Reuters

Raksasa supermarket Inggris Tesco menangguhkan pemasok kartu Natal dari Tiongkok setelah sebuah laporan menyebutkan, seorang pelanggan menemukan pesan tertulis di dalam sebuah kartu yang mengatakan bahwa kartu-kartu tersebut dikemas oleh tahanan asing yang menjadi korban kerja paksa.

“Kami membenci penggunaan tenaga kerja penjara dan tidak akan pernah mengizinkannya berada dalam rantai pasokan kami,” kata juru bicara Tesco (22/12/2019). 

“Kami dikejutkan oleh tuduhan ini dan segera menangguhkan pabrik tempat kartu-kartu ini diproduksi dan meluncurkan penyelidikan. Kami juga telah menarik kartu-kartu ini dari penjualan sementara kami menyelidiki,” tambahnya.

 Tesco, peritel terbesar Inggris, menyumbang 300.000 poundsterling setahun dari penjualan kartu kepada badan amal British Heart Foundation, Cancer Research, dan Diabetes di Inggris.

 The Sunday Times mengatakan pesan di dalam kartu itu berbunyi, “Kami adalah tahanan asing di Penjara Shanghai Qingpu Tiongkok. Dipaksa untuk bekerja di luar kehendak kita. Tolong bantu kami dan beritahu organisasi hak asasi manusia.”

 “Gunakan tautan tersebut untuk menghubungi Mr Peter Humphrey.”

 Peter Humphrey adalah mantan jurnalis dan penyelidik penipuan perusahaan di Inggris.

Peter Humphrey maupun istrinya yang berkebangsaan Amerika Serikat bernama Yu Yingzeng dijatuhi hukuman di Tiongkok pada tahun 2014 karena secara ilegal memperoleh catatan pribadi warganegara Tiongkok dan menjual informasi tersebut kepada klien, termasuk pembuat obat GlaxoSmithKline. Pasangan itu dideportasi dari Tiongkok pada bulan Juni 2015 setelah masa tahanan mereka dikurangi.

Pesan di dalam kartu tersebut ditemukan oleh seorang gadis berusia 6 tahun, Florence Widdicombe, di London, seperti dilaporkan The Sunday Times. Ayahnya menghubungi Peter Humphrey melalui jejaring sosial LinkedIn.

Menulis di The Sunday Times, Peter Humphrey mengatakan ia tidak tahu identitas atau kebangsaan tahanan yang memasukkan catatan itu ke dalam kartu, tetapi ia “tidak ragu mereka adalah tahanan di Qingpu yang mengenal saya sebelum saya dibebaskan pada bulan Juni 2015 dari penjara pinggiran kota tempat saya menghabiskan waktu 23 bulan.”

 Tesco mengatakan Tesco memiliki proses audit yang komprehensif pada tempatnya.

 “Pemasok ini diaudit secara independen baru-baru ini bulan lalu dan tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa pemasok melanggar peraturan kami yang melarang penggunaan tenaga kerja penjara. Jika pemasok melanggar aturan ini, kami akan segera dan secara permanen mencoretnya dari  daftar pemasok,” kata jurubicara Tesco.

 Tesco mengatakan Kartu-kartu itu diproduksi di pabrik Percetakan Zheijiang Yunguang, yang berjarak sekitar 100 KM dari penjara Shanghai Qingpu. 

 Percetakan Zheijiang Yunguang, yang mencetak kartu dan buku untuk perusahaan makanan dan farmasi, mengatakan di situs webnya bahwa perusahaan itu adalah pemasok untuk Tesco.

 Dua panggilan telepon dan satu permintaan email untuk komentar dari Reuters kepada Percetakan Zheijiang Yunguang tidak dijawab di luar jam kerja pada (22/12/2019).

 Peter Humphrey dan istrinya mengatakan pada persidangan mereka mereka tidak mengira mereka melakukan sesuatu yang ilegal dalam kegiatannya di Tiongkok.

 Pada tahun 2012, seorang wanita Amerika Serikat menemukan surat tulisan tangan di dalam perlengkapan dekorasi Halloween yang ia beli di Kmart. Surat itu ditulis oleh  seorang pria yang ditahan di Kamp Kerja Masanjia yang terkenal kejam di kota Shenyang, utara Tiongkok, yang memohon bantuan: “Mohon kirimkan surat ini ke Organisasi Hak Asasi Manusia Dunia,” awal isi surat tersebut.

 Pria tersebut menggambarkan kondisi yang keras — 15 jam kerja tanpa istirahat pada akhir pekan atau hari libur, penyiksaan, dan intimidasi secara verbal. (Vv/asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular