Erabaru.net. Mie instan sangat cepat dan mudah dalam penyajian, sehingga banyak orang menyukainya. Namun, tahukah Anda, terlalu banyak makan mie instan itu tidak sehat, menyebabkan banyak penyakit.

Menurut Journal of Healthy Living, jika Anda makan terlalu banyak mie instan akan menimbulkan efek kesehatan yang menakutkan, khususnya:

Peradangan, bisul perut

Pakar nutrisi memperingatkan, mie adalah makanan yang paling sulit dicerna bagi lambung. Jadi sistem pencernaan harus bekerja sekitar 3 jam untuk mencerna sebagian besar paket mie instan. Karena itu, mie adalah salah satu penyebab gejala perut kembung dan gangguan pencernaan. Jika Anda makan terlalu banyak, perut akan semakin memburuk.

Ilustrasi.

Obesitas

Makan terlalu banyak mie akan menyebabkan tubuh makan terlalu banyak karbohidrat dan lemak, yang menyebabkan peningkatan kandungan lemak dan kalori, sehingga menyebabkan obesitas dan meningkatkan risiko penyakit terkait obesitas seperti: nadi, diabetes, kolesterol tinggi … Manifestasi awal yang paling jelas adalah: Pusing, kelelahan, jantung berdebar …

Kerusakan ginjal, batu ginjal

Kandungan garam dalam mie instan sangat tinggi. Karena itu, jika Anda makan banyak mie instan, asupan garam tinggi seperti itu dapat merusak ginjal Anda secara tidak sengaja dan dapat menyebabkan batu ginjal.

Tubuh terlalu panas

Kebanyakan mi instan memiliki tekstur yang renyah dan kenyal dan untuk membuatnya, mereka dibuat dengan minyak panas pada suhu tinggi. Inilah mengapa setelah makan mie Anda sering merasa haus dan mulut kering.

Dokter mengatakan bahwa makan mie isntan secara teratur akan menyebabkan sensasi terbakar di tubuh, menyebabkan mulut panas dan jerawat.

Ilustrasi.

Meningkatkan proses penuaan

Lemak dalam mie biasa juga menambahkan antioksidan, tetapi hanya memperlambat laju oksidasi dan memperpanjang waktu perubahan bau mie. Jika dikonsumsi terlalu banyak dalam waktu lama, antioksidan akan mempengaruhi sistem endokrin dan mempercepat proses penuaan.

Penyebab hipertensi, aterosklerosis, stroke

Studi juga menunjukkan bahwa sebagian besar bahan dalam mie instan adalah lemak yang disebut shotrerning. Lemak ini menyumbang 15-20% dalam mie. Selain itu, mereka kebanyakan asam lemak tak jenuh.

Selain itu, mie instan juga memiliki lemak trans (transfat) dan lemak jenuh, mereka sangat berbahaya bagi kesehatan, terutama untuk orang tua atau orang dengan riwayat penyakit kardiovaskular.

Jenis lemak ini meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah, yang dapat menyebabkan risiko penyakit kardiovaskular seperti: Tekanan darah tinggi, aterosklerosis, dan stroke.(yn)

Sumber: dkn.tv

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular