Gu Xiaohua dan Lin Cenxin – Epochtimes.com

Seorang staf medis di sebuah rumah sakit di Wuhan, bernama samaran Qin Qin {Baca Chin Chin}, Kamis 6 Februari 2020, mengatakan bahwa dia merasa sangat tertekan selama ini. Dalam menghadapi wabah yang tidak terkendali itu, dia  menulis sepucuk surat wasiat sebagai persiapan segala kemungkinan yang bisa terjadi kapan saja.

Menurut Hou Anyang, pendiri, ketua sekaligus direktur investasi Aset yang terkenal di dunia maya Tiongkok membeberkan situasi yang terjadi pada staf medis di beberapa rumah sakit di Hubei. 

Hou Anyang mengatakan bahwa pekerja medis di sejumlah besar rumah sakit telah terinfeksi virus korona sejak awal Januari 2020. Namun, kasus itu ditutupi oleh otoritas setempat, hanya di Wuhan Union Hospital saja, 262 staf medis diduga terpapar virus mematikan itu.  

Latar belakang foto tersebut di atas diambil dari sebuah pertemuan pencegahan dan pengendalian wabah pneumonia virus korona baru di Provinsi Hubei, Tiongkok. Perlu dicatat bahwa meskipun data yang tercantum di atas diklaim lebih dari 15 kasus yang dikonfirmasi di beberapa rumah sakit besar, namun, pada kenyataannya, masih ada rumah sakit komunitas dan rumah sakit utama lainnya yang belum atau tidak disebutkan dalam statistik. Hal itu menunjukkan bahwa jumlah staf medis yang terinfeksi di berbagai rumah sakit di Wuhan jauh lebih tinggi daripada statistik pusat pencegahan dan pengendalian penyakit Kota Wuhan. 

Pekerja medis di lini pertama berjatuhan, kelelahan, mengalami tekanan ekstrim secara fisik dan mental. 

Menurut penuturan Qin Qin, ada ribuan staf medis di rumah sakit mereka, dan sudah beberapa tim medis garis depan “berjatuhan” karena kelelahan secara silih berganti. Diperkirakan ada 60 atau 70 orang terinfeksi.

Sebuah pertemuan pencegahan dan pengendalian wabah di Hubei menunjukkan jumlah staf medis yang terinfeksi virus korona di rumah sakit Wuhan. (Twitter Cao Shanshi)

“Beberapa hari lalu, ada seorang pemuda tegap berusia 30-an berjalan merangkak, lalu jatuh pingsan di tempat, dan baru dikonfirmasi terpapar virus korona setelah diperiksa! ” Kata Qin Qin. 

Pada saat itu,   kota Wuhan ditutup, beberapa rekannya diisolasi di luar dan tidak kembali. Rumah sakit yang sudah kekurangan tenaga medis itu, ditambah dengan staf medis yang masih masuk kerja juga semakin sedikit, sehingga tanpa disadari, tekanan kerja semua orang pun seketika meningkat.

 “Saya pribadi belum istirahat sehari pun sejak libur Tahun Baru Imlek, bisa dikata hampir setiap hari sibuk bekerja hingga jam 11 atau 12 malam,” kata Qin Qin. 

Seluruh kota ditutup. Tidak ada arus lalu lintas kendaraan berlalu lalang seperti biasa, hanya lalu lintas terbatas, sehingga sulit untuk berangkat kerja. Mungkin saja tidak masalah bagi staf medis yang punya mobil, tetapi bagi mereka yang tidak punya mobil, terpaksa tinggal di mess rumah sakit. 

“Ada yang punya anak, ada yang harus pulang menyusui anaknya, intinya semuanya jadi serba merepotkan,” kata Qin Qin. 

Sebelumnya, masih ada mobil gratis yang bisa ditumpangi, orang-orang dengan niat baik menggunakan mobil pribadinya untuk membantu antar-jemput teman-teman sekantor. Tetapi sekarang orang yang antar-jemput juga telah terinfeksi, sehingga departemen pemerintah melarang naik kendaraan itu lagi. Akibatnya semakin sedikit orang yang berangkat kerja, dan imbasnya mereka yang masih masuk kerja, kelelahan. 

“Benar-benar menyedihkan, dokter tidak cukup, juga kekurangan tenaga kerja perawat, sekarang staf medis perempuan juga harus membawa perbekalan, benar-benar melelahkan dan nyaris ambruk,” kata Qin Qin

Kondisi itu, ditambah lagi dengan meningkatnya jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit, jumlah pasien yang terinfeksi semakin banyak, sementara kamar untuk pasien terbatas. Rumah sakit juga telah menambahkan ratusan kamar pasien, tetapi tidak memiliki peralatan dan fasilitas medis juga logistik.

Kelangkaan pasokan logistik, jelas merupakan tekanan luar biasa pada staf medis. Qin Qin mengatakan rumah sakit baru menerima masker N95 dari pemerintah beberapa hari yang lalu, tidak cukup untuk kebutuhan staf. 

Pakaian pelindung bahkan sangat terbatas. Untuk satu departemen saja tidak cukup. Sekarang, alat-alat pelindung hanya dapat dibagikan berdasarkan tingkat keparahan di setiap wilayah yang tidak sama. 

Qin Qin sering bertemu dengan staf medis yang tidak bisa mengerti, bahkan dengan emosi yang meluap-luap berkata dengan kasar. 

“Saya juga tidak bisa berbuat apa-apa, karena semua orang panik,” kata Qin Qin.

Tetapi kekurangan alat pelindung mungkin bukan yang paling sulit. 

“Kita sempat kehabisan stok makanan untuk sementara waktu. Karena semua tempat memasak telah ditutup, apalagi mau makan. Makanan yang kita makan sekarang tergantung pada sumbangan,” kata Qin Qin sambil menghela napas. 

Qin Qin mengatakan bahwa staf medis yang terinfeksi telah dikarantina, selama periode itu, hanya minum obat, dan suntikan, tetapi tak bisa dipastikan apakah bisa sembuh. Ada yang dapat disembuhkan, tetapi tidak dijamin, siapa yang bisa memastikan?

Bagi mereka yang sedikit lebih baik mungkin bisa melewati krisis, sebaliknya mereka yang lebih lemah secara fisik atau kekebalan tubuh yang buruk, mungkin sudah akan meninggal. Itu sepenuhnya tergantung kondisi fisik masing-masing individu, dan tidak ada obat yang efektif sama sekali.

Qin Qin mengatakan, meskipun menyadari pentingnya pekerjaan sebagai perawat, bisa membantu menyelamatkan orang lain, tetapi  semakin banyak pasien mencari bantuan karena gejala demam. Tidak peduli staf medis garis depan atau petugas dalam rumah sakit, semua orang merasa tertekan.Setiap hari hidup dalam kepanikan, tetapi semua tugas harus diselesaikan setiap hari.

Qin Qin menuturkan, “Tekanan kerja sangat tinggi. Setelah rapat beberapa hari yang lalu, jarum jam sudah menunjukkan angka 11 malam dalam perjalanan pulang ketika itu. Sungguh, sambil menyetir mobil saya menangis di pinggir jalan, saya merasakan sesuatu yang sangat tak berdaya.”

Agar keluarga tidak cemas, Qin Qin telah mengatur hari-hari terakhirnya.

“Jika Anda bertanya kepada saya apakah saya takut, saya sendiri juga tidak tahu, karena saya tidak tahu kapan itu akan berakhir, karena wabah ini mungkin merupakan satu proses yang panjang,” kata Qin Qin. (jon)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular