Erabaru.net. Pemerintah Iran pada Sabtu (11/1/2020) akhirnya mengakui bahwa pihak militer mereka telah membuat kesalahan fatal. Tindakan itu tak lain, menembak jatuh pesawat penumpang jenis 737-800 milik maskapai Ukraine International Airlines.

 Associated Press melaporkan bahwa pihak Teheran telah mengeluarkan pernyataan di televisi pemerintah Iran. Pernyataan itu mengatakan, bahwa tentaranya secara tidak sengaja menembak jatuh pesawat penumpang milik maskapai Ukraine International Airlines yang sedang terbang di daerah militer yang sensitif. Sedangkan unit-unit terkait akan dimintai pertanggungjawabannya.

Pada 7 Januari sekitar pukul 6 pagi waktu Iran, Pesawat penumpang Ukraine International Airlines jenis Boeing 737-800 dengan nomor penerbangan PS752  belum lama take off dari Bandara Teheran dan jatuh tertembak rudal militer. Insiden itu menyebabkan semua 176 orang penumpang beserta 9 orang awaknya tewas. 

Di antara mereka sebanyak 82 orang adalah warga negara Iran, 63 orang warga negara Kanada, 11 orang warga negara Ukraina, 10 orang warga Swedia, 4 orang warga negara Afghanistan, 3 orang warga negara Jerman, dan 3 orang warga negara Inggris.

Sebelumnya, pejabat pemerintah Amerika Serikat, Kanada, Inggris dan lainnya mengatakan bahwa banyak sumber intelijen menunjukkan bahwa pesawat Ukraina itu ditembak jatuh oleh rudal darat-ke-udara milik militer Iran. 

Sebelumnya, Iran membantahnya dan meminta negara-negara Barat untuk mengeluarkan bukti.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dalam sebuah konferensi pers pada 9 Januari mengatakan, bahwa pemerintahannya tidak akan pernah menyerah dalam melacak kebenaran sampai interogasi terhadap insiden tersebut mencapai kesimpulan, transparansi, akuntabilitas dan keadilan.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump juga mengatakan dia percaya Iran bertanggung jawab, tanpa menyalahkan secara langsung. Trump mengatakan, seseorang bisa saja membuat kesalahan. Ia mencatat pesawat itu terbang di “lingkungan yang cukup kasar.”

Menurut Trump, beberapa orang mengatakan itu mekanis. Akan tetapi, Trump mengatakan secara pribadi dirinya tidak berpikir tentang itu bahkan terkait dengan sebuah pertanyaan. 

Pada Kamis lalu, Seorang pria yang menggunakan nama Nariman Gharib di akun Twitternya menyerahkan video kemungkinan tentang puing-puing pesawat Ukraine International Airlines  yang hancur tertembak rudal Iran kepada New York Times dan CNN News. 

New York Times kemudian mengklaim bahwa rekaman gambar tersebut otentik setelah dilakukan penelitian oleh staf teknis. (sin/asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular