Nicole Hao – The Epochtimes

Organisasi Kesehatan Dunia -WHO- memperingatkan bahwa virus penyebab wabah penyakit pernapasan di Tiongkok dapat menular. 

“Dari informasi yang kami miliki, ada kemungkinan penularan dari manusia ke manusia yang terbatas, berpotensi di antara keluarga, tetapi kini adalah sangat jelas bahwa kami tidak memiliki penularan dari manusia ke manusia yang berkelanjutan,” kata Maria Van Kerkhove, penjabat kepala unit penyakit WHO yang baru muncul, pada Selasa (14/1/2020).

Organisasi Kesehatan Dunia itu sedang bersiap untuk kemungkinan adanya wabah yang lebih luas, kata Maria Van Kerkhove pada konferensi pers di Jenewa.

Pihak berwenang Tiongkok mengidentifikasi jenis baru Coronavirus sebagai patogen yang menyebabkan bentuk baru pneumonia parah yang berasal dari pusat kota Wuhan.

Coronavirus adalah keluarga besar virus, beberapa di antaranya menyebabkan flu biasa. Sementara yang lain ditemukan pada kelelawar, unta, dan hewan lain berevolusi menjadi penyakit yang lebih parah.

 Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa itu juga mengatakan, pihaknya menawarkan bimbingan kepada rumah sakit di seluruh dunia mengenai pencegahan dan pengendalian infeksi seandainya virus baru tersebut menyebar. 

Tidak ada pengobatan khusus untuk virus baru itu, tetapi anti-virus sedang dipertimbangkan dan dapat “digunakan kembali,” kata Maria Van Kerkhove.

 Update dari Pihak Tiongkok

 Komisi Kesehatan Kotamadya Wuhan, Tiongkok, mengatakan pada (14/1/2020) bahwa tidak ada bukti nyata penyakit ini dapat menular antar manusia. Namun demikian, diakui bahwa di antara 41 pasien yang didiagnosis menderita penyakit itu, ada sepasang suami-istri.

 Sang suami bekerja di Pasar Makanan Laut Huanan, tempat yang dikaitkan dengan wabah tersebut, dan merupakan pasangan pertama yang menunjukkan gejala. Istrinya, yang belum pernah ke Pasar Makanan Laut Huanan, kemudian mulai batuk dan terserang demam, menurut pihak berwenang Tiongkok.

Pasar Makanan Laut Huanan ditutup oleh Komisi Kesehatan Tiongkok sejak  1 Januari 2020.

Beberapa pasien mengunjungi atau bekerja di Pasar Makanan Laut Huanan, yang juga menjual binatang hasil perburuan. Tetapi, pihak berwenang mengatakan mereka belum mengidentifikasi penyebab penyakit, dan masih terus menyelidiki.

 Media pemerintah Beijing News sebelumnya melaporkan bahwa dua pasien dipastikan adalah ibu dan anak, di mana sang putra adalah penjual unggas di pasar tersebut. Sang ibu sering pergi ke pasar itu untuk mengantarkan makanan kepada putranya, yang pertama kali menunjukkan gejala pneumonia. Sang putra, seorang pria paruh baya, kemudian mulai demam, menurut laporan tanggal 2 Januari lalu.

Komisi Kesehatan Tiongkok juga mengatakan tidak ada pasien baru yang terinfeksi sejak (29/1/2019). Sebanyak tujuh orang telah dipulangkan dari rumah sakit. Seorang pria berusia 61 tahun meninggal dunia, sementara enam pasien dalam kondisi parah.

 Mantan pejabat Kementerian Kesehatan Tiongkok Chen Bingzhong mengatakan kepada NTD, afiliasi The Epoch Times, dalam sebuah wawancara bahwa adalah tidak bertanggung jawab bagi otoritas Komunis  Tiongkok untuk tidak memberi informasi mengenai penyakit tersebut, bahkan melarang media melaporkan penyakit tersebut.

Pada (14/1), media Hong Kong melaporkan, bahwa sementara wartawan dari beberapa outlet di luar rumah sakit Wuhan di mana pasien dirawat, staf rumah sakit menghentikan wartawan dan membawa wartawan ke kantor polisi setempat, di mana wartawan ditanyai sekitar satu setengah jam sebelumnya dibebaskan.

Mantan pekerja LSM Tiongkok Yang Zhanqing mengemukakan, kekhawatiran bahwa pihak berwenang Tiongkok tidak menindaklanjuti kasus-kasus yang dicurigai di Tiongkok. Dikarenakan, Hong Kong, Taiwan, dan kawasan Asia lainnya telah mengkarantina orang-orang yang baru-baru ini mengunjungi Wuhan dan menunjukkan gejala.

 “Ini berarti lebih banyak orang belum dilacak [di Tiongkok], menyebabkan penyebaran penyakit tersebut,” kata Yang Zhanqing kepada NTD.

Share

Video Popular