- Erabaru - http://m.erabaru.net -

Berapa Banyak Warga Wuhan Meninggal Dunia Karena Terinfeksi Coronavirus Jenis Baru ?

Ling Yun – Epochtimes

Komisi Kesehatan Kota Wuhan, Tiongkok pada (19/1/2020) mengumumkan bahwa terdapat penambahan 17 kasus infeksi coronavirus jenis baru di kota Wuhan.  Sehingga sampai sekarang tercatat ada 62 kasus infeksi coronavirus jenis baru yang terjadi di kota Wuhan, dengan kematian sebanyak 2 orang. Namun demikian, jumlah kematian yang diungkapkan di Internet jauh melebihi angka yang diberikan pihak resmi.

Seperti dilaporkan Epochtimes.com, saat ini, radang paru-paru Wuhan telah menyebar sampai ke Hongkong, Thailand, Jepang, Vietnam, Singapura, dan tempat-tempat lain. 

Namun demikian, otoritas Tiongkok sampai sekarang belum memberitahukan jumlah kasus yang diduga terinfeksi atau yang dikonfirmasikan terinfeksi di luar kota Wuhan. Hal ini menambah keraguan publik tentang pihak berwenang memang sengaja menyembunyikan kondisi tersebut.

Media Hongkong ‘Ming Pao’ baru-baru ini melaporkan, bahwa di kota Shenzhen juga ditemukan kasus pasien dengan gejala mirip terinfeksi coronavirus baru. Kini pasien itu sedang diperiksa. Dilaporkan, bahwa pasien tersebut sedang menjalani perawatan dalam ruang isolasi di Rumah Sakit Ketiga Rakyat Kota Shenzhen.

Sedangkan, South China Morning Post’ edisi bahasa Inggris  mengutip ucapan seorang sumber pada 18 Januari 2020 memberitakan, bahwa di Shenzhen setidaknya 2 kasus pasien dengan gejala mirip terinfeksi coronavirus jenis baru ditemukan. Mereka sedang menjalani perawatan dalam ruang isolasi di Rumah Sakit Ketiga Rakyat Kota Shenzhen yang memang dikhususkan untuk menangani penyakit menular.

Laporan itu, mengutip seorang sumber yang merupakan ahli medis. Ia menyebutkan bahwa seorang pasien dengan penyakit mirip terserang infeksi paru misterius Wuhan, sekarang sedang menjalani perawatan di rumah sakit di Shanghai.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memberi nama kasus infeksi paru misterius Wuhan sebagai 2019-nCoV. 

Para ilmuwan mengatakan bahwa jumlah orang yang terinfeksi virus pneumonia Wuhan mungkin sudah mencapai lebih dari 1.700 kasus. Angka ini jauh lebih banyak daripada angka yang dilaporkan secara resmi oleh pemerintah Tiongkok. Pejabat komunis Tiongkok tetap diam tanpa tanggapan.

Selain jumlah kasus yang terinfeksi, dunia luar juga mempertanyakan apakah otoritas Wuhan tidak menutup-nutupi jumlah kematian terakhir akibat wabah tersebut ?

Ada Netizen yang memposting tulisan : Ibu saya meninggal karena infeksi paru Wuhan dan telah dikubur di taman pemakaman milik Rumah Duka Hankou. Pada hari yang sama, ada tiga keluarga di rumah duka yang sedang menunggu giliran kremasi anggota keluarganya yang meninggal dunia karena penyakit infeksi paru misterius Wuhan. Namun, ketiganya semasa hidup tidak pernah dirawat di Rumah Sakit Jinyintan di Wuhan yang spesialis menangani penyakit infeksi paru. Mereka juga tidak masuk daftar resmi kasus.

Seorang staf medis yang bertugas di klinik bagian demam dan pernapasan mengungkapkan, bahwa beberapa orang meninggal di klinik tersebut dalam sehari. Akan tetapi, karena tidak diperkenankan untuk memeriksa apakah pasien meninggal karena terinfeksi coronavirus jenis baru atau bukan, jadi tidak ada angka yang ditambahkan dalam catatan wabah tersebut.

Ada lagi seorang netizen pada 16 Januari 2020 memposting tulisan : Ayah teman saya yang bekerja di Rumah Sakit Union Wuhan mengungkapkan, bahwa dalam 2 hari ini telah dipastikan ada 40 kasus infeksi baru yang terdiagnosis. Namun demikian, pihak berwenang merahasiakan pemberitahuan itu. Bahkan, banyak dokter telah ditanyai oleh pihak berwenang dalam “jamuan minum teh”. Berita itu juga menyebutkan bahwa 3 orang yang meninggal dunia. Oleh pihak berwenang saat itu diubah menjadi 1 orang yang meninggal.

Netizen lain juga mengungkapkan : Wabah juga muncul di Heilongjiang, bibinya yang kedua baru saja meninggal dunia karena penyakit infeksi paru. Sebelumnya ia dirawat di ruang ICU selama 21 hari. Antibiotik yang keras menyebabkan ia mengalami gagal ginjal. Hasilnya nihil, meskipun sampel dikirim ke Beijing untuk diperiksa. Dikabarkan, bahwa banyak pasien dengan gejala yang sama sedang diselamatkan di ruang ICU rumah sakit di Heilongjiang.

Netizen lain juga menulis : Orangtua sepupunya semua terinfeksi pneumonia Wuhan, dan rumah sakit tidak menerimanya. Baru dimasukkan ke ruang ICU setelah meminta bantuan direktur rumah sakit, obat antibiotik yang keras menyebabkan pasien mengalami gagal ginjal, sekarang sudah dalam kondisi kritis. Padahal keduanya itu hanya pergi ke supermarket untuk membeli barang kebutuhan Tahun Baru. Mereka tidak mengunjungi pasar makanan laut Huanan. Ketika reporter Reuters hendak mengadakan wawancara, polisi langsung datang menghadang.

Di atas ini semua adalah berita yang muncul di jaringan internet daratan Tiongkok dalam beberapa hari terakhir. Banyak pesan yang kemudian dihapus oleh pihak berwenang. Epoch Times juga tidak dapat memverifikasi secara independen.

Beberapa hari yang lalu, ada berita beredar bahwa banyak staf medis juga terinfeksi. Berita yang beredar tersebut diduga berasal dari sms seorang dokter dari Wuhan kepada seseorang, ia menulis : Bukan dokter yang menangani penyakit tersebut tidak mau melaporkan kepada pihak berwenang, tetapi lebih cenderung takut melaporkannya. Direktur rumah sakit telah memberi instruksi untuk tidak membicarakannya. Situasinya benar-benar jauh lebih serius daripada laporan resmi yang beredar. Beberapa staf medis kita jadi kenal sial, banyak yang takut untuk membicarakannya.

Beberapa hari yang lalu, dilaporkan ada staf medis Rumah Sakit Keenam yang berafiliasi dengan Universitas Sun Yat-sen dan Rumah Sakit Umum Angkatan Darat di Guangzhou, Tiongkok, telah terinfeksi virus misterius ini. 

Namun, awalnya ditolak oleh pihak Rumah Sakit Keenam. Tetapi berita penyangkalan yang dipublikasikan lewat Weibo itu kemudian dihapus. Hal mana menyebabkan spekulasi dari luar. (Sin/asr)

Video Rekomendasi :