Jack Philips – The Epochtimes

Kedutaan Besar Ukraina di Iran menghapus pernyataan sebelumnya yang menyebutkan bahwa engine failure atau kegagalan mesin, sebagai penyebab jatuhnya pesawat maskapai Ukraine International Airline PS752 di luar Teheran, Iran, pada hari Rabu 8 Januari 2020.

Seperti dilaporkan Reuters, pernyataan kedua menyebutkan bahwa penyebab jatuhnya maskapai itu tidak diungkapkan. Laporan menyebutkan,  bahwa komentar sebelumnya tidak resmi. 

Laporan Reuters lainnya mengatakan, seorang pejabat di kedutaan Ukraina memintanya untuk membatalkan pernyataan awal dari Iran berdasarkan informasi awal tentang engine failure.

Perdana Menteri Ukraina Oleksiy Honcharuk memperingatkan, tentang spekulasi sehingga penyelidikan mengenai kecelakaan itu diketahui. Ia menambahkan, melarang penerbangan melalui wilayah udara Iran hingga 9 Januari 2020.

Sebanyak 82 warga Iran, 63 warga Kanada, 11 warga Ukraina, 10 warga Swedia, tiga warga Jerman, dan tiga warga Inggris berada di dalam penerbangan Ukraine International Airlines tersebut, menurut Menteri Luar Negeri Ukraina Vadym Prystaiko. 

“Kami menyampaikan belasungkawa kami. Otoritas Ukraina terus menyelidiki,” demikian cuitannya di Twitter.

Menurut The Daily Beast, kedutaan besar Ukraina di Iran menghapus pernyataan yang diposting di situsnya yang menyalahkan kecelakaan di dekat Teheran karena kegagalan mekanis.

Pejabat maskapai penerbangan menyatakan sebagian besar penumpang kemungkinan dalam perjalanan untuk melakukan penerbangan penghubung di Kyiv, seperti dilaporkan The Associated Press. 

Flightradar24 melaporkan bahwa penerbangan 752,  Boeing 737-800, “Jatuh Tak Lama Setelah Lepas Landas dari Teheran.” 

Situs web itu mengatakan maskapai tersebut berangkat Rabu pada pukul 06:12 waktu setempat. Di daerah di mana pesawat tersebut jatuh, fotografer melihat sebuah lapangan penuh dengan puing-puing.

“Api itu sangat pekat sehingga kami tidak dapat melakukan penyelamatan apa pun, kami memiliki 22 ambulans, empat ambulan bus dan helikopter di lokasi itu,” kata Pirhossein Koulivand, Kepala Dinas Darurat Iran, dikutip oleh Reuters.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melakukan perjalanan singkat ke Oman dan kembali ke Kyiv setelah mengetahui tentang kecelakaan tersebut.

“Kedutaan kami memverifikasi informasi tentang insiden tragedi dan daftar orang mati,” katanya pada Rabu seperti dilaporkan Yahoo. 

“Belasungkawa untuk keluarga para penumpang dan anggota kru,” katanya. 

Presiden maskapai itu, Yevhen Dykhne, mengatakan bahwa pesawat yang jatuh adalah “salah satu pesawat terbaik yang kami miliki” dan menampilkan “kru yang luar biasa dan dapat diandalkan,” lapor CBS News.

Pesawat itu jatuh  saat Iran menembakkan lebih dari selusin rudal di sebuah pangkalan militer Irak yang merupakan basis pasukan Amerika Serikat. 

Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat atau FAA juga menerbitkan pembatasan darurat yang “melarang operator penerbangan sipil AS beroperasi di wilayah udara di atas Irak, Iran, dan perairan Teluk Persia dan Teluk Oman,” kata Badan itu. 

“FAA akan terus memantau dengan cermat acara-acara di Timur Tengah. Kami terus berkoordinasi dengan mitra keamanan nasional kami dan berbagi informasi dengan maskapai penerbangan AS dan otoritas penerbangan sipil asing,” tulis agensi itu. 

Pembatasan tersebut dilaksanakan setelah rentetan peluru kendali ditembakkan dari Iran, yang dikonfirmasi oleh Pentagon dan Garda Revolusi Iran. (asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular