- Erabaru - http://m.erabaru.net -

Profesor ‘Sino Insider’ Bongkar Rahasia 4 Garis Infiltrasi dan Strategi Komunis Tiongkok Merebut Kekuasaan dengan Kekuatan Terbatas

Secretchina.com

Ming Juzheng, seorang peneliti ‘Sino Insider’ dan emeritus profesor dari National Taiwan University mengungkapkan analisanya bagaimana Partai Komunis Tiongkok membagi para stafnya ke dalam 4 golongan atau garis tugas. Ia juga mengungkapkan bagaimana mereka merebut kekuasaan dengan kekuatan yang terbatas.

Hal demikian diungkapkanya acara TV Taiwan ‘Era Money.’ Ming Juzheng mengatakan bahwa partai komunis memiliki obsesi patologis terhadap kekuasaan. Mereka dapat menggunakan cara apa pun dan tak peduli berapapun biayanya demi merebut dan mempertahankan kekuasaan. Partai komunis adalah partai elit yang sudah demikian sejak era Lenin. 

Selama mereka mampu menguasai hingga 5% dari sekelompok orang, maka mereka dapat mengontrol 95% lainnya. Dikarenakan, 5% orang-orang elit ini telah menguasai teori, mereka dapat memobilisasi massa untuk terlibat dalam gerakan-gerakan. Pada akhirnya mereka dapat merebut dan mengendalikan kekuasaan. 

Dengan istilah mereka sendiri, adalah ketika partai komunis melakukan sesuatu, maka partai akan bekerja dengan rencana, komando, dan kadang kalanya menggunakan trik-trik.

Partai komunis membagi kekuatan Infiltrasi ke dalam 4 golongan/garis tugas

Ming Juzheng dilansir secretchina.com (28/12/2019) menyebutkan, contohnya seperti Florence Leung Mo-han, seorang anggota bawah tanah Partai Komunis Tiongkok yang ikut dalam gerakan Hongkong selama beberapa dekade. Pada tahun 1990-an ia mulai menyadari dan menyesalinya.  

Dalam sebuah wawancara dengan media Taiwan, Florence Leung mengatakan bahwa partai komunis membagi stafnya sendiri menjadi 4 golongan/garis. Berikut keempat golongan yang dimaksud : 

Golongan pertama adalah garis hitam, yakni garis yang berisikan orang-orang yang memiliki kemampuan “harga sesuai dengan barangnya”, dalam garis ini terdapat anggota yang memiliki hubungan mendalam dengan partai komunis. 

Golongan kedua disebut garis abu-abu, alias anggota yang bisa bergerak secara terang-terangan bisa juga secara gelap. Latar belakang mereka tidak diketahui, tetapi mereka ini bersedia keluar untuk berpartisipasi dalam gerakan publik. 

Golongan ketiga adalah garis merah muda. Yakni anggota yang terlihat pro-komunis, tetapi mereka tidak mengaku dirinya sebagai anggota partai komunis. 

Golongan keempat adalah garis merah, yakni anggota yang terang-terangan mengakui bahwa mereka adalah anggota partai komunis.

Ketika orang komunis memasuki lingkungan yang memusuhi mereka, bagaimana ia merebut kekuasaan ? Misalnya, dalam sebuah kampus universitas, hanya ada satu anggota partai komunis dengan tujuan untuk menembus barisan musuh untuk mengembangkan sayap, menggaet pendukung untuk memperbesar barisannya, sampai akhirnya merebut kekuasaan. 

Meskipun hanya ada satu orang pro-komunis di sekolah, tetapi ada kolega yang berada di luar kampus. Mereka dapat ikut memberikan saran. Mereka memiliki motto yang berbunyi : Menyimpan kadar inti, menghimpun kekuatan, menyembunyikan diri untuk menunggu kesempatan.

4 Strategi untuk merebut kekuasaan

Dalam proses merebut kekuasaan, partai komunis biasanya menggunakan 4 strategi :

Strategi pertama, membentuk perkumpulan yang tidak terlalu mencolok, seperti klub dansa, klub kaligrafi, dan klub merangkai bunga. Sebelumnya Florence Leung berpartisipasi dalam perkumpulan yang bernama ‘Hok Yau Dancing Club’.

Strategi kedua, mengadakan kegiatan, selain menari, kegiatan lain adalah yang berhubungan dengan publik, seperti kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan lingkungan sanitasi sekolah, makanan, kondisi asrama dan lain sebagainya. Acara-acara ini dapat menarik minat atau simpati dari orang-orang di luar klub dansa.

Strategi ketiga, Setelah berhasil menarik perhatian atau simpati, perkumpulan mulai menyerang pihak tertuju dengan menunjukkan berbagai masalah atau persoalan dengan kritikan yang bernada tinggi. 

Contohnya : Siswa adalah masa depan dan generasi penerus bangsa, Itu tidak berbeda dengan mengeksploitasi siswa jika kondisinya tidak baik, ini juga merupakan pelecehan terhadap bangsa dan sebagainya. 

Mereka juga akan memberikan beberapa usulkan yang terlihat masuk akal tetapi sulit dilakukan oleh pihak sekolah. Karena tujuan mereka bukan memecahkan masalah, tetapi mengangkat dan menciptakan masalah. 

Partai komunis pernah mendorong ibu-ibu rumah tangga di Inggris untuk memperjuangkan batu bara. 

Dua minggu kemudian, setelah ibu-ibu rumah tangga ini memperoleh batu bara dan membubarkan diri, pulang ke rumah masing-masing. 

Persoalan tersebut dianggap selesai, tetapi partai komunis terus berusaha untuk menjaga agar masalah ini tetap memanas dalam waktu yang lama. Dikarenakan, mereka tidak berhasil memperbesar barisan sehingga tidak rela menghentikan masalah .

Strategi keempat, Mengembangkan sayap, meningkatkan visibilitas, mengadakan pidato, orasi, perdebatan, membagi selebaran, mengadakan dengar pendapat publik, pawai di jalan dan lainnya. Partai komunis lebih suka ada kekerasan yang terjadi ketika ada perdebatan sengit, karena hal ini bisa digunakan untuk memperbesar masalah.

3 Target Proses Merebut Kekuasaan

Dalam proses ini, partai komunis memiliki 3 target seperti berikut : 

Pertama, propaganda; 

Kedua, menemukan orang-orang yang antusias untuk direkrut. Kemudian secara perlahan menghubungi mereka, secara bertahap menggiring untuk mencapai konten inti dari komunisme, yakni pengertian perjuangan kelas dan penindasan kelas. 

Ketiga, menciptakan kebencian kelas, jika kebencian kelas dianggap tidak tepat, seperti Taiwan. Maka partai komunis beralih pada memprovokasi nasionalisme, menentang kemerdekaan Taiwan, anti imperialisme Amerika dan sebagainya.

Ming Juzheng menjelaskan bahwa bukan maksud dirinya menuding orang-orang yang terpengaruh oleh propaganda partai komunis itu bermasalah. Akan tetapi mereka ini secara tidak sengaja telah dicuci otak sebelum mereka sadari.

Membuat Pemisahan Antara Masyarakat Non-Anggota Partai

Partai komunis membagi masyarakat yang non-anggota ke dalam 3 golongan, yakni golongan yang melawan (musuh), golongan yang membantu (teman), dan golongan perantara. Partai komunis akan berusaha menarik dan memperluas golongan yang dapat memberikan bantuan kepada partai komunis. 

Partai komunis akan berusaha mengembangkan barisan dari golongan perantara, menjaga mereka dari mengekspresikan pendapat. Dan partai komunis akan menyerang, mendiskreditkan, mengisolasi, melabeli dan memberikan tekanan keras kepada golongan yang melawan, dengan maksud menyusutkan kekuatan bahkan menghabisi golongan musuh ini.

Ketika situasinya sudah matang, partai komunis mulai merebut kekuasaan dengan merebut kedudukan kepala, pemimpin yang berkuasa terhadap pembuat atau pengawas disiplin organisasi misalnya. 

Di kampus merebut kedudukan ketua serikat mahasiswa. Setelah berhasil mendapatkan kekuasaan, ia akan menciptakan berbagai kegiatan. Akan tetapi yang paling penting adalah mendirikan media untuk melakukan publikasi yang pada permukaan. Tujuannya agar terlihat seolah peduli dan memberikan perhatian terhadap kegiatan sekolah. Namun media sedang membantu partai komunis berpropaganda baik secara terang-terangan atau secara implisit. Memberikan komentar-komentar yang berbau pro-komunis dan membangkitkan kesadaran sosialisme.

Karakteristik setelah terkena cuci otak

Ming Juzheng mengatakan bahwa infiltrasi Partai Komunis Tiongkok telah mencapai jauh ke dalam lingkaran industri dan komersial Taiwan, film dan televisi, pendidikan, lingkaran pers dengan karakteristiknya berupa :

Pertama, Memuji kemajuan yang dicapai oleh Tiongkok, seperti kemajuan teknologinya, kemajuan bisnis, kemakmuran ekonomi dan lainnya. Beberapa orang yang telah lama hidup di alam demokratis tiba-tiba memuji efektivitas dari sistem diktator satu partai.

Kedua, Menolak berbicara masalah pelanggaran HAM di daratan Tiongkok.

Ketiga, Menganggap Amerika dan Eropa sebagai musuh, imperialis yang ingin menjatuhkan Tiongkok. Menuduh Amerika Serikat yang menciptakan berbagai masalah, seperti protes rakyat di Hongkong. Akan tetapi sama sekali tidak berbicara mengenai sistem Tiongkok sendiri yang buruk, kebijakannya gagal, korupsi merajalela serta masalah lainnya. 

Jika mereka membicarakan topik-topik tersebut, mereka juga hanya berbicara dengan nada enteng. Ketika berbicara soal hubungan Tiongkok – AS, orang-orang ini akan mengatakan bahwa Amerika takut Tiongkok bangkit dan sebagainya.

Ming Juzheng menekankan bahwa nasionalisme itu baik. Dirinya tidak menentang nasionalisme. Tetapi ia mengingatkan bahwa ini bukan nasionalisme yang sebenarnya. Karena itu masyarakat  Taiwan perlu dapat membedakan.

Beberapa orang mengkritik Taiwan karena tidak ada upaya. Mereka bahkan pergi ke stasiun radio dan TV di daratan Tiongkok untuk mengkritik Taiwan. 

Mengapa mereka ini tidak pergi ke stasiun radio dan TV di daratan Tiongkok untuk mengkritik Partai Komunis Tiongkok ? bukankah masalah mereka lebih serius ? 

Orang-orang ini belum tentu anggota Partai Komunis Tiongkok, tetapi mereka ini mungkin secara tidak sadar telah tepapar cuci otak oleh partai komunis. (Jon/asr)

Video Rekomendasi :