Omid Ghoreishi -The Epoch Times

Senator Kanada Leo Housakos menyerukan kepada pemerintahan Kanada agar jangan mentolerir ancaman dari rezim Tiongkok.” Itu setelah Duta Besar Beijing mengancam “penanggulangan yang sangat tegas.” 

Respon Dubes Tiongkok untuk Kanada itu sebagai tanggapan terhadap mosi pemberlakuan  Magnitsky Act yang sudah diadopsi Kanada. Leo Housakos  adalah salah satu senator di belakang mosi yang menggulirkan pemberlakuan sanksi untuk pejabat Komunis Tiongkok atas pelanggaran HAM dengan Magnitsky Act .

Magnitsky Act yang sudah diadopsi Kanada, juga mengharuskan membekukan aset yang dimiliki oleh individu yang terlibat dalam korupsi, pencucian uang dan pelanggaran hak asasi manusia di negara asal mereka.

Global Magnitsky Act adalah undang-undang yang  menggunakan nama seorang pelapor Rusia, Sergei Magnitsky. Ia tewas saat ditahan di Rusia setelah dipukuli dan tidak diberi perawatan medis.

Undang-undang tersebut dibuat untuk menjatuhkan sanksi kepada para pelanggar hak asasi manusia.  “Tidak ada yang lebih mengerikan dari duta besar Tiongkok yang mengancam pemerintah Kanada,” kata Housakos dalam sebuah wawancara yang dikutip oleh The Epochtimes. 

Housakos adalah seorang senator Konservatif dan mantan Ketua Senat. Ia berencana mengajukan mosi tersebut bersama Senator Konservatif lainnya, Thanh Hai Ngo.  

Mereka menyerukan Ottawa untuk menjatuhkan sanksi bagi pejabat Komunis Tiongkok yang terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia di Hong Kong dan  daratan Tiongkok.

“Ini dimaksudkan untuk meminta pertanggungjawaban anggota rezim Tiongkok dan Hong Kong yang jelas-jelas menginjak-injak hak asasi manusia dan aturan hukum yang mendasar,” kata Housakos.

Menanggapi usul mosi tersebut, Duta Besar Tiongkok untuk Kanada Cong Peiwu mengatakan pada (5/12/2019) bahwa Beijing akan “dengan tegas menentang jenis perilaku tersebut.” 

Cong Peiwu mengklaim bakal menyebabkan “kerusakan serius” pada hubungan antara kedua negara. Cong Peiwu  menuturkan pihaknya akan melakukan penanggulangan yang sangat tegas. Ia juga mengatakan akan menghentikan kegiatan yang disetempelnya sebagai berbahaya. 

Menyusul penangkapan Kanada atas eksekutif Huawei Meng Wanzhou pada Desember 2018 lalu, Komunis Tiongkok telah menangkap dua orang Kanada, Michael Kovrig dan Michael Spavor. 

Komunis Tiongkok juga menjatuhkan hukuman mati kepada dua warga negara Kanada lainnya atas tuduhan penyelundupan obat bius, dan memblokir impor pertanian dari Kanada. Pernyataan Cong adalah bagian dari pola kata-kata semakin kuat yang dilontarkan di Kanada oleh duta besar Komunis Tiongkok dalam beberapa waktu terakhir. 

Cong sebelumnya juga telah memperingatkan kepada anggota parlemen Kanada. Ancaman tersebut agar  tidak mengikuti parlemen AS dalam mengeluarkan undang-undang yang menjatuhkan sanksi kepada pejabat Komunis Tiongkok atas tindakan keras di Hong Kong. 

Dubes sebelumnya Lu Shaye, menuding Kanada dan sekutu Baratnya dengan stempel supremasi kulit putih.  Dikarenakan menyerukan pembebasan terhadap kedua warga negaranya, Kovrig dan Spavor.

“Ini adalah lelucon untuk menyebut Kanada sebagai negara yang mendukung supremasi kulit putih, ketika saat ini mereka memiliki jutaan Muslim minoritas yang secara brutal diinjak-injak hak dasar kebebasan berekspresi dan beragama,” kata Housakos. 

Senator itu mengkritik kinerja Ottawa dengan Komunis Tiongkok. Housakos mengatakan pemerintah Kanada telah “ditampar” tetapi belum mengambil tindakan yang tepat sebagai tanggapan.

“Mereka tampaknya menenangkan dan berlutut kepada perilaku brutal Tiongkok,” kata Housakos.

Dia mencatat, dikarenakan kurangnya tindakan dari pihak pemerintah sehingga dia mengajukan mosi tersebut. Housakos menegaskan Kanada adalah negara G7 serta memiliki pengaruh ekonomi dan pengaruh politik. Oleh karena itu, sudah saatnya Perdana Menteri Justin Trudeau berdiri tegak dan membela nilai-nilai Kanada. 

Salah satu tindakan yang harus dilakukan Kanada adalah “menunjukkan pintu” kepada Huawei dan Bank BUMN Tiongkok di Kanada.

Housakos menegaskan, Komunis Tiongkok tidak fokus dengan aturan hukum internasional.  Perhatian utama mereka selalu menjadi garis bawah. Oleh karena itu, Kanada harus menjelaskan kepada mereka bahwa pemerintah Kanada tidak akan melakukan bisnis dengan rezim yang tidak demokratis dan tak menghormati hak asasi manusia. (asr)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular