Di Kota Wuhan, penghalang jalan diberlakukan untuk membendung penyebaran virus korona, menurut laporan kantor berita Reuters. Pihak berwenang setempat di kota itu disebut telah membangun rumah sakit darurat dengan 1.000 tempat tidur baru untuk pasien terjangkit virus. Pada pekan depan rumah sakit sudah bisa difungsikan seperti dalam laporan Reuters.  

Di luar Provinsi Hubei, situs objek wisata ditutup dan acara publik dibatalkan sebelum festival Tahun Baru Imlek. 

Menurut media daratan Tiongkok, Kota Terlarang di Beijing, beberapa bagian Tembok Besar dekat Beijing, dan Shanghai Disneyland akan ditutup mulai 25 Januari.

Di provinsi selatan Guangdong, pihak berwenang meminta bioskop di provinsi itu untuk tutup hingga akhir Tahun Baru Imlek.

Kantor Umum Dewan Negara yang mirip kabinet, mengumumkan akan mengirimkan pejabat untuk mengawasi pemerintah daerah dan lembaga dalam menangani krisis.

Pengumuman tersebut menyatakan, bahwa mereka yang dianggap bertanggung jawab atas “lambat melaporkan, menutupi, dan gagal melaporkan” situasi regional akan “ditindak dengan keras sesuai dengan hukum.”

Seorang pejabat Tiongkok diketahui terjangkit virus itu. Menurut media pemerintah Tiongkok, The Paper, Huang Mouhong, wakil kepala biro di Departemen Perdagangan Provinsi di Hubei, telah dinyatakan positif.

Penyebaran di Luar negeri

Di luar Tiongkok, Korea Selatan dan Jepang melaporkan kasus kedua yang dikonfirmasi. Taiwan juga melaporkan dua kasus tambahan yang dikonfirmasi, sehingga total menjadi tiga kasus.

Virus ini telah terdeteksi di Thailand, Vietnam, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Amerika Serikat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 23 Januari 2020 mendeklarasikan coronavirus baru sebagai keadaan darurat bagi Tiongkok, tetapi tak menunjuknya sebagai epidemi yang menjadi perhatian internasional.

Di Taiwan, pihak berwenang mengkonfirmasi dua kasus baru — seorang wanita dari Tiongkok dan seorang pria Taiwan. Keduanya berusia 50-an tahun — terhadap coronavirus. Keduanya dikarantina di rumah sakit. Pulau ini sekarang memiliki tiga kasus coronavirus yang dikonfirmasi.

Menurut kantor berita Yonhap News Agency Korea Selatan, seorang pria Korea Selatan berusia 55 tahun, yang telah bekerja di Wuhan,  dinyatakan positif terkena coronavirus. 

Sebelum kembali ke Korea Selatan pada 22 Januari lalu, pria itu mengunjungi klinik di Tiongkok untuk gejala flu, termasuk sakit tenggorokan.

Di Jepang, seorang pria Wuhan berusia 40-an yang mengunjungi Jepang telah dinyatakan positif terkena Coronavirus, menurut media setempat. 

Sebelum tiba di Jepang pada 19 Januari, pria itu dua kali mengunjungi rumah sakit di Tiongkok pada 15 Januari dan 17 Januari. Sehari setelah kedatangannya di Jepang, lelaki itu pergi ke rumah sakit karena menderita demam dan sakit tenggorokan. 

Selama pemeriksaan kedua pada 22 Januari 2020, dokter mengkonfirmasi bahwa dia terinfeksi virus Wuhan.

Share

Video Popular