Eva Pu – The Epochtimes

Otoritas kesehatan Tiongkok melaporkan 17 pasien lain yang diuji positif terkena virus pneumonia baru yang menyebar dari tengah Tiongkok, sehingga jumlah pasien total yang tertular menjadi lebih dari 60 orang. 

Namun demikian, para peneliti menduga jumlah pasien yang sebenarnya menjadi ratusan lebih seperti yang dilaporkan oleh The Epochtimes.  Dari 17 pasien baru di Tiongkok, tiga dari pasien tersebut digambarkan menderita sakit kritis dan sisanya dalam kondisi stabil. 

Semua pasien kecuali dua pasien “sakit kritis” dipindahkan ke Rumah Sakit Wuhan Jintinintan untuk perawatan yang lebih terpusat, menurut pemberitahuan pada tanggal 18 Januari 2020.

Penyakit tersebut menewaskan dua orang dan membuat 62 orang sakit di kota Wuhan, Tiongkok, tempat virus itu muncul pada bulan Desember 2019. Di luar Tiongkok, setidaknya tiga orang — dua wisatawan Tiongkok di Thailand dan seorang warganegara Jepang — ditemukan membawa virus Wuhan. Semua orang tersebut bepergian ke Wuhan, kota yang dihuni oleh 11 juta orang.

Para peneliti dari Pusat Penelitian Medis Imperial College London untuk Analisis Penyakit Infeksi Global, yang bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia untuk pemodelan penyakit menular, menyatakan bahwa jumlah orang yang terinfeksi adalah jauh lebih besar daripada angka yang dilaporkan.

“Pada dasarnya jumlah pasien lebih banyak” —sebanyak 1.723  orang— mungkin terinfeksi pada tanggal 12 Januari, menurut penelitian mereka tertanggal 17 Januari. Angka itu akan lebih tinggi jika pasien dengan gejala ringan atau tanpa gejala diperhitungkan dalam studi tersebut, demikian hasil penelitian menambahkan.

Peneliti mengatakan situasi menuntut peningkatan pengawasan di Wuhan dan kota-kota di sekitar Wuhan, Tiongkok.

Pejabat Tiongkok belum memastikan adanya infeksi di luar Wuhan, tetapi setidaknya ada tiga kasus yang diduga di Shenzhen, kota di selatan Tiongkok dan Shanghai, menurut South China Morning Post.

Antisipasi Wabah dari Tiongkok, Tiga Bandara Internasional AS Akan Skrining Penumpang 

 Pihak berwenang AS pada Jumat 17 Januari 2020 mengumumkan, akan segera melakukan pemindaian terhadap penumpang asal Tiongkok Tengah di tiga bandara Internasional AS – Los Angeles, San Fransisco dan John F. Kennedy New York. Antisipasi ini dilakukan setelah merebaknya virus baru yang terjadi di Tiongkok akhir-akhir ini.

Bandara-bandara itu adalah tujuan penerbangan langsung dan transit dari pusat kota Wuhan di Tiongkok, di mana penyakit mirip pneumonia pertama kali diidentifikasi bulan lalu. 

Hal ini diumumkan saat jutaan orang di Tiongkok mulai melakukan perjalanan di seluruh negeri dan luar negeri untuk Tahun Baru Imlek, yang jatuh pada tanggal 25 Januari.

Diperkirakan 60.000 hingga 65.000 penumpang terbang ke Amerika Serikat dari Wuhan setiap tahun, di mana mayoritas penumpang tersebut mendarat di salah satu dari tiga bandara tersebut. Bandara melihat ada tiga penerbangan langsung dari Wuhan setiap minggu.

Pada bandara-bandara tersebut, Staf dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) akan memberikan kuesioner dan memeriksa demam dan gejala lainnya. 

Bagi penumpang yang terindikasi kemungkinan akan dirujuk untuk evaluasi dan perawatan lebih lanjut. Proses ini akan memakan waktu berjam-jam dan penumpang besar kemungkinan tidak akan dapat melanjutkan perjalanan.

Sejauh ini tiga kasus telah dilaporkan akibat virus ini, yakni dua di Thailand dan satu di Jepang. Sementara itu pihak berwenang Tiongkok pada 19 Januari melaporkan kematian ketiga karena pneumonia oleh virus baru ini. Sejauh ini, belum ada kasus yang terjadi di AS.

Skrining tersebut melibatkan pemeriksaan suhu dan pertanyaan untuk tanda-tanda seperti batuk, kesulitan bernapas, dan demam. Pasien yang dicurigai akan diisolasi untuk investigasi terkait-paparan lebih lanjut. 

Staf juga akan melakukan pengujian khusus, yang mungkin memakan waktu sehari untuk melihat hasilnya. Sekitar 5.000 penumpang diperkirakan akan menjalani skrining pada bulan berikutnya.

Pemindaian untuk penyakit menular di bandara AS seperti ini adalah pertama kalinya dilakukan sejak epidemi Ebola pada 2014. 

Ketika itu para petugas kesehatan memeriksa para pelancong yang tiba di bandara A.S. dari tiga negara Afrika Barat: Guinea, Liberia dan Sierra Leone.

 Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat mengatakan pihaknya mengambil pendekatan yang “sangat hati-hati” dan “proaktif,” mengambil pelajaran dari wabah di masa lalu. Wabah SARS (sindrom pernapasan akut yang parah) yang muncul di Tiongkok pada akhir 2002 akhirnya menyebar ke 37 negara dan menyebabkan hampir 800 kematian.

 “Ini adalah situasi yang serius,” kata Nancy Messonnier, seorang pejabat CDC, seperti dikutip oleh Washington Post

Sebuah analisis pendahuluan oleh EcoHealth Alliance, sebuah pusat penelitian yang berbasis di New York yang berfokus pada kesehatan manusia dan satwa liar, menemukan virus Wuhan “terkait erat” dengan patogen SARS, yang disebut SARS CoV.

Kelompok kasus baru memicu kekhawatiran di negara tetangga Tiongkok di Asia, mendorong Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Indonesia, Malaysia, dan Filipina untuk memperkuat langkah-langkah skrining menjelang tahun baru Imlek, di mana banyak wisatawan Tiongkok diperkirakan akan terbang melintasi Asia.

 Nancy Messonnier, kepala Pusat Nasional Imunisasi dan Penyakit Pernapasan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, juga mengatakan kepada wartawan pada hari Jumat lalu, bahwa pihaknya melihat kasus-kasus tambahan muncul di seluruh dunia saat negara-negara meningkatkan penjagaannya. Ia mengatakan adalah “sangat masuk akal” untuk melihat “setidaknya sebuah kasus di Amerika Serikat.”

“Semakin dini kami mendeteksi suatu kasus, semakin baik kami dapat melindungi masyarakat, dan semakin kami dapat memahami virus ini dan risiko penyebarannya,” kata Martin Cetron dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat saat panggilan konferensi.

Baik Organisasi Kesehatan Dunia dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa penyakit tersebut dapat menular dari manusia ke manusia.

Pejabat kesehatan Tiongkok di Wuhan untuk sementara waktu menutup pasar hewan hidup dan makanan laut setempat  di pinggiran kota setelah mengaitkan tempat tersebut dengan infeksi. 

Setelah pengamatan medis, pihak berwenang memulangkan 681 dari 763 orang yang memiliki kontak dekat dengan orang yang terinfeksi. Tidak ada infeksi tambahan yang ditemukan di antara mereka.

 Para pasien di Thailand dan Jepang, serta beberapa pasien baru di Tiongkok, belum pernah mengunjungi pasar tersebut.

 Di Hong Kong, rumah sakit umum menerima tujuh pasien lain yang melaporkan gejala pneumonia, naik dari 81 kasus yang diduga sehari sebelumnya. 

Saat ini, 11 dari mereka masih dalam isolasi. Taiwan dan Vietnam juga memantau empat dan dua pasien yang dicurigai. (Vivi/Wid/asr)

Video Rekomendasi :  

Share

Video Popular