Erabaru.net. Netzien dari seluruh penjuru tanah air di Indonesia menggaungkan tagar #WeStandWithUyghur. Saat bersamaan netizen juga menggemakan secara meluas tagar #SuapBungkamIsuUyghur.

Kemarahan netizen tersebut atas perlakuan buruk dan penindasan terhadap etnis Muslim Uighur di Xinjiang oleh pemerintahan rezim Komunis Tiongkok.

Hingga selasa siang, 17 Desember 2019, sudah dicuitkan sekitar lebih dari 100 ribu kali hingga pukul 14.00 WIB. Tagar tersebut menggema bersamaan dengan tagar #SuapBungkamIsuUyghur.

Pemerintahan dengan kepimpinan totaliter yang berhaluan komunis memberantas segala bentuk keyakinan di Tiongkok. Hinga etnis Uighur menjadi korban genosida budaya hingga dicap dengan retorika radikal atau teroris.

Lebih parah lagi, penindasan serupa juga dialami oleh pengikut spiritual Falun Gong yang berlandaskan pada prinsip Sejati-Baik-Sabar. Pengikut latihan spiritual ini juga menjadi target penangkapan, sasaran ujaran kebencian dan kampanye hitam. Seperti dituduh sebagai aliran sesat dan pelaku bakar diri yang sejatinya adalah api palsu. Bahkan, kasus pengambilan organ tubuh secara paksa di Tiongkok yang kini sudah dilaporkan ke Dewan HAM PBB.

Beberapa waktu lalu,  Voice of America mengutip kesaksian seorang yang selamat dari penjara di Xinjiang dan ‘kamp pendidikan ulang’ kepada Associated Press. Omir Bekali terlahir di Tiongkok, orang tuanya adalah suku Kazakh dan Uighur mengungkapkan pernah disiksa dengan duduk di “bangku harimau” dan terus diinterogasi di kamp interniran yang disebut pendidikan ulang.  

Dia digantung dengan sepasang kakinya hampir tidak menyentuh lantai dan selama 4 hari 4 malam dan tidak boleh tidur. Pada hari biasa, kedua tangan dan kakinya diikat dengan rantai besi dan diikatkan pada tempat tidur dimana badannya tidak bisa berdiri tegak.

Di sana, ia dikurung dalam sebuah ruangan bersama 40 orang lainnya. Setiap subuh bangun tidur, harus menyanyikan dulu “lagu-lagu Komunis.” Sebelum makan diharuskan berteriak keras “Terima Kasih Partai” dan lain-lain; di dalam kelas wajib melafalkan slogan berulang-ulang.

Yang paling sulit baginya adalah ketika harus terus-menerus mencela keyakinannya sebagai Muslim, melakukan oto kritik dan mengkritik kerabat. Ketika Bekali menolak untuk melakukan, ia dihukum berdiri didepan dinding selama 5 jam. Satu minggu kemudian ia dimasukkan ke dalam sel isolasi dan tidak diijinkan untuk makan selama 24 jam.

Berikut kutipan dari akun netizen : 

@msaid_didu : Jika kalian para para politisi dan ormas Islam sudah takut sama China ttg kasus Uighur, tdk perlu cari alasan bhw ini persaingan politik Amerika dg China atau krn Agama, minimal bersuaralah sesuai amanat konstitusi kita yaitu masalah KEMANUSIAAN dan HAM #WeStandWithUyghur

 

Misalnya perlawanan netizen dengan akun @mrizals77 yang menuliskan dengan kata-kata dengan bahasa Inggris yang artinya :

“Aku bersamamu saudaraku, maafkan aku yang hanya bicara di media sosial dan berdoa untukmu, setidaknya kamu tahu aku ada di pihak mana #WeStandWithUyghur.”

Sedangkan netizen bernama @LindoTaehyung1 menuliskan, “kami, Indonesia, memprotes kekejaman Pemerintah China terhadap muslim Uighur, mereka saudara kami. Hentikan aksi itu.”

Ia turut menyertakan sejumlah foto-foto peragaan penyiksaan yang diantaranya sebenarnya adalah ilustrasi penyiksaan yang dialami oleh praktisi Falun Gong.

Tak hanya itu, netizen-netizen turut meretweet ulang cuitan dari bintang pesepakbola Mesut Ozil yang mana dalam cuitannya mempertanyakan negara-negara Islam yang bungkam atas penindasan yang dialami oleh Muslim Uighur.

Netizen @LenteraMalam8 misalnya menuliskan, Mungkin mreka bukan sodaramu satu Bangsa…Tapi mreka sodaramu seiman dan se akidah..Pun mungkin mreka tak mengenalmu…, namun doa dan support kalian sangat mreka harapkan..

 Adapun netizen @ARH19241 menuliskan dengan berbunyi : Xinjiang terus mengerang, Menahan beban duka segudang, Geram rasanya melihat para penguasa pecundang, Yang slalu memilih diam ….  di terang siang, Dan bangga menghamba …. , Seperti …. yang melenggang senang, Hanya dilempar sekerat tulang belulang, ia juga menuliskan dengan tagar #WeStandWithUyghur.

Sedangkan netizen @fennirosa menuliskan, Ketika suami tidak ada dirumah, Sorang pria memasuki rumah lalu memperkosa kami, anak2 perempuan kami. Korban sudah tak terhitung lagi jumlahnya, Kejadian ini tak ada yg peduli, bahkan duniapun seolah-olah bungkam.

Adapun akun @eta_R305, menulis  : Tolonglah saudara kita dengan memposting tentang #WeStandWithUyghur setiap hari sampai dunia mengambil tindakan untuk menyelamatkan komunitas Muslim ‘UYGHUR’  Sekitar 1,5 juta orang tidak bersalah ditahan di kamp konsentrasi. Hentakkan Jarimu Kawan..!! (asr)

Share

Video Popular