- Erabaru - http://m.erabaru.net -

Coronavirus Menyebar, Pengisolasian Kota di Tiongkok Diperluas! Termasuk 13 Kota dengan 40 Juta Penduduk Dikarantina Massal

Frank Fang – The Epochtimes

Otoritas Tiongkok memperluas penutupan dan mengisolasi tempat-tempat wisata menjelang Tahun Baru Imlek. Langkah tersebut bertujuan untuk membendung wabah coronavirus yang sudah menyebar kepada hampir semua wilayah di negara itu. 

Jumlah kasus yang dikonfirmasi dari coronavirus baru disebut telah melampaui 880 pasien di Tiongkok, dengan 26 kematian yang dikonfirmasi. Virus yang berasal dari pusat kota Wuhan itu telah menyebar ke setiap wilayah di Tiongkok kecuali di Tibet.

Pihak berwenang telah menempatkan 13 kota di Provinsi Hubei, wilayah di mana Kota Wuhan berada, di bawah penutupan transportasi sekaligus mengkarantina secara massal sekitar 40 juta penduduk. 

Di luar episentrum, ada banyak pembatalan kegiatan perayaan Tahun Baru Imlek dan tempat-tempat wisata, termasuk Kota Terlarang Beijing, beberapa wilayah Tembok Besar, dan Shanghai Disneyland.

Kematian kedua di luar pusat penyebaran penyakit dilaporkan di Suihua, sebuah kota di Provinsi Heilongjiang, Tiongkok Utara. 

Kematian pertama yang terjadi di luar Hubei dilaporkan di Provinsi Hebei pada 23 Januari 2020. Wilayah Provinsi Hubei dan Hebei adalah provinsi yang tidak saling berbatasan.

Di provinsi Qinghai, seorang pria berusia 27 tahun, yang bekerja di Wuhan, dikarantina di rumah sakit setempat karena kemungkinan terinfeksi coronavirus, menurut portal berita Tiongkok, Sina. 

Kasus terakhir suspek meninggalkan Tibet, sebagai satu-satunya wilayah di Tiongkok tanpa ada kasus suspekvirus tersebut.

Menanggapi krisis, lebih banyak kota dan provinsi telah meningkatkan tanggap darurat mereka pada level satu, yang tertinggi dari sistem empat tingkat di Tiongkok. Kota-kota dan provinsi-provinsi ini sekarang termasuk Hubei, Guangdong, Hunan, Zhejiang, Hubei, Anhui, Tianjin, Beijing, dan Shanghai. Lebih banyak kota di Hubei ditutup selain Kota Wuhan. 

Menurut media Tiongkok, setidaknya 13 kota telah memberlakukan larangan mereka sendiri terhadap transportasi umum, termasuk Ezhou, Xiantao, Zhijiang, Qianjiang, Huanggang, Chibi, Xianning, Jingmen, Dangyang, dan Huangshi.

Di Kota Wuhan, penghalang jalan diberlakukan untuk membendung penyebaran virus korona, menurut laporan kantor berita Reuters. Pihak berwenang setempat di kota itu disebut telah membangun rumah sakit darurat dengan 1.000 tempat tidur baru untuk pasien terjangkit virus. Pada pekan depan rumah sakit sudah bisa difungsikan seperti dalam laporan Reuters.  

Di luar Provinsi Hubei, situs objek wisata ditutup dan acara publik dibatalkan sebelum festival Tahun Baru Imlek. 

Menurut media daratan Tiongkok, Kota Terlarang di Beijing, beberapa bagian Tembok Besar dekat Beijing, dan Shanghai Disneyland akan ditutup mulai 25 Januari.

Di provinsi selatan Guangdong, pihak berwenang meminta bioskop di provinsi itu untuk tutup hingga akhir Tahun Baru Imlek.

Kantor Umum Dewan Negara yang mirip kabinet, mengumumkan akan mengirimkan pejabat untuk mengawasi pemerintah daerah dan lembaga dalam menangani krisis.

Pengumuman tersebut menyatakan, bahwa mereka yang dianggap bertanggung jawab atas “lambat melaporkan, menutupi, dan gagal melaporkan” situasi regional akan “ditindak dengan keras sesuai dengan hukum.”

Seorang pejabat Tiongkok diketahui terjangkit virus itu. Menurut media pemerintah Tiongkok, The Paper, Huang Mouhong, wakil kepala biro di Departemen Perdagangan Provinsi di Hubei, telah dinyatakan positif.

Penyebaran di Luar negeri

Di luar Tiongkok, Korea Selatan dan Jepang melaporkan kasus kedua yang dikonfirmasi. Taiwan juga melaporkan dua kasus tambahan yang dikonfirmasi, sehingga total menjadi tiga kasus.

Virus ini telah terdeteksi di Thailand, Vietnam, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Amerika Serikat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 23 Januari 2020 mendeklarasikan coronavirus baru sebagai keadaan darurat bagi Tiongkok, tetapi tak menunjuknya sebagai epidemi yang menjadi perhatian internasional.

Di Taiwan, pihak berwenang mengkonfirmasi dua kasus baru — seorang wanita dari Tiongkok dan seorang pria Taiwan. Keduanya berusia 50-an tahun — terhadap coronavirus. Keduanya dikarantina di rumah sakit. Pulau ini sekarang memiliki tiga kasus coronavirus yang dikonfirmasi.

Menurut kantor berita Yonhap News Agency Korea Selatan, seorang pria Korea Selatan berusia 55 tahun, yang telah bekerja di Wuhan,  dinyatakan positif terkena coronavirus. 

Sebelum kembali ke Korea Selatan pada 22 Januari lalu, pria itu mengunjungi klinik di Tiongkok untuk gejala flu, termasuk sakit tenggorokan.

Di Jepang, seorang pria Wuhan berusia 40-an yang mengunjungi Jepang telah dinyatakan positif terkena Coronavirus, menurut media setempat. 

Sebelum tiba di Jepang pada 19 Januari, pria itu dua kali mengunjungi rumah sakit di Tiongkok pada 15 Januari dan 17 Januari. Sehari setelah kedatangannya di Jepang, lelaki itu pergi ke rumah sakit karena menderita demam dan sakit tenggorokan. 

Selama pemeriksaan kedua pada 22 Januari 2020, dokter mengkonfirmasi bahwa dia terinfeksi virus Wuhan.

Pada 23 Januari, Departemen Luar Negeri AS memperbarui travel advisory ke Tingkat 4, mendesak warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke Provinsi Hubei. Departeman itu mengumumkan, bahwa mereka telah memerintahkan kepergian semua personel Amerika Serikat yang tidak darurat dan anggota keluarga mereka dari provinsi tersebut.

Di Hong Kong, perusahaan pariwisata lokal resmi membatalkan grup wisata ke Tiongkok selama Tahun Baru Imlek. Menurut media Hong Kong HK01, sebanyak 90.000 orang terkena dampak akibat pembatalan itu.

Sementara, jumlah kasus suspek di Hong Kong telah meningkat menjadi 66 suspek, sehingga totalnya menjadi 236 suspek. Masih ada dua kasus yang dikonfirmasi dari coronavirus di Hong Kong.

Otoritas Taiwan telah mengumumkan larangan ekspor masker bedah dan masker wajah N95 untuk meredakan ketakutan publik bahwa mungkin ada kekurangan masker wajah.

HK01 melaporkan bahwa warga daratan Tiongkok membeli masker dari pasar farmasi di distrik perbelanjaan Mongkok, Hong Kong.

Di Eropa, Finlandia melaporkan dua kasus suspek  di desa Ivalo — mereka merupakan turis Tiongkok dari Wuhan. Di kota pelabuhan Italia, Bari, seorang penyanyi yang baru-baru ini tampil di Wuhan diduga mengidap coronavirus.

Menurut laporan BBC, ada 14 kasus suspek  di Inggris, semuanya baru-baru ini pergi ke Wuhan. Di Australia, dua dari empat kasus suspek sudah bebas dari coronavirus, menurut laporan media lokal ABC. (asr)

Ikuti Frank di Twitter: @HwaiDer

Video Rekomendasi :