Erabaru.net. Seorang pemilik restoran di Chiang Mai, Thailand, mengatakan pada hari Minggu (2/2) dia diperintahkan oleh Polisi Turis untuk menghapus papan nama yang melarang pelanggan dari Tiongkok makan di sana.

Waraphat Thapiang, pemilik Kloijai Khaosoi di distrik Mae On, mengatakan dia memasang pemberitahuan itu karena takut akan wabah virus corona Wuhan, tetapi foto-foto dari tanda itu segera beredar di internet dan mendorong polisi untuk mengunjungi tempat usahannya.

Ilustrasi.(Foto: chiangraitimes)

Polisi Turis memberi tahu dia bahwa tanda itu mungkin “memengaruhi keamanan nasional”, dan menyuruhnya mengubah kata-kata menjadi “Kami kehabisan makanan”, dalam bahasa Mandarin, yang dia patuhi, meskipun Waraphat mengatakan perubahan itu membuatnya “tidak nyaman”.

“Saya merasa sangat tidak nyaman,” kata wanita pengusaha berusia 33 tahun itu. “Saya menulis tanda pertama itu karena saya tidak tahu yang mana salah satu pelanggan dari Tiongkok yang [makan] di restoran saya terinfeksi.”

Tanda itu tampaknya pertama kali diposting di grup Facebook, di mana pengguna bertanya, : “Apakah ini hal yang benar untuk dilakukan?”

Foto itu segera dibagikan secara luas, menarik baik yang setuju maupun yang tidak setuju dengan tindakan Waraphat .

Berbicara kepada wartawan pada hari Minggu, pemilik restoran itu mengatakan dia memposting pemberitahuan itu setelah sekelompok pelanggan Thailand meninggalkan restorannya ketika mereka mendengar bahwa turis Tiongkok makan di tempatnya.

Ilustrasi. (Foto: chiangraitimes)

Sejauh ini di Thailand terdapat 14 kasus infeksi virus corona yang telah dikonfirmasi, semuanya kecuali dua dari mereka adalah wisatawan dari Tiongkok daratan.

Meskipun ada permintaan di media sosial, sejauh ini pemerintah telah menolak untuk menangguhkan visa bagi wisatawan Tiongkok yang memasuki negara itu.(yn)

Sumber: khaosodenglish

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular