- Erabaru - http://m.erabaru.net -

Coronavirus Menyebar, Penutupan Kota Wuhan Memicu Kepanikan dan Eksodus Jutaan Warga

oleh Gu Qinger – Epochtimes.com

Wabah pneumonia coronavirus baru di Kota Wuhan, Hubei, Tiongkok sudah tidak terkendali. Sedangkan jumlah kasus pasien terinfeksi terus bertambah. Pada (23/1/2020) dini hari, Walikota Wuhan mengeluarkan pemberitahuan bahwa kota yang berpenduduk sekitar 11 juta jiwa itu akan ditutup mulai jam 10 pagi. Akibatnya, sejumlah besar warga bergegas keluar dari kota yang membahayakan sebelum batas waktu jam 10 pagi.

Pengumuman pemkot Wuhan tentang isolasi kota Wuhan tersebut berbunyi :  Mulai (23/1/2020) pukul 10 pagi, semua sarana transportasi umum seperti bus, kereta bawah tanah, feri, transportasi penumpang jarak jauh akan menghentikan pelayanannya untuk sementara waktu. Kepada warga diimbau untuk tidak meninggalkan kota Wuhan bila tidak ada alasan khusus. Bandara, stasiun Kereta Api dan terowongan yang berhubungan dengan jalan keluar kota juga akan ditutup sementara waktu.

Walikota Wuhan selain meningkatkan kewaspadaan dengan memblokir/menutup kota, juga menginstruksikan warga untuk menggunakan masker bila berada di tempat umum.

Karena pengumuman itu dirilis pada dini hari, jadi warga setempat hanya bisa meninggalkan Wuhan dalam waktu 8 jam. Sehingga fenomena ekstrodus mulai tampak sejak pagi harinya. 

Sejumlah besar warga berbondong-bondong menuju stasiun kereta api berkecepatan tinggi dan stasiun bus. Jalan-jalan ke luar kota juga penuh sesak dengan mobil yang mengantri, semua orang panik ingin segera keluar dari kota sebelum jam 10:00 pagi.

Penulis independen Tiongkok bernama Siwen menulis pesannya di Twitter : “Syukur, sudah berada dalam pesawat yang segera akan terbang meninggalkan kota Wuhan. Semalaman panik dengan penutupan kota Wuhan, Semua orang termasuk nenek, kedua orang mertua yang saat ini sudah bersama saya telah melewati sebuah suasana panik yang belum pernah kita alami sebelumnya. Semoga Tuhan melindungi kota Wuhan ! Pemerintah yang korup, tak tahu malu, mengeluarkan pengumuman di tengah malam !

“Pokoknya bisa secepatnya meninggalkan kota Wuhan, asal bisa mendapatkan tiket Kereta Api, jurusan ke mana saja tidak bermasalah”, komentar beberapa orang warga yang sedang berbaris di depan loket mengatakan kepada reporter media ‘Caixin’.

Seorang pria bermarga Liu yang telah lama bekerja di kota Wuhan sudah mengantongi tiket pulang kampung pada (23/1) untuk merayakan Tahun Baru Imlek. 

“Semalam memang tidur lebih pagi, tetapi karena muncul perasaan kurang enak sehingga terbangun di tengah malam. Kebetulan saya melihat pengumuman walikota tentang penutupan kota Wuhan, sehingga memutuskan untuk secepatnya keluar dari kota sebelum jam penutupan,” katanya.

 Seorang pria bermarga Zhang yang datang dari Beijing mengatakan, bahwa ia datang ke Wuhan pada (20/1) dengan menumpang kereta api berkecepatan tinggi untuk mengunjungi seorang temannya. Ia berencana untuk menghabiskan beberapa hari di Wuhan dan telah memesan sebuah kamar hotel selama seminggu. 

Saat menonton TV dalam hotel yang kebetulan sedang menyiarkan wawancara antara beberapa ahli medis, ia mendengar sendiri komentar Zhong Nanshan yang mengatakan bahwa penyakit infeksi paru Wuhan dapat ditularkan dari manusia ke manusia. Selain itu, sudah ada staf medis yang tertular. Suasana panik tiba-tiba menyelimuti dirinya.

“Saya pikir sudahlah lebih baik cepat kembali, Selama 2 hari di Wuhan, saya tidak berhasil menemui teman dan tidak juga pergi ke mana pun, kecuali berdiam dalam hotel untuk menonton TV dan bermain ponsel,” kata Pria itu. 

Zhang mengatakan, bahwa dia langsung berkemas dan meninggalkan hotel menuju stasiun Kereta Api. Itu tak lama setelah melihat pengumuman walikota melalui siaran TV. 

“Saya seorang turis. Saya tidak ingin terperangkap di kota Wuhan. Saya harus secepatnya keluar dari Wuhan”, katanya.

“Apple Daily” melaporkan, bahwa semakin banyak warga yang berbondong-bondong menuju ke Stasiun Kereta Api Kecepatan Tinggi di Wuhan untuk secepatnya meninggalkan kota Wuhan. Mereka semua berekspresi panik, tegang dan banyak dari mereka menyeret sendiri koper yang tampaknya seperti mau melakukan perjalanan jarak jauh. Sebagian besar mereka adalah anak-anak muda dan yang berusia setengah baya. Karena mesin tiket otomatis yang mencetak tiket kereta api berkecepatan tinggi semua menampilkan tulisan ‘Sedang dalam Perawatan’, sejumlah besar orang memadati kantor tiket untuk membeli tiket atau untuk menukarkan tanggal keberangkatan, sehingga suasananya kacau. Selain itu, ada netizen yang mengambil foto antrian panjang mobil di jalan raya yang menuju keluar kota.

Seorang netizen menulis dalam akunnya di Twitter : Pemblokiran kota Wuhan sudah hampir dapat dipastikan, karena pemerintah Wuhan telah tidak mampu mengendalikan penyebaran coronavirus jenis baru ini. Akar penyebabnya adalah pihak berwenang Wuhan dan bahkan pemerintah Provinsi Hubei berupaya menyembunyikan kebenaran selama sebulan penyakit tersebut berjangkit ! Pejabat menganggap nyawa manusia tidak berharga, membohongi atasan dan menyembunyikan fakta ke bawahan, sehingga kehilangan waktu terbaik untuk membendung sumber penyakit, mencegah epidemi menyebar.

Seorang reporter media daratan Tiongkok mengunjungi Bandara Internasional Tianhe di kota itu. Ia mendapati bahwa sejak pukul 4 pagi pada waktu itu, jumlah kendaraan dan orang yang tiba di aula keberangkatan bandara berangsur meningkat. Menjelang siang hari, hampir semua konter maskapai penuh dengan calon penumpang yang menunggu check-in. Terlihat mereka yang berwajah tegang berada dalam antrian yang sangat panjang.

Hingga 22 Januari 2020 pukul 24:00, Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok telah menerima kabar bahwa pasien yang terinfeksi coronavirus jenis baru dari 25 provinsi atau daerah otonom, kota di seluruh Tiongkok telah bertambah menjadi 571 kasus, termasuk 95 kasus yang tergolong parah dan 17 kasus kematian yang mana keduanya dari Provinsi Hubei.

Beberapa dokter dari rumah sakit lokal yang terkenal memberitahukan kepada wartawan ‘Caixin’ bahwa mereka memperkirakan bahwa jumlah orang yang terinfeksi wabah mungkin mencapai lebih dari 6.000 orang. (Sin/asr)

Video Rekomendasi :