Reuters

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo pada 17 Desember 2019, mendukung bintang Arsenal Mesut Özil atas kritiknya  perlakuan Komunis Tiongkok terhadap etnis Muslim Uighur. 

Pompeo  mengatakan, bahwa Komunis Tiongkok dapat memberedel pertandingan tim sepak bola. Akan tetapi tidak bisa menyembunyikan pelanggaran HAM.

“Propaganda media Partai Komunis Tiongkok bisa menyensor pertandingan @MesutOzil1088 dan “Arsenal’s sepanjang musim, namun kebenaran akan terungkap,” demikian cuitan Pompeo, dalam  seperti dilaporkan kembali Reuters Rabu 18 Desember 2019.

“Partai Komunis Tiongkok tak bisa menyembunyikan pelanggaran #HumanRights yang dilakukan terhadap Uighur dan agama lain dari dunia,” tambah Pompeo.

Gelandang Arsenal, seorang Muslim Jerman keturunan Turki pada memposting di akun media sosialnya dengan follower puluhan juta. Ia menyebutkan bahwa Uighur sebagai “pejuang yang menentang penganiayaan.” 

Özil  mengecam tindakan keras Komunis Tiongkok. Ia juga mengkritik  Umat Islam yang memilih bungkam atas penindasan tersebut.

“(Di Tiongkok) Quran dibakar, masjid ditutup, sekolah teologi Islam, madrasah dilarang, cendekiawan agama dibunuh satu per satu. Namun terlepas dari semua ini, umat Muslim dunia tetap diam tidak peduli,” ujar tweet Ozil.

Siaran televisi corong Komunis Tiongkok CCTV pada 15 Desember 2019 lalu, memberedel pertandingan Liga Premier Arsenal versus Manchester City dari jadwal siarannya.

Koran Global Times mengklaim pada akun Twitter-nya pada 15 Desember, bahwa CCTV membuat keputusan tersebut setelah cuitan Ozil pada 14 Desember membuat para penggemar dan otoritas sepak bola Tiongkok kecewa.

 Seorang juru bicara Arsenal mengatakan kepada Reuters bahwa, mereka tidak memiliki pernyataan resmi tentang masalah ini setelah keputusan CCTV untuk mengganti tayangan pertandingan Arsenal-Manchester City dengan Tottenham Hotspur- Wolverhampton Wanderers. PBB dan kelompok-kelompok hak asasi manusia memperkirakan bahwa antara 1 juta dan 2 juta orang, kebanyakan Muslim etnis Uyghur, telah ditahan dalam kondisi mengerikan di Xinjiang.

Washington telah meningkatkan kritiknya terhadap Komunis Tiongkok terhadap Uighur, secara bersamaan  melanjutkan negosiasi kesepakatan perdagangannya. 

Awal bulan ini, DPR AS meloloskan undang-undang yang membutuhkan respons yang lebih kuat terhadap perlakuan Komunis Tiongkok terhadap minoritas Muslim Uighur.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada November lalu, juga menandatangani Undang-Undang yang mendukung para pemrotes di Hong Kong, meskipun ada keberatan dari Komunis Tiongkok.

Apa yang dimulai sebagai demonstrasi menentang Rancangan Undang-Undang yang kini sudah ditarik, memungkinkan terjadinya ekstradisi dari Hong Kong ke daratan Tiongkok. Aksi tersebut telah berubah menjadi seruan untuk kebebasan demokrasi yang lebih besar di Hong Kong. 

Manajemen Arsenal pada 14 Desember lalu, berusaha menjauhkan diri dari komentar Ozil setelah ia memposting cuitannya di Twitter dan Instagramnya. 

“Konten yang dia ungkapkan sepenuhnya adalah pendapat pribadi Ozil,” demikian tulisan akun resmi Arsenal  dalam sebuah postingan di platform Weibo.

Kontroversi ini adalah yang terbaru antara industri olahraga dengan Komunis Tiongkok. 

Pencarian di Weibo untuk tagar yang diterjemahkan sebagai “Ozil mengeluarkan pernyataan yang tidak pantas”, telah menjadi salah satu topik trending teratas di platform tersebut pada 14 Desember sore. Namun demikian, dengan segera hal itu terhapus.

Weibo memang kerap menyensor diskusi tentang topik sensitif, terutama di tengah desakan oleh Komunis Tiongkok untuk melakukannya.

Pada bulan Oktober lalu, seorang eksekutif di NBA menyatakan dukungannya kepada para demonstran pro-demokrasi di Hong Kong. Cuitannya lantas membuat marah Komunis Tiongkok. Secara tiba-tiba membuat goyah pasar NBA yang diperkirakan bernilai 4 miliar dolar AS di Tiongkok.

Pada  Oktober lalu, perusahaan video game yang berbasis di California, Activision Blizzard dituduh membungkuk kepada rezim Komunis Tiongkok. Itu setelah menskors pemain yang berbasis di Hong Kong dari kompetisi e-sports. Setelah ia meneriakkan dukungan untuk gerakan aksi protes di Hong Kong selama siaran pasca-turnamen. (asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular