Erabaru.net. Kementerian kesehatan Jepang mengumumkan karantina terhadap sebuah kapal pesiar yang tiba di Yokohama pada (3/2/2020).  Itu setelah seorang penumpang pria pada belakangan ini diketahui terinfeksi novel coronavirus. Kini, penyebaran virus itu memicu karantina massal di kota-kota daratan Tiongkok dan kekhawatiran atas kesehatan global.

Seperti dilaporkan Kyodonews yang dikutip oleh The Epochtimes, Kementerian Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan Jepang mengumumkan bahwa puluhan petugas karantina memeriksa kesehatan terhadap sekitar 2.500 penumpang di sebuah kapal pesiar. 

Princess Cruises, sebagai anak perusahaan dari Carnival Cruises, mengatakan kepada Bloomberg, seorang penumpang naik ke kapal Diamond Princess di Yokohama pada 20 Januari dan turun pada 25 Januari di Hong Kong. Kapal kemudian melanjutkan perjalanannya untuk membawa penumpang lainnya ke Yokohama. Pada hari Sabtu berikutnya, penumpang itu dinyatakan positif terkena virus corona.

Perusahaan mengatakan bahwa sebanyak 2.666 penumpang dan 1.045 awak berada di atas kapal yang dikarantina. 

“Tinjauan terhadap para tamu dan kru yang tiba, oleh otoritas kesehatan Jepang, adalah praktik standar setelah seorang tamu dinyatakan positif mengidap coronavirus dan kami bekerja sama dengan pihak berwenang setempat  memberikan catatan terperinci untuk memfasilitasi tinjauan mereka,” kata Princess dalam pernyataannya kepada sejumlah kantor berita.

Jepang sejauh ini mengkonfirmasi atas 20 kasus novel corona virus. Akan  tetapi sebagian besar pasien baru-baru ini berada di Wuhan, kota yang terkena virus corona di mana virus tersebut berasal.

Pekan lalu, sekitar 6.000 penumpang tertahan di sebuah kapal pesiar di lepas pantai Italia, setelah otoritas kesehatan menempatkan kapal dalam status karantina karena kekhawatiran atas virus corona. Seorang wanita Tionghoa yang sakit memicu ketakutan.

Pejabat pelayaran “telah mengkonfirmasi bahwa pejabat kesehatan Italia mendiagnosis seorang penumpang di atas kapal yang berlabuh di Civitavecchia, utara Roma, Italia dengan flu biasa,” menurut pernyataan dari Carnival Cruises dan anak perusahaannya yang berbasis di Italia Costa Cruises pada 30 Januari 2020 .

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pekan lalu mendeklarasikan darurat kesehatan masyarakat global atas virus tersebut. Pengumuman itu memicu lebih luas karantina dan penutupan di Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok.  

Ada sejumlah kasus koronavirus yang telah dikonfirmasi di sekitar 20 negara lain, termasuk Italia.

Sementara itu, rezim Komunis Tiongkok tak mengizinkan pakar Amerika masuk ke negara itu, sebagaimana diungkapkan oleh seorang pejabat kesehatan Amerika Serikat. 

Dr. Nancy Messonnier, direktur Pusat Nasional untuk Pengendalian dan Pencegahan Penyakit -CDC- untuk Pusat Nasional  Imunisasi dan Penyakit Pernafasan AS, mengatakan bahwa pihaknya memiliki orang-orang yang siap untuk pergi ke Tiongkok segera setelah tawaran itu selesai. Ia mengerti bahwa masih ada negosiasi dalam proses itu. Ia mengatakan, pihaknya  benar-benar menunggu. Begitu diizinkan pergi, maka akan segera tiba di sana. 

Pejabat di Amerika Serikat juga telah mengkonfirmasi sebanyak 11 kasus virus setelah tiga suspek dikonfirmasi di California Utara pada Minggu malam 2 Februari 2020 lalu. (asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular