Nicole Hao – The Epochtimes

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo memperingatkan, bahwa ancaman saat ini yang ditimbulkan oleh Komunis Tiongkok serupa dengan ancaman yang pernah dihadapi oleh warga Jerman Timur selama era Uni Soviet. 

Hal demikian disampaikannya dalam pidato di Jerman yang menandai peringatan 30 tahun jatuhnya Tembok Berlin.  

Pompeo menyampaikannya saat berbicara di lembaga think tank Koerber Stiftung, yang terletak di dekat Gerbang Brandenburg yang terkenal di Berlin, Jerman, pada (8/11/2019). 

Mantan Direktur CIA itu mengatakan, Presiden Ronald Reagan berpikir bahwa komunisme adalah ‘penyakit’ dan dia menyebutnya ‘kegilaan.’  Sungguh benar apa yang dikatakan Reagen. 

Pompeo  mengatakan kepada hadirin, bahwa dirinya pernah ditempatkan di Jerman saat berpangkat letnan  pada tahun 1986 silam. Ketika itu, ia menyaksikan secara langsung penderitaan di bawah pemerintahan komunis. Tiga puluh tahun kemudian, AS menilai masyarakat bebas akan berkembang di mana-mana. Akan tetapi, sayangnya, pihaknya salah.  Dia mulai berbicara tentang ancaman rezim  Komunis Tiongkok terhadap dunia bebas.

Pompeo dalam pidatonya menyebutkan, Komunis Tiongkok membentuk visi baru otoriterianisme. Komunis Tiongkok juga menggunakan taktik dan metode untuk menekan rakyatnya sendiri yang akan sangat akrab bagi bekas Jerman Timur. 

Anak buah presiden Trump itu, mulai menggambarkan bagaimana Komunis Tiongkok telah meningkatkan kehadiran militernya untuk menegaskan klaim teritorialnya — kemungkinan merujuk pada agresi Komunis Tiongkok di Laut Cina Selatan. Di samping pihak berwenang  menolak masuknya mereka yang telah membuat komentar kritis tentang rezim Komunis Tiongkok. Selain itu, mengintimidasi keluarga muslim Uighur yang mencari perlindungan di luar negeri.

Pompeo kemudian mengajak hadirin untuk mengkombinasikan perayaan dengan kepala dingin yakni memiliki tugas ”untuk mengenali ancaman Komunis Tiongkok. 

Dia memperingatkan “akuisisi perusahaan teknologi sensitif Beijing dan niat perusahaan Tiongkok untuk membangun jaringan dunia berikutnya. Pompeo mengatakan Huawei secara khusus sebagai tidak dapat dipercaya karena hanya tunduk kepada kekuatan Komunis Tiongkok.

Sebelumnya pada bulan Oktober, dilansir oleh Reuters, pemerintah Jerman mengkonfirmasi bahwa mereka akan mengizinkan Huawei untuk memasok jaringan 5G negara itu, menghindari seruan Amerika Serikat untuk negara-negara Barat yang mengecualikan perusahaan dengan alasan keamanan.

Akan tetapi pada minggu-minggu terakhir ini, menteri pertahanan Jerman Annegret Kramp-Karrenbauer mengatakan bahwa negara itu masih bisa melarang perusahaan Tiongkok, jika standar keamanan 5G-nya tidak dapat dijamin.

Pompeo mengakhiri pidatonya dengan berjanji, bahwa Amerika Serikat akan memimpin dalam mempertahankan nilai-nilai dunia yang bebas. Pompeo berucap :  “Seperti yang dikatakan Reagan, dua hal benar-benar tidak dapat dinegosiasikan: kebebasan kolektif kita dan masa depan kolektif kita.”

Apa yang disampaikan Pompeo adalah kedua kalinya selama perjalanan Pompeo di Jerman, di mana ia mengkritik rezim Komunis Tiongkok.

Pada 7 November, Pompeo pertama kali berkomentar tentang topik tersebut saat konferensi pers dengan Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas di Leipzig, di mana ia berbicara tentang infrastruktur 5G di Jerman.

Ketika itu Pompoe mengatakan,  memutuskan apakah akan menggunakan sistem Huawei memang rumit. Akan tetapi, Huawei menghadapi tantangan yang dihadirkan oleh Komunis Tiongkok. 

Menanggapi pertanyaan wartawan pada komentar 7 November Pompeo, Geng Shuang, juru bicara kementerian urusan luar negeri Komunis Tiongkok, mengecam keras pejabat AS. 

Di New York, Pompeo juga telah memberikan pidato di Institut Hudson pada 30 Oktober lalu. Pompeo mengatakan, dia berencana untuk menguraikan tantangan yang diajukan oleh rezim komunis Tiongkok di Amerika Serikat dalam serangkaian pidato di masa depan.

Pompeo mengklarifikasi bahwa rezim Komunis Tiongkok tidak sama dengan rakyat Tiongkok. Pompeo mengkritik administrasi AS sebelumnya karena gagal menyadari agresi Komunis Tiongkok — yang memungkinkannya memperluas pengaruhnya di seluruh dunia.

“Kami memberikan akomodasi dan mendorong kebangkitan Tiongkok selama beberapa dekade, bahkan ketika kebangkitan itu mengorbankan nilai-nilai Amerika, demokrasi Barat, dan keamanan, dan akal sehat yang baik,” demikian yang disampaikan Pompeo.  (asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular