Epochtimes.com

Kebakaran hutan berkobar di sepanjang pesisir timur Australia.  Kebakaran tersebut disebabkan oleh sambaran petir pada akhir Oktober 2019 lalu.  Satu hal yang jika disebutkan mungkin akan membuat kita tidak percaya. Di Australia, selain sambaran petir dan manusia, ternyata burung juga bisa menjadi pemicu kebakaran lahan. Mereka juga mampu mengendalikan api. Bagaimana bisa?

Selain ratusan rumah yang terbakar dan ribuan orang diungsikan, kebakaran hutan di Australia ini juga telah menewaskan lebih dari 350 koala.

Menurut laporan media Australia, seorang mantan petugas pemadam kebakaran senior Dick Eussen menceritakan bagaimana saat mereka menangani sebuah kebakaran. Mereka menyadari ada yang menyebar di sisi lain jalan. Mereka menemukan seekor elang siul  bertengger pada sebuah pohon sambil memegangi ranting berasap, kemudian mengepakkan sayapnya dan terbang tinggi.

Hari itu, burung itu membakar total 7 titik nyala api, dan Eussen yang kelelahan berusaha memadamkan 7 titik nyala api. Tampaknya jelas bahwa burung-burung itu benar-benar menyebarkan api, hanya saja beberapa orang tidak percaya bahwa ada maksud di balik pembakaran tersebut. 

Menurut ahli ornitologi Bob Gosford di Central Land Council, Alice Springs, Northern Territory, bahwa burung-burung itu mengambil ranting-ranting yang telah terbakar dari api yang ada dan menjatuhkannya ke tempat lain untuk menyalakan api baru. Ini akan memaksa keluar mangsa yang tersembunyi di semak-semak. 

Selanjutnya, burung-burung kemudian akan duduk di ujung kobaran api, dan menunggu mamalia kecil, reptil, amfibi, dan serangga yang melarikan diri dari api. Ia kemudian menyambar makhluk tak berdaya saat mereka berusaha menyelamatkan diri.

Dalam makalah terbarunya, yang diterbitkan dalam Journal of Ethnobiology, Gosford memerinci 20 laporan saksi mata lainnya mengenai perilaku ini. Jurnal itu juga menambahkan burung tersebut ke dalam kelompok burung pencetus kebakaran.

Diperkirakan burung-burung memanfaatkan sambaran petir yang memicu kebakaran hutan di Australia utara. Ini adalah proses alami yang sering terjadi, tanaman dan bentang alam tersulut kobaran api dengan cepat yang merusak daerah tersebut.

Para raptor telah diobservasi dengan memungut ranting-ranting yang terbakar dari api dan kemudian terbang sejauh 50 meter menuju permukaan padang rumput dan hutan yang belum terbakar, di mana mereka dengan sengaja menjatuhkannya, menyebarkan api.

Sebenarnya, suku Aborigin yang telah tinggal di tanah Australia selama beberapa generasi telah mengetahui tentang burung-burung yang dapat membakar hutan. Di komunitas suku Aborigin setempat, mereka menyebut burung-burung ini “Firehawk raptor”.

Sejumlah studi menyebutkan, Ada tiga jenis burung pemangsa yang memiliki perilaku arsonis atau suka membakar semak, yaitu Black Kite atau Milvus migrans, Whistling Kite atau Haliastur sphrenurus dan Brown Falcon atau Falco bergora.  

Sedangkan di Indonesia, ketiga burung dikenal banyak orang dengan nama burung alap-alap. Ia juga dikenal sebagai sahabat petani, karena suka memangsa tikus yang kerap merusakan tanaman.  (Jon/asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular