Li Chen – Epochtimes.com

Komite Senat Amerika Serikat untuk Hubungan Luar Negeri pada 4 Desember 2019 lalu mengadakan sidang dengar pendapat dalam rangka meninjau kinerja badan usaha untuk menangani bantuan luar negeri dari pemerintah Amerika Serikat, yakni Millenium Challenge Corporation – MCC.

CEO MCC Sean Cairncross mengatakan bahwa dibandingkan dengan proyek-proyek model OBOR – One Belt One Road Tiongkok, MCC menyediakan model pendanaan dan bantuan yang  baik dan tidak menimbulkan ketergantungan sehingga tujuan untuk membantu negara-negara berkembang atau miskin menjadi lebih mandiri bisa tercapai. Model tersebut saat ini mendapat respons yang sangat positif.

OBOR Tiongkok pada dasarnya bersifat Penjarahan

Senator Todd Young saat di persidangan mengomentari ancaman terbuka komunis Tiongkok.  Todd Young mengatakan, “Model pengembangan komunis Tiongkok berbeda. Model pengembangan mereka itu bersifat predator, biasanya dicapai melalui OBOR”.

Michael Pompeo, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat pada bulan Maret tahun ini ketika mengkritik alternatif OBOR Tiongkok mengatakan bahwa proyek-proyek OBOR  bukan inisiatif ekonomi semata. Biaya politik yang dihasilkan akan jauh melebihi nilai ekonominya. Dunia berangsur-angsur sadar akan ancaman yang berada di balik Inisiatif OBOR Tiongkok.

MCC menyediakan solusi “alternatif” yang lebih baik

Jim Risch, Ketua Komite Senat Amerika Serikat untuk Hubungan Luar Negeri mengatakan, tujuan didirikannya MCC adalah untuk membantu negara-negara agar dapat mandiri sehingga terhindar dari kondisi terbelenggu dalam pertumbuhan ekonomi pasar.

Senator Todd Young menilai MCC memiliki model yang berbeda, tujuannya bukan untuk menumbuhkan ketergantungan negara-negara berkembang, tetapi untuk membuat negara-negara itu bisa mandiri.

“Bagi negara-negara berkembang, kamilah mitra yang baik,” tegas Todd Young. 

Sean Cairncross setuju dengan pendapat yang disampaikan oleh kedua senator itu. Menurutnya model yang disajikan MCC adalah untuk memastikan kemandirian bagi  negara-negara berkembang dan kelak bakal dijadikan model panutan. Kemungkinan mendapatkan pendanaan yang relevan dan bantuan teknis dari MCC menarik banyak minat.

“Kami tidak bermaksud untuk menyaingi OBOR. Namun, MCC adalah alternatif model wajah besar untuk model-model alternatif, memiliki sifat yang menentukan nasib sendiri, terbuka dan transparan …. Membuat pemerintah lebih mudah dalam mempertanggungjawabkan dan responsif terhadap rakyat”, kata Sean Cairncross.

Baru-baru ini, MCC dan Côte d’Ivoire telah menandatangani kesepakatan investasi di sektor pendidikan dan transportasi yang bernilai USD. 525 juta.

MCC juga menandatangani perjanjian dengan Republik Georgia untuk berinvestasi di sektor pendidikan terutama sains, teknologi, teknik dan matematika dengan nilai investasi sebesar USD. 140 juta.

Sean Cairncross menyatakan bahwa tanggapan dari pemerintah negara yang bekerja sama dengan perusahaan kami adalah sangat positif.

Secara khusus, seseorang berkata secara langsung to the point, “Sebelum MCC datang ke negara kami, kami tidak tahu bagaimana untuk membangun proyek ini dengan cara yang benar. Kami berharap perusahaan Amerika untuk terlibat, dan kami ingin sektor swasta juga terlibat. Model perusahaan milik negara tidak sesuai bagi kami. Kami membutuhkan lebih banyak kerja sama”.

Di Balkan, MCC akan melakukan kerja sama 5 tahun dengan Kosovo di sektor energi

Menurut Senator Jeanne Shaheen, Partai Komunis Tiongkok terus berinvestasi di Balkan Barat.

Semenanjung Balkan terletak di antara tiga benua yakni Eropa, Asia, dan Afrika, merupakan jembatan darat yang menghubungkan Eropa dengan Asia, berbatasan dengan rute utama Mediterania di selatan, dengan Selat Bosporus dan Selat Dardaneles di timur. Letaknya sangat penting. Balkan juga dikenal sebagai tong bubuk mesiu Eropa (Gunpowder barrel).

Pada awal bulan September 2017, MCC dan pemerintah Kosovo di Balkan menandatangani perjanjian kerjasama proyek ambang batas sebesar USD. 49 juta untuk mempromosikan reformasi kelembagaan lokal dan supremasi hukum di sektor energi.

Kepada Jeanne Shaheen, Sean Cairncross mengatakan bahwa proyek ambang batas itu masih berlangsung. Dan kedua belah pihak sudah sepakat memiliki kerjasama 5 tahun yang lebih besar dalam proyek-proyek infrastruktur di bidang energi.

MCC menilai dampak dari rencana program bantuan akibat pemutusan hubungan diplomatik Kepulauan Solomon dengan Taiwan

Senator Cory Gardner mengajukan pertanyaan di persidangan menyangkut pemutusan hubungan diplomatik antara Kepulauan Solomon dengan Taiwan.

Pada bulan Desember 2018, MCC telah menandatangani perjanjian finansial dengan Kepulauan Solomon, tetapi pada bulan September 2019, Beijing juga menandatangani perjanjian kerja sama dengan Kepulauan Solomon. Yang terakhir ini diyakini telah menyebabkan putusnya hubungan diplomatik antara Kepulauan Solomon dengan Taiwan.

Laporan media mengatakan bahwa sebelum Kepulauan Solomon memutuskan untuk memutus hubungan diplomatik dengan Taiwan kemudian beralih ke komunis Tiongkok, komunis Tiongkok telah berjanji untuk menyediakan dana bantuan untuk pembangunan kepada mereka sebesar USD. 85 juta.

Sean Cairncross dalam menanggapi pertanyaan senator mengatakan, “Ini adalah masalah yang sedang kami selidiki dan bahas. Ketika sesuatu terjadi selama masa transisi, tentu saja kita harus melakukan penilaian terhadap dampaknya”.

Seorang pejabat senior dari Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat atau United States Agency for International Development – USAID juga mengatakan bahwa pemerintah AS sedang mengevaluasi kembali program bantuan kepada Kepulauan Solomon. (Sin)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular