6 Sektor yang Paling Mendapat Manfaat

Kesepakatan perdagangan tersebut merupakan berita sambutan bagi para petani Amerika Serikat. Tarif pembalasan Tiongkok memengaruhi sejumlah produk pertanian, termasuk kedelai, jagung, gandum, kapas, beras, dan sorgum, serta produk-produk ternak. 

Kedelai telah menjadi salah satu yang paling terpukul, karena menyumbang hampir 10 persen dari total ekspor AS ke Tiongkok sebelum perang perdagangan.

Dalam catatan penelitian, Cesar Rojas, seorang ekonom di Citigroup, menulis bahwa Amerika Serikat mungkin perlu meningkatkan output dari enam produk untuk memenuhi ketentuan kesepakatan. 

Produk-produk ini termasuk kedelai, sasis otomotif, body otomotif, pesawat terbang, gas alam cair, dan lampu LED.” Dalam jangka panjang, ini konstruktif untuk investasi domestik dan produksi industri AS, tetapi berpotensi mahal dalam jangka pendek,” kata Rojas. 

“Ini karena AS memiliki potensi terbesar untuk segera mengirimkan kedelai dan biji-bijian ke Tiongkok, tetapi tidak untuk kendaraan bermotor dan pesawat terbang.”

‘Perang Perdagangan Belum Berakhir’

Rezim Komunis Tiongkok mengeluarkan pada 13 Januari sebuah catatan peringatan pada akun media sosial yang berafiliasi dengan surat kabar Economic Daily yang dikelola pemerintahan Komunis Tiongkok. Catatan tersebut mengatakan “perang dagang belum berakhir.”

Rezim Komunis Tiongkok menyebut penandatanganan perjanjian perdagangan fase pertama “hanya putaran pertama pertandingan.”

“Kita harus ingat bahwa perang perdagangan belum berakhir — Amerika Serikat belum mencabut semua tarifnya di Tiongkok dan Tiongkok masih menerapkan tindakan pembalasannya. Masih banyak ketidakpastian di jalan,” demikian kata catatan itu.

Dua negara ekonomi terbesar di dunia selama berbulan-bulan telah terlibat dalam perang dagang yang sulit. 

Trump meluncurkan kampanye tarif pada tahun 2018 sebagai bagian dari strategi untuk mengakhiri praktik perdagangan tidak adil yang telah berlangsung selama beberapa dekade di Beijing.

Setelah bergabung dengan WTO, Tiongkok telah memulai kebijakan untuk mendukung industri utamanya, termasuk hambatan pasar, subsidi negara, manipulasi mata uang, dumping produk, transfer teknologi secara paksa, dan pencurian kekayaan intelektual dan rahasia dagang.

Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer, salah satu negosiator utama dalam pembicaraan dengan Tiongkok, memperingatkan sebelumnya bahwa masih bijak untuk bersikap skeptis apakah Tiongkok akan memenuhi janjinya. 

Amerika Serikat tidak akan mengenakan tarif baru selama Beijing terus bertindak dengan itikad baik, sebagaimana diungkapkan Robert Lighthizer, kepada wartawan.  (asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular