- Erabaru - http://m.erabaru.net -

Wabah Flu Burung yang Lebih Mematikan Sedang Menyerang Manas County, Xinjiang

Li Yun – NTDTV

Otoritas Tiongkok pada (20/1/2020) mengumumkan bahwa wabah flu burung yang lebih mematikan sedang menyerang Xinjiang.  Bersamaan, Tahun Baru Imlek semakin dekat, selain wabah flu burung, berbagai wabah penyakit yang aneh bermunculan di daratan Tiongkok, termasuk flu babi Afrika, pes, brucella, infeksi paru-paru misterius Wuhan.

Chinanews.com mengutip berita yang dirilis oleh Kantor Informasi Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan Tiongkok melaporkan bahwa angsa liar di Manas County, Kota Changji, Xinjiang tertular virus H5N6 yang merupakan subtipe dari spesies virus Influenza A yang sangat mematikan.

Laporan menyebutkan bahwa Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan langsung mengirim petugas untuk melakukan desinfeksi lingkungan sekitar dan penanganan angsa liar yang sakit dan mati setelah menerima laporan tentang serangan flu burung lebih ganas di Manas County, Xinjiang.  

Selain flu burung, berbagai wabah aneh bermunculan di daratan Tiongkok, termasuk flu babi Afrika, pes, brucella, infeksi paru-paru misterius Wuhan dan sebagainya.

Pada 20 Januari 2020 pagi, Komisi Kesehatan Kota Wuhan melaporkan bahwa 1 orang lagi pasien yang terinfeksi virus paru-paru misterius Wuhan meninggal dunia. Total sudah ada 136 orang pasien yang meninggal antara 18 – 19 Januari.

Saat ini wabah telah menyebar ke seluruh bagian Tiongkok. Menurut pihak berwenang, jumlah kasus yang dikonfirmasi secara nasional telah meningkat menjadi 218 kasus. Akan tetapi orang luar percaya bahwa angka tersebut sebenarnya jauh lebih tinggi daripada yang dilaporkan oleh pihak berwenang.

Wabah yang menyerang cukup ganas.  Zhong Nanshan, kepala ahli penyakit menular Tiongkok yang pernah menerima gelar dari pemerintah sebagai pejuang melawan SARS,  memimpin kelompok ahli tingkat tinggi menuju kota Wuhan untuk melakukan penyelidikan.

Xi Jinping juga telah memberikan instruksi untuk mengendalikan penyebaran penyakit. Pada saat yang sama agar pihak berwenang menjamin stabilitas dengan memperhatikan opini publik. Perdana Menteri Tiongkok, Li Keqiang  juga mengeluarkan instruksi, meminta otoritas terkait untuk melakukan pekerjaan yang baik dalam mencegah penyebaran wabah termasuk berkomunikasi dengan lembaga internasional.

Namun, dalam 10 hari terakhir, banyak wilayah termasuk Hongkong, Makau, Singapura, Taiwan, Korea Selatan, Thailand, Jepang dan Vietnam, negara-negara tetangga Tiongkok telah tertular oleh penyakit yang gejalanya mirip infeksi paru Wuhan. Banyak dari pasien yang terinfeksi mengaku pernah mendatangi lokasi sumber wabah yakni Pasar Makanan Laut Huanan di Wuhan.

Hongkong saja hingga 17 Januari 2020 sudah tercatat ada 81 kasus penyakit paru yang diduga terserang oleh coronavirus jenis baru. 

Seorang cendekiawan yang mengutip laporan dari pertemuan internal partai Komunis Tiongkok mengungkapkan bahwa tingkat kematian wabah infeksi paru Wuhan melebihi dugaan, yakni mencapai 4%. Kecepatan penyebarannya pun tak berbeda dengan sindrom pernapasan akut berat (SARS) yang pernah terjadi di Tiongkok.

SARS terjadi pada pertengahan bulan November 2002 di 5 kota Provinsi Guandong. Wabah tersebut akhirnya menyebar ke 30 negara di dunia akibat rezim komunis Tiongkok menyembunyikan berita. Akibatnya ada lebih dari 8.000 orang terinfeksi, 919 orang meninggal dunia. Setelah itu, komunis Tiongkok pun tidak bersedia membeberkan kasus dan menganggapnya sebagai rahasia negara.

Saat itu ada orang yang menduga, SARS bisa jadi akan muncul kembali menyerang manusia, bahkan menjadi epidemi yang dianggap musiman atau biasa.

Selain wabah penyakit mirip SARS di Wuhan, Pada 7 Januari 2020, Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan Tiongkok mengumumkan melalui internet bahwa telah ditemukan penyakit mulut dan kuku tipe “O” yang menyerang sapi di Xinjiang. Akibatnya semua ternak   dimusnahkan.

Selain itu, insiden infeksi bakteri kolektif terjadi di Provinsi Gansu, Tiongkok. Pada 2 Januari 2020, Caixin.com melaporkan bahwa lebih dari seribu orang warga Lanzhou telah mendatangi ke-11 rumah sakit lokal untuk mengantri pengujian terhadap penyakit brucella. Dan lebih dari 100 orang telah dikonfirmasi positif terinfeksi bakteri brucella.

Tahun Baru Imlek yang jatuh pada 25 Januari 2020 sudah kian mendekat, dunia luar khawatir terhadap penyebaran berskala besar dari berbagai wabah penyakit yang bersumber dari daratan Tiongkok. (Sin/asr)

Video Rekomendasi :