- Erabaru - http://m.erabaru.net -

Media-media Corong Komunis Tiongkok Meremehkan Memburuknya Wabah Novel Coronavirus

Nicole Hao – The Epochtimes

Berdasarkan penelusuran The Epochtimes berikut buktinya, ketika wabah virus yang mematikan meningkat di seluruh daratan Tiongkok, media corong pemerintahan Komunis Tiongkok justru berusaha untuk mengecilkan berita dengan menyoroti topik yang berkaitan dengan perayaan Tahun Baru Imlek.

Novel Coronavirus, yang berasal dari Kota Wuhan di Tiongkok bagian tengah, disebut telah menginfeksi lebih dari 1.100 orang dan merenggut 41 nyawa di negara itu. Lebih jauh lagi, virus ini telah menyebar ke setiap wilayah di Tiongkok kecuali Tibet. Virus tersebut telah terdeteksi di beberapa negara di Asia, serta Amerika Serikat dan Prancis.

Wuhan dan 12 kota lainnya di provinsi itu diisolasi, menyebabkan lebih dari puluhan juta orang dikarantina. Sementara itu, rumah sakit di Wuhan telah dibanjiri pasien. Pihak rumah sakit terus berjibaku untuk mengatasi penanganan krisis.

Meskipun suasana kritis semakin mengganasnya virus berbahaya, media corong Komunis Tiongkok pada tanggal 24 Januari dan 25 Januari 2020 memimpin dengan kisah-kisah tentang Tahun Baru Imlek di situs web mereka dan edisi cetak, sambil menempatkan cerita yang berkaitan dengan virus di posisi yang kurang menonjol. 

Tahun Baru Imlek jatuh pada hari Sabtu 25 Januari 2020. Liputan media yang meredam situasi sejalan dengan bungkamnya para pemimpin rezim Komunis Tiongkok dalam mengatasi krisis secara langsung. 

Pemimpin Komunis Tiongkok Xi Jinping tidak menyebut wabah itu dalam pidatonya di Tahun Baru Imlek di Beijing pada 23 Januari 2020.

“Xi Jinping yang tidak menyebutkan epidemi adalah bukti bahwa wabah ini sangat serius,” kata Tang Jingyuan, seorang komentator Tiongkok yang berbasis di AS mengatakan kepada The Epoch Times pada 24 Januari lalu.

“Budaya Partai Komunis Tiongkok adalah para pejabat tidak akan berbicara tentang insiden yang serius sebelum adanya perkembangan positif,” kata Tang. 

“Dengan kata lain, pejabat Komunis tiongkok hanya berbicara tentang pencapaian,” tambahnya.

Membisunya Media Corong Pemerintah

Pada pukul 01:00 waktu setempat pada tanggal 25 Januari 2020, halaman depan situs web kantor berita resmi rejim tersebut, Xinhua Net, mendaftarkan berita terkait virus di posisi ketujuh. 

Berita utama adalah pada kegiatan Xi selama Tahun Baru Imlek, dan kisah-kisah terkait Tahun Baru lainnya.

[1]
Situs web Xinhua Net melaporkan epidemi fatal pada cerita ketujuh pada pagi hari tanggal 25 Januari. (Screenshot)

Story ketiga belas yang masuk dalam daftar adalah sekitar 830 orang yang telah didiagnosis dengan virus di Tiongkok, jumlah yang sejak itu meningkat menjadi lebih dari 900 orang.

Sementara itu, surat kabar corong resmi Komunis Tiongkok, The People’s Daily pada edisi 24 Januari 2020 tidak menampilkan berita tentang virus Wuhan di sampul halaman depannya. Sebaliknya, satu-satunya bagian dari krisis itu hanya muncul di sudut kanan bawah pada halaman 4 — halaman terakhir dari surat kabar itu.

[2]
The People’s Daily melaporkan pneumonia Wuhan di sudut kanan bawah halaman 4 dari empat halaman berita pada 24 Januari 2020. (tangkapan layar)

Pada pukul 3:30 pagi waktu setempat pada 25 Januari 2020, tidak ada berita terkait virus di bagian berita utama situs web CCTV, media penyiaran pemerintah. 

Berita utama terkait virus tidak muncul sampai di laman kemudian, menjadi laporan tentang pengumuman dari Dewan Negara seperti kabinet Tiongkok yang mengharuskan pemerintah daerah untuk melaporkan kondisi wabah tanpa penundaan.

[3]
Media CCTV pemerintahan Komunis Tiongkok tidak melaporkan pneumonia coronavirus baru dalam berita utama di situs webnya pada pagi hari tanggal 25 Januari. (Screenshot)

Propaganda

Selama Gala Festival Musim Semi tahun ini, acara tahunan yang disiarkan oleh CCTV pada malam Tahun Baru Imlek, rezim Komunis Tiongkok menggunakan propaganda untuk mengatasi krisis Wuhan.

Pada Jumat malam, enam penyiar CCTV memuji Xi, Partai Komunis Tiongkok, tindakan penguncian, dan staf medis di Wuhan selama 7 menit segmen berjudul “Jembatan Cinta.”

Segmen tersebut termasuk rekaman perawat dan dokter yang bekerja di rumah sakit, seorang pasien dibawa di sebuah brankar dorong, dan pasien yang dirawat di unit perawatan intensif.

Salah seorang penyiar acara Haixia mengutip contoh pemain tenis Tiongkok yang mengalahkan Serena Williams di Australia open sebagai model bagi orang-orang Tiongkok:  “Kami akan menang jika kami berani mencoba yang terbaik.”

Penyiar lain berakhir dengan sorakan “Go Wuhan,” ketika penyiar lain mengatakan : “Go, Tiongkok!” (asr)

Video Rekomendasi :