Kesepakatan Perjanjian

Beijing telah berkomitmen untuk membeli produk dan jasa AS senilai $ 200 miliar selama dua tahun ke depan, termasuk $ 40 miliar hingga $ 50 miliar barang pertanian setiap tahun.

“Petani akan sangat bahagia,” kata Trump.

Selain produk pertanian, Beijing telah berkomitmen untuk membeli barang-barang manufaktur tambahan lebih dari $ 75 miliar, produk energi lebih dari $ 50 miliar, dan jasa mendekati $ 38 miliar selama dua tahun ke depan, kata seorang pejabat senior administrasi kepada wartawan.

Pembelian ini diperkirakan akan berlanjut pada lintasan yang sama selama beberapa tahun setelah 2021. Selain itu, berkontribusi pada penyeimbangan kembali hubungan perdagangan AS – Tiongkok, menurut lembaran fakta tentang kesepakatan yang dirilis oleh pemerintah Trump.

Sebagai imbalannya, Washington telah sepakat untuk memodifikasi sanksi tarif Bagian 301-nya. Yakni,  membatalkan retribusi 15 persen atas hampir $ 160 miliar barang Tiongkok yang dijadwalkan berlaku pertengahan Desember lalu. Ini berart  mengurangi tarif menjadi 7,5 persen dari 15 persen terhadap sekitar 120 miliar dolar AS impor Tiongkok.

Tarif 25 persen terhadap hampir 250 miliar dolar AS produk Tiongkok dipertahankan, alih-alih dinaikkan menjadi 30 persen, seperti yang dijadwalkan. Beijing juga membatalkan pembebanan tarif pada produk-produk Amerika Serikat yang telah dijadwalkan pada 15 Desember sebagai pembalasan.

Trump mengatakan akan menggunakan tarif AS yang tersisa sebagai bagian tawar-menawar untuk fase kedua kesepakatan.

“Saya meninggalkannya, karena jika tidak, kami tidak memiliki kartu untuk dinegosiasikan,” kata Trump. 

“Semuanya akan dilepas begitu kita menyelesaikan fase kedua.”

Perjanjian tersebut juga mencakup beberapa komitmen bagi Tiongkok untuk melindungi kekayaan intelektual, menghentikan transfer teknologi secara paksa, dan memberikan transparansi pada praktik valuta asing.

Tiongkok juga telah berjanji untuk membuka pasar layanan keuangannya kepada bank-bank dan perusahaan kredit Amerika Serikat.

Mekanisme Penegakan

Termasuk dalam kesepakatan adalah sistem penyelesaian sengketa yang menetapkan kerangka waktu untuk tindakan di berbagai tahap: mulai dari tingkat kerja, meningkat hingga ke tingkat Perwakilan Perdagangan AS (United States Trade Representative/USTR) dan Wakil Perdana Menteri kedua negara.

Ini dirancang untuk menjadi periode 75 hari dari awal banding hingga penyelesaian perselisihan, menurut pejabat administrasi senior AS. 

Jika tidak ada resolusi dalam jangka waktu itu, akan ada peluang untuk konsultasi yang dipercepat mengenai pemulihan selama 15 hari tambahan. Jika  gagal mencapai resolusi, mereka memiliki pilihan untuk keluar dari perjanjian seperti yang dikatakan pejabat itu.

“Jika kita memutuskan untuk mengambil tindakan terhadap Tiongkok karena melanggar perjanjian, mereka harus membuat penilaian apakah mereka ingin berada dalam perjanjian atau tidak,” katanya.

Perjanjian tersebut dirancang untuk menghindari Tiongkok membalas atau menantang Amerika Serikat di WTO.

Ketidakpastian Bertahannya Kesepakatan Dagang

Senator Amerika Serikat Rick Scott, seorang kritikus terhadap rezim Beijing, meragukan apakah Tiongkok dapat memenuhi janjinya.

“Meskipun positif, Amerika Serikat sedang berupaya mencapai kesepakatan yang akan meningkatkan penjualan produk pertanian Amerika Serikat., Komunis Tiongkok tidak pernah memenuhi kesepakatan,” katanya kepada The Epoch Times dalam surat elektroniknya. 

“Komunis Tiongkok mencuri teknologi kami dan menolak untuk membuka pasar mereka untuk barang-barang asing seperti yang dipersyaratkan oleh perjanjian mereka untuk menjadi bagian dari WTO, dan perlu bertanggung jawab,” tambahnya.

Terlepas dari kesepakatan parsial ini, ketidakpastian kemungkinan akan berlanjut pada tahun 2020 karena hubungan bilateral AS – Tiongkok melampaui perdagangan. “Ini juga tentang hak asasi manusia,” kata Scott.

Senator Florida itu mengkritik Beijing karena militerisasi Laut Cina Selatan, karena melanggar perjanjian Hong Kong, dan karena memberangus kebebasan beragama.

Share

Video Popular