- Erabaru - http://m.erabaru.net -

Epidemi Wuhan Semakin Parah di Luar Dugaan, Pekerja Medis di Rumah Sakit Kenakan Kostum yang Membuat Cemas Pasien

Li Yun/Fan Ming

Saat ini, epidemi pneumonia yang disebabkan coronavirus baru di Wuhan terus menyebar, dan kasus terkait terus dilaporkan dari seluruh pelosok negeri Tiongkok. Seperti dilaporkan NTDTV (21/1/2020) Guangzhou No. 8 People’s Hospital, provinsi Guangdong, Tiongkok, mengeluarkan pemberitahuan mendesak, meminta semua pekerja medis untuk membatalkan liburan mereka dan siap siaga di tempat kerja.  Sementara itu, staf medis mengenakan pakaian pelindung, sehingga memicu kecemasan publik. 

Wabah pneumonia Wuhan yang disebabkan oleh “Virus korona baru (2019-nCoV)”, Tiongkok terus meningkat hingga kini, termasuk kasus infeksi di Beijing, Shenzhen, Shanghai, Zhejiang, Sichuan, Yunnan, Guangxi, dan Shandong.

Guangzhou No. 8 People’s Hospital, provinsi Guangdong, mengeluarkan pemberitahuan mendesak pada tanggal 20 Januari 2020, meminta semua staf untuk membatalkan cuti liburan dan siap siaga di tempat. Keputusan tersebut didasarkan pada pengembangan terbaru “virus corona baru”. Staf medis yang sebelumnya telah mengajukan cuti telah membatalkan liburannya terkait wabah Wuhan.

The Beijing News menyatakan bahwa seorang anggota staf Departemen Keperawatan di Guangzhou No. 8 People’s Hospital, telah mengkonfirmasi bahwa pemberitahuan itu benar dan tidak diketahui kapan bisa cuti kembali. 

Selain itu, WeChat rumah sakit itu juga mengirimkan “surat pemberitahuan kepada warga Guangzhou”, yang menekankan bahwa “bangsal isolasi telah ditutup dan siap menerima pasien yang diduga terkait wabah pneumonia.”

Sekadar diketahui, video yang diedarkan di Weibo terkait staf medis di rumah sakit di Tiongkok yang mengenakan pakaian pelindung untuk menghadapi “coronavirus baru” itu, telah membuat takut dan cemas pasien di sekitar. 

 Wu Zuolai (Baca : U Cuo Lai), seorang sarjana independen di Amerika Serikat, mengatakan di tweeternya, tertanggal 20 Januari 2020, bahwa menurut informasi yang diterima oleh Sekretaris Jenderal Chinese Nursing Association (CNA), Ying Lan dari pertemuan pencegahan dan pengendalian epidemi pihak berwenang Tiongkok,  tingkat keparahan epidemi kali ini jauh lebih dari yang dibayangkan. Tercatat dengan tingkat parah 14% dan tingkat kematian 4%. Wabah ini mirip dengan SARS.

Sementara itu, pejabat Komunis Tiongkok telah mengkonfirmasi bahwa situasi epidemi dapat menular dari orang ke orang, dan penularan secara kelompok telah terjadi, yaitu seluruh keluarga terinfeksi.

 Hingga 20 Januari 2020, media resmi Komunis Tiongkok mengklaim bahwa ada 224 kasus di Tiongkok dan setidaknya 217 kasus dikonfirmasi, menyebabkan 3 orang tewas.

[1]
Guangzhou No. 8 People’s Hospital, provinsi Guangdong, mengeluarkan pemberitahuan mendesak pada tanggal 20 Januari, meminta semua staf medis untuk membatalkan cuti liburan dan siap siaga di tempat. (Gambar komposit)

Sehubungan dengan wabah itu, Lai Shiow Suey, seorang profesor emeritus dan pakar virus di National Taiwan University-NTU School of Veterinary Medicine, mengatakan bahwa dari sejarah epidemi yang ditutupi Tiongkok di masa lalu, ia memperkirakan mungkin ada lebih dari 3.000 kasus wabah pneumonia.

Dia mengatakan bahwa Pasar Makanan Laut China Selatan di Wuhan, tempat merebaknya epidemi, tidak hanya menjual makanan laut, tetapi juga hewan-hewan lain, seperti kelelawar dan sebagainya. 

Di masa lalu, SARS terinfeksi dari kelelawar ke musang bulan, galing atau musang bertopeng yakni sejenis musang yang berasal dari Asia Timur dan Asia Tenggara. Sementara MERS atau sindrom pernafasan Timur Tengah terinfeksi dari kelelawar ke unta, kemudian dari unta menular ke manusia. Oleh karenanya juga sangat mengerikan.

Profesor Lai Shiow Suey mengatakan bahwa Tiongkok dan Organisasi Kesehatan Dunia tidak tahu bahwa coronavirus  adalah “virus RNA, yang sangat mudah bermutasi. Dan akan bermutasi menjadi virus yang kuat setelah menular ke beberapa generasi, dengan tingkat kematian yang tinggi dan penyebarannya juga yang cepat.

Profesor Lai Shiow Suey dengan blak-blakan mengatakan bahwa pneumonia Wuhan yang disebabkan oleh coronavirus di Tiongkok kali ini sangat mengerikan, dan tentu saja dapat menular dari “orang-ke-orang.”

[2]
Screenshoot WEIBO

Dalam beberapa hari terakhir, berita dari berbagai jaringan online yang diduga berasal dari medikal Wuhan dan anggota keluarga pasien mengungkapkan, bahwa banyak pasien meninggal dunia di Tiongkok, dan banyak staf medis juga dalam kondisi kritis karena terinfeksi wabah mematikan ini. (jon)

Video Rekomendasi :