

Presiden Meksiko menyatakan, ia akan berbicara dengan Presiden Trump untuk berterima kasih atas dukungannya. Ia mengatakan akan melihat apakah, dalam perjanjian kerja sama, ada kemungkinan mendapatkan bantuan. Ia menyampaikan, tidak perlu campur tangan pemerintah asing untuk menangani kasus-kasus seperti itu. 

Wakil sekretaris pers Gedung Putih Hogan Gidley dalam rilisnya yang dikutip The Epochtimes mengatakan, Trump telah berbicara kepada López Obrador pada 5 November lalu. Pembicaraan itu untuk membahas kekerasan baru-baru ini di Meksiko. Selain itu, sebagai upaya untuk memerangi meningkatnya perilaku kekerasan kartel dan kelompok kriminal di wilayah tersebut. 

Tiga wanita dan enam anak-anak ditembak mati, dan yang lainnya terluka pada 4 November lalu.  Ketika itu, anggota kartel menyerang kendaraan mereka di jalan antara negara bagian Chihuahua dan Sonora, keduanya berbatasan dengan Amerika Serikat.

Pihak yang tewas dari keluarga LeBaron, komunitas Mormon yang memisahkan diri yang menetap di perbukitan dan dataran Meksiko utara beberapa dekade yang lalu.

Menteri Keamanan Meksiko Alfonso Durazo mengatakan, ada kemungkinan identitas yang keliru, mengingat banyaknya konfrontasi kekerasan di antara geng-geng narkoba yang berperang di daerah tersebut. Durazo mengatakan, konvoi yang terdiri dari mobil van pinggiran kota bisa saja dikacaukan dengan kelompok-kelompok kriminal yang memperjuangkan kekuasaan di wilayah itu.

Kekerasan Tak  Terkendali

Sementara itu,  Meksiko telah mengerahkan militernya untuk memerangi kartel narkoba selama lebih dari satu dekade. Akan tetapi kekerasan narkoba belum mereda.

Pemerintah Meksiko telah mencatat lebih dari 250.000 kasus pembunuhan dalam belasan tahun terakhir, termasuk lebih dari 30.000 kasus dalam tujuh bulan pertama Tahun 2019. Sebagian besar terkait dengan perang narkoba. Kasus itu, tidak termasuk jumlah penghilangan orang yang tak diketahui.

Kekerasan meluas ke Amerika Serikat, dengan sebagian besar penembakan dan pembunuhan di seluruh negeri terkait dengan geng pengedar narkoba. Selain itu, obat-obatan yang diselundupkan dari Meksiko adalah pendorong utama di balik epidemi overdosis di Amerika Serikat yang menelan  hampir 70.000 jiwa pada tahun 2018 silam.

Hasil perdagangan narkoba dari Amerika Serikat kemudian mendanai operasi kartel, memungkinkan mereka untuk mendapatkan persenjataan berat.

Derek Maltz, mantan kepala divisi operasi khusus Drug Enforcement Administration, sebelumnya mengatakan kepada The Epoch Times edisi Amerika Serikat mengatakan, pihaknya telah berbicara tentang rudal dan granat. Selain itu, kartel narkoba itu telah memiliki kendaraan lapis baja serta senapan mesin besar di bagian atas kendaraan. 

Pembantaian Sekeluarga

Sebuah video yang diposting di media sosial menunjukkan sisa-sisa kendaraan yang hangus dan penuh dengan lubang peluru. Kenderaan itu tampaknya membawa para korban ketika serangan itu terjadi.

Seorang pria yang tidak di kamera dengan aksen Amerika dengan emosi mengatakan, Nita dan empat orang cucunya terbakar dan tertembak. Seorang kerabat keluarga, Julian LeBaron, menyebut insiden itu sebagai “pembantaian.” Ia mengatakan beberapa anggota keluarga dibakar hidup-hidup.

Dalam pesan singkatnya kepada Reuters, ia menulis bahwa empat anak laki-laki, dua perempuan, dan tiga perempuan terbunuh. Beberapa anak yang melarikan diri dari serangan itu hilang selama berjam-jam di pedesaan sebelum ditemukan. Dia mengatakan tidak jelas siapa yang melakukan serangan itu.

Kerabat korban mengatakan, ia tidak mengetahui mengapa perisitiwa itu terjadi. Meskipun mereka telah menerima ancaman tidak langsung dan tidak mengetahui siapa yang melakukannya. 

Alex LeBaron, kerabat lain di salah satu desa yang dihuni oleh keluarga besar mengatakan, Sepupunya dibunuh bersama anak-anaknya di dalam truk.  Dia mengatakan semua korban adalah warga negara AS. Sebagian besar juga memegang kewarganegaraan ganda dengan Meksiko.

Lima anak-anak yang terluka dalam serangan itu dipindahkan ke rumah sakit di Amerika Serikat.

Mormon versus Kartel

Mormon mendirikan koloni di Chihuahua, Meksiko, sekitar 150 tahun yang lalu ketika Amerika Serikat melarang praktik poligami mereka. Koloni itu telah berselisih dengan kartel selama bertahun-tahun, menghadapi pembunuhan, penculikan, dan kejahatan lainnya.

Pada Tahun 2010, dua anggota komunitas Mormon, termasuk satu dari keluarga LeBaron, terbunuh dalam balas dendam yang jelas setelah Mormon menekan pihak berwenang untuk menjamin pembebasan anggota lain dari komunitas mereka yang diculik oleh kartel narkoba.

Situasinya sangat serius sehingga orang-orang Mormon akhirnya  melanggar hukum Meksiko dan mempersenjatai diri untuk pertahanan, seperti dilaporkan Vice pada Tahun 2012. (asr)