The Epochtimes

Novel Coronavirus yang berasal dari Wuhan  menyebabkan kematian kedua di luar daratan Tiongkok. Di Hong Kong, Rumah Sakit Princess Margaret  mengonfirmasi bahwa seorang penduduk lokal berusia 39 tahun, meninggal dunia akibat virus itu di pagi hari setelah jantungnya berhenti berdetak. 

Menurut laporan media Hong Kong, pria itu memiliki riwayat perjalanan ke Tiongkok. Dia melakukan perjalanan dari Hong Kong ke Wuhan dengan kereta api cepat pada (21/1/2020). Ia kembali dua hari kemudian setelah naik kereta lain di Stasiun Kereta Api  Changsha di Provinsi Hunan, Tiongkok.

Pada (29/1/2020), ia mulai mengalami nyeri otot dan kemudian demam. Dia segera diisolasi di Rumah Sakit Queen Elizabeth di mana dia awalnya menerima perawatan.

Dia dinyatakan positif mengidap virus corona pada  31 Januari sebagai kasus ke-13 dari suspek virus corona di Hong Kong. Di Hong Kong terdapat 14 kasus virus lain yang diketahui — di antaranya adalah seorang wanita dari pria berusia 72 tahun.

Menurut media Hong Kong, pria itu tak mengunjungi pasar basah, pasar makanan laut, atau bersentuhan dengan binatang liar sebelum ia dinyatakan positif terkena virus corona.

Wabah novel coronavirus yang melonjak tajam dimulai di Wuhan, sebuah kota di Provinsi Hubei, Tiongkok. 

Otoritas kesehatan di kota itu mengatakan mereka mencurigai jenis virus 2019-nCoV berasal dari pasar setempat di mana hewan liar, seperti landak dan ular dijual.

Sejumlah pejabat kesehatan Hong Kong belum mengkonfirmasi kematian tersebut. Media lokal melaporkan bahwa Departemen Kesehatan dan Otoritas Rumah Sakit Hong Kong, sebuah badan hukum yang mengelola layanan rumah sakit umum Hong Kong, akan mengadakan konferensi pers bersama untuk membahas korban coronavirus pertama di kota itu.

Kematian Pertama Di Luar Tiongkok

Kematian pertama di luar Tiongkok dilaporkan terjadi di Filipina pada 2 Februari 2020.  Pria Tiongkok berusia 44 tahun dari Wuhan yang meninggal dunia karena virus itu. 

Dia adalah kasus suspek  yang dikonfirmasi kedua di negara Asia Tenggara dan seorang pendamping wanita yang merupakan kasus pertama yang dikonfirmasi. Virus corona baru telah menyebar ke lebih dari 20 negara dan wilayah di Asia, Eropa, Timur Tengah, Amerika Utara, dan Oseania.

Di luar Tiongkok, Jepang adalah negara dengan kasus Coronavirus paling banyak dengan 20 kasus, diikuti oleh Thailand dengan 19 kasus, Singapura 18 kasus, Korea Selatan 16 kasus dan Jerman dan Australia masing-masing 12 kasus

Di Korea Selatan, kasus terakhir yang dikonfirmasi melibatkan seorang wanita Korea berusia 42 tahun yang menderita flu pada 25 Januari 2020, menurut siaran pers 4 Februari dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan.

Sebelum itu, dia mengunjungi Thailand dan kembali ke Korea Selatan pada 19 Januari. Dia dinyatakan positif terkena virus corona pada 4 Februari. Pada saat berita ini dilaporkan, wanita Korea itu tak memiliki riwayat perjalanan ke Tiongkok dalam waktu dekat. (asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular