Zachary Stieber – The Epochtimes

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dirundung pemakzulan dari Partai Demokrat AS. Langkah itu dilakukan dengan bantuan dari media yang juga bekerja melawannya.  Temuan itu berdasarkan sebuah jajak pendapat terbaru. Hasilnya mayoritas rakyat Amerika mempercayainya.

Melansir dari The Epochtimes, hasil itu berdasarkan survei yang digelar oleh Rasmussen. Ketika pertanyaan survei berbunyi :  

“Ketika mereka menulis atau berbicara tentang upaya pemakzulan, apakah sebagian besar wartawan berusaha membantu memakzulkan Presiden Trump atau memblokir pemakzulannya? Atau apakah sebagian besar wartawan hanya tertarik untuk melaporkan berita secara tidak memihak? ”

Hasilnya, mayoritas, atau 53 persen responden mengatakan, sebagian besar wartawan berusaha membantu memakzulkan Presiden Trump ketika mereka menulis atau berbicara tentang pemakzulan. 

Di sisi lain, sebanyak 32 persen responden mengatakan bahwa sebagian besar wartawan tertarik untuk melaporkan berita secara tidak memihak. Sebanyak delapan persen mengatakan, sebagian besar wartawan berusaha membantu Trump dengan mencoba memblokir upaya pemakzulan terhadapnya. 

Dari mayoritas yang berpikir wartawan secara aktif bekerja untuk membantu upaya pemakzulan, 76 persen dari Partai Republik, 48 persen dari Independen, dan 36 persen dari Demokrat menyatakan setuju dengan pernyataan itu.

Sekitar 860 dari 1.000 pemilih kemungkinan mengatakan, bahwa mereka telah mengikuti berita tentang pemakzulan. Hasilnya, 54 persen mengatakan mereka telah mengikuti dengan sangat cermat. Di antara para pemilih itu, 58 persen, atau persentase yang lebih tinggi, mengatakan wartawan berusaha membantu memakzulkan Trump.

Di antara responden yang mengatakan mereka sangat menyetujui pekerjaan yang sedang dilakukan Trump, sembilan dari sepuluh mengatakan wartawan berusaha membantu memakzulkan Trump. 

Di antara mereka yang sangat tidak setuju dengan kinerja pekerjaan Trump, hanya 16 persen mengatakan wartawan membantu dalam upaya pemakzulan. Survei dilakukan oleh Rasmussen dari tanggal 12 November hingga 13 November dan memiliki margin erorr plus/minus tiga persen.

Jajak pendapat tersebut melacak dengan survei lain yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Hasilnya menunjukkan ketidakpercayaan yang luas terhadap media dan apa yang memotivasi wartawan dan orang lain yang bekerja di lapangan.

Data untuk penelitian survei Laporan Rasmussen dikumpulkan menggunakan metodologi polling suara otomatis. Secara umum, proses survei otomatis identik dengan perusahaan riset tradisional yang dibantu operator seperti Gallup, Harris, dan Roper. Namun demikian, sistem polling otomatis menggunakan suara tunggal yang direkam secara digital, untuk melakukan wawancara sementara perusahaan tradisional mengandalkan buku telepon dan teknologi yang dibantu operator.

Survei sebelumnya, sekitar sepertiga responden untuk survei Hill-Harris X pada bulan Juli lalu mengatakan, bahwa media berita adalah “musuh rakyat.” Sebuah label yang sering digunakan oleh Trump untuk menggambarkan outlet di AS yang membuat liputan miring tentang dirinya dan pemerintahannya.  Sebagian kecil, 51 persen, dari responden Partai Republik, mengatakan pers adalah “musuh rakyat,” bersama dengan 35 persen dari Independen dan 14 persen dari Parta Demokrat AS.

Dalam sebuah laporan September, Gallup mengatakan bahwa kepercayaan responden terhadap media turun menjadi 41 persen, dengan hanya 13 persen mengatakan mereka percaya media “Memiliki Kesepakatan yang bagus” dan 28 persen mengatakan mereka percaya media “cukup wajar.” Dari survei responden, 69 persen Demokrat, 15 persen Republik, dan 36 persen dari Independen mengatakan, mereka mempercayai media.

Survei menyebutkan, republikan menjadi “semakin tidak percaya” kepada media pada 2016 selama kampanye Trump untuk kepresidenan. 

Gallup merilis, Antara Tahun 2015 dan Tahun 2016, kepercayaan republikan terhadap media massa turun 18 poin ke level terendah historisnya 14 persen, di mana ia tetap sama pada Tahun 2017. Mengikuti peningkatan tujuh poin tahun lalu dan telah kembali berada pada angka 15 persen. 

Bagi sebagian mereka, Partai Demokrat secara konsisten lebih mempercayai media daripada Partai Republik. Tetapi bersatu soal pers dan menjadi lebih percaya ketika Trump berkuasa pada tahun 2017. 

Data terbaru menunjukkan bahwa pada tahun lalu, kepercayaan telah sedikit menurun di antara semua partisan kelompok. Akan tetapi masih tetap terpolarisasi dengan tajam. (asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular