oleh Xiao Lusheng – Epochtimes.com

Kementerian Pengawasan Penyakit Korea Selatan pada 8 Januari 2020, menyatakan bahwa dugaan kasus infeksi paru-paru misterius di Wuhan, Tiongkok, pertama kali muncul di Korea Selatan.  Selain itu, Kementerian Pengawasan Penyakit Taiwan menyatakan, bahwa ada 2 kasus pasien berpenyakit yang memenuhi definisi infeksi paru-paru misterius Wuhan. Akan tetapi yang satu telah terdeteksi sebagai terinfeksi virus influenza.

Kantor Berita Yonhap melaporkan, bahwa pasien yang diungkapkan oleh Kementerian Pengawasan Penyakit adalah seorang wanita berwarga negara Tiongkok dengan ditemani oleh seorang rekan pada 13 – 17 Desember 2019. Ketika itu, ia mengunjungi kota Wuhan dalam rangka tugas perusahaan. Tetapi ia mengaku tidak pergi ke Pasar Makanan Laut Huanan, juga tidak bersentuhan dengan hewan liar apapun.

Wanita yang disebutkan tadi singgah di Korea Selatan setelah kembali dari Wuhan pada 17 – 25 Desember 2019, dan pada 26 Desember 2019 ia pergi ke Xiamen untuk tugas serupa. 

Pada 30 Desember 2019, ia kembali ke Korea Selatan. Pada keesokan harinya menderita batuk dan sakit tenggorokan. Pada 2 hingga 3 Januari 2020 ia menderita batuk, demam, dan berkeringat di malam hari. 

Pada 7 Januari 2020, ia didiagnosis menderita infeksi paru-paru oleh Hallym University Medical Center di Gyeonggi-do. Rumah sakit kemudian melaporkan kasus yang dicurigai kepada Kementerian Pengawasan Penyakit Korea Selatan.

Kini, wanita itu dipindahkan ke Seoul National Univ. Hospital di Gumi-dong, di mana dia menjalani perawatan dan pemeriksaan isolasi, dan dalam kondisi stabil.

Siaran pers Badan Pengawasan Penyakit dan Kesejahteraan Taiwan pada 8 Januari menyebutkan, bahwa sejak 31 Desember 2019 dilakukan pemeriksaan suhu badan terhadap seluruh penumpang pesawat yang melayani penerbangan langsung dari kota Wuhan hingga 8 Januari 2020. Akan tetapi, telah ditemukan 9 orang penumpang dengan gejala serupa. Meskipun kondisi mereka sudah berangsur membaik. Akan tetapi masih berada dalam pengawasan Dinas Kesehatan Taiwan.

Sakit yang diderita 2 orang penumpang itu memenuhi definisi infeksi paru-paru misterius Wuhan. Yang satu telah terdeteksi terserang virus influenza H3N2 dan yang lainnya sedang dalam pemeriksaan.

Penumpangnya yang mana pemeriksaannya masih berlangsung ini telah berkunjung ke kota Wuhan, tetapi tidak ke Pasar Makanan Laut Huanan. Juga tidak bersentuhan dengan binatang unggas. Demi keamanan, pihak berwenang dari Badan Pengawasan Penyakit telah mengisolasi pasien bersangkutan.

Selain itu, Badan Pengawasan Penyakit mengingatkan masyarakat bahwa jika mereka memiliki gejala ketidaknyamanan dalam waktu 14 hari setelah bepergian ke Wuhan. Diharapkan secepatnya berobat ke rumah sakit dengan mengenakan masker, dan berinisiatif memberi tahu dokter tentang lokasi dan gejala perjalanan terakhir. 

Pada saat yang sama, pasien diminta untuk istirahat di rumah untuk mengurangi kontak dengan orang lain dan bersin. Pasien juga diminta tutup mulut dan hidung dengan kertas tissue atau lengan baju saat batuk, dan menghindari bersentuhan dengan tangan kosong. (Sin/asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular