- Erabaru - http://m.erabaru.net -

Dokter di Tiongkok Khawatir Memburuknya Wabah Pneumonia Wuhan

Secretchina/The Epochtimes

Seorang dokter di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok yang telah merawat pasien dengan pneumonia Wuhan mengungkapkan beberapa informasi yang mengkhawatirkan tentang virus baru tersebut. Ia menyatakan kekhawatirannya bahwa penyakit ini akan berada di luar kendali dalam beberapa bulan ke depan karena lambannya respon  dari pihak berwenang dan kurangnya transparansi.

Dokter, bermarga Xu, berbicara kepada media berbahasa Tionghoa, Secretchina.com [1] dengan syarat anonim pada 24 Januari 2020.

Dia mengungkapkan bahwa pada 31 Desember 2019, sebanyak 27 pasien dipastikan telah terinfeksi oleh coronavirus, Akan tetapi pejabat kesehatan masyarakat Wuhan memutuskan untuk tidak memberitahukannya kepada masyarakat tentang penyakit baru tersebut. 

Selain itu, beberapa fitur dari coronavirus novel membuatnya lebih berbahaya daripada SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome).

Rumah Sakit Wuhan Tidak Dapat Menangani Wabah

Xu mengungkapkan bahwa rumah sakit di Wuhan tidak memiliki kapasitas untuk menangani jumlah pasien saat ini. Semua tempat tidur rumah sakit telah ditempati. Bahkan, banyak yang perlu dirawat di rumah sakit tidak bisa masuk. 

Tes kit yang baru dikembangkan untuk coronavirus didistribusikan ke rumah sakit kelas atas secara eksklusif. Akan tetapi hanya dalam jumlah terbatas. Berarti rumah sakit lain berada pada posisi yang kurang menguntungkan dalam hal penanganan penyakit.

Selain itu, tes diagnosis coronavirus membutuhkan laboratorium biosafety yang dapat menangani penyakit menular kategori A. Penyakit kategori A, seperti ebola atau antraks, menimbulkan risiko tertinggi bagi keamanan nasional dan kesehatan masyarakat. 

Beberapa rumah sakit kelas atas di Tiongkok tidak dilengkapi fasiltias untuk melakukan tes diagnosis.Saat ini, rumah sakit di Wuhan hanya dapat melakukan tes diagnosis pada pasien yang sakit parah. Mereka yang tampaknya memiliki gejala ringan disuruh pulang dan memantau kondisinya, ungkap Xu.

Menutupi Fakta Adalah Kesalahan Terbesar

Xu mengatakan, dia percaya bahwa selama tahap awal wabah virus, situasinya dapat dikendalikan. “Organisasi kesehatan masyarakat Wuhan mendeteksi virus baru ketika penyakit itu mulai muncul di antara pasien di Wuhan,” kata Xu. 

“Pada 31 Desember 2019, Komisi Kesehatan Wuhan memberitahukan kepada otoritas yang lebih tinggi tentang mereka menemukan 27 pasien yang terinfeksi virus baru, dan semua pasien ini ditempatkan di bawah karantina ketat. Pada 8 Januari, para ahli virologi mengidentifikasi virus, dan menyelesaikan pengurutan gen selama dua hari kemudian. ”

Namun demikian, pejabat kesehatan masyarakat Wuhan melakukan kesalahan dengan tidak memberitahukan kepada masyarakat dengan tepat waktu, kata Xu.

“Pejabat kesehatan masyarakat mengadopsi kebijakan yang disebut ‘kontrol ketat] secara internal, sambil bersantai [menangani] eksternal.’ Ini berarti bahwa petugas medis harus mengkarantina pasien dengan ketat dan memberikan perawatan di rumah sakit, sementara pihak berwenang hanya mengungkapkan sedikit informasi (dari penyakit) ke publik, ”katanya.

Untuk penyakit yang menular dan mematikan seperti pneumonia Wuhan, Xu menunjukkan bahwa pihak berwenang seharusnya berbuat lebih banyak untuk memperingatkan kepada publik tentang seriusnya situasi yang terjadi.

“Mereka seharusnya mendesak masyarakat untuk menghentikan migrasi massal, berkumpul, dan mengingatkan mereka untuk memakai masker dan mencuci tangan sesering mungkin. Pikirkan itu, justru karena warga sipil tidak menyadari keseriusan masalah ini dan pentingnya pencegahan bahwa ada perjamuan besar 40.000 keluarga di tengah-tengah seriusnya wabah. Bahkan, ketika seseorang terinfeksi, dia pada awalnya mungkin tidak menganggapnya serius dan tidak akan pergi ke rumah sakit untuk menerima perawatan. “

Pada 18 Januari 2020, lebih dari 40.000 keluarga di Wuhan menghadiri perjamuan meriah untuk merayakan Tahun Baru, yang jatuh pada hari ke-23 bulan ke-12 dalam kalender Lunar. Itu terjadi dua hari sebelum pihak berwenang Tiongkok mengumumkan bahwa pneumonia Wuhan telah dipastikan menyebar melalui kontak antar manusia.

Pneumonia Wuhan Lebih Berat Ditangani dari SARS

Berdasarkan pengamatan Xu, coronavirus baru yang menyebabkan pneumonia Wuhan sulit dideteksi karena menyebar dengan cepat, membuatnya jauh lebih berbahaya daripada SARS.

“Saat terinfeksi, gejala awalnya bisa sangat ringan, seperti lemas, batuk kering, atau demam ringan. Itu berarti kita bahkan tidak bisa menskrening pasien berdasarkan suhu tubuh. Beberapa pasien yang masih dalam masa inkubasi virus tidak memiliki gejala sama sekali. Virus baru ini berbeda dari SARS karena beberapa gejala pasien tampak ringan, tetapi mereka tetap membawa virus dan dapat menyebarkannya kepada orang lain,” jelas Xu.

Dia berpikir bahwa itulah salah satu alasan utama penyakit ini menyebar begitu cepat.

“Kelompok pasien yang pertama sebagian besar memiliki koneksi dengan Pasar Huanan, tetapi kelompok kedua tidak ada hubungannya dengan pasar itu. Dalam retrospeksi, saya berpikir bahwa orang yang terkena virus, tetapi menunjukkan sedikit atau tanpa gejala, masih dapat menginfeksi orang lain di sekitar mereka jika mereka tidak pergi ke rumah sakit untuk perawatan. “

Xu mengatakan, beberapa dokter di departemen lain di rumah sakitnya terinfeksi oleh pasien yang menunjukkan sedikit atau tidak ada gejala pneumonia Wuhan.

“Departemen kami telah mengambil pencegahan biosafety yang memadai sejak 31 Desember, akan tetapi dokter di departemen lain tidak memiliki tingkat pencegahan ini karena mereka tidak mengantisipasi hal-hal seperti itu akan terjadi,” tambah Xu.

Xu, yang berasal dari Wuhan, adalah seorang mahasiswa kedokteran di Beijing selama wabah SARS pada tahun 2003. Dia ingat dengan betul bagaimana rumah sakit Beijing mengidentifikasi dan mengisolasi pasien SARS.

“Beberapa rumah sakit di Beijing tidak memiliki kit diagnosis saat itu. Tapi pasien yang mungkin terinfeksi SARS dikarantina, ”katanya. 

“Ketika berada di Wuhan, banyak pasien yang diduga menderita pneumonia dipulangkan ke rumah. Juga, beberapa pasien mencari perawatan pada lebih dari satu rumah sakit karena hampir semua rumah sakit di kota ini terlalu ramai. Mereka akan berhubungan dengan banyak orang lain di antrean, jika mereka menggunakan transportasi umum untuk pergi ke rumah sakit, risiko penyebaran penyakit ini bahkan lebih tinggi. ”

Xu menambahkan : Pemahaman kami saat ini tentang virus tidak cukup.

Xu mengatakan, dia yakin wabah yang lebih besar belum muncul. Virus ini akan menyebar lebih jauh ketika orang-orang kembali bekerja dari kota asal mereka setelah Tahun Baru Imlek, yang menyebabkan wabah serius lainnya di kota-kota dengan kepadatan penduduk.

Dia berharap penyebaran penyakit ini akan melambat pada Mei mendatang.  “Di satu sisi, saya pikir kita secara bertahap akan memiliki lebih banyak kontrol dan langkah-langkah pencegahan diberlakukan. Di sisi lain, coronavirus tidak menyukai cuaca panas. Ketika panas, itu akan membantu untuk menekan virus. Sekarang saya siap untuk melanjutkan pertempuran hingga Mei, ” katanya. (asr) 

Video Rekomendasi :