Li Zhaoxi – Sound of Hope

Selama meluasnya penyebaran wabah novel coronavirus di daratan Tiongkok, warga dilarang keluar rumah. Kini semuanya berdiam diri di dalam rumah. Namun demikian, hal ini justru membuat resah kawanan monyet di Gunung Qianling, Guiyang, Tiongkok.

Seperti dikutip dari Sound of Hope, pasalnya, sudah lima hari wisatawan tak naik ke gunung, apalagi memberi makanan. Bayangan manusia sudah  tidak kelihatan, kawanan monyet pun tersiksa karena kelaparan. Mereka merindukan hari-hari yang nyaman ketika dipenuhi dengan makanan.

Melihat keluarga monyet yang semakin kurus dari hari ke hari, mungkin tiba-tiba mereka menyadari keseriusan masalah perut. Barangkali mereka memikirkan sudah tak boleh hanya duduk diam saja sambil menunggu dalam ketidakpastian. Mereka akhirnya memilih turun gunung. 

Mereka tak mengetahui apakah perjalanan ini akan membuahkan hasil, pasalnya banyak orang-orang bersembunyi di dalam rumah. 

Selain itu, serangan wabah itu dikabarkan lebih ganas daripada harimau, mengingat wabah yang serius, orang-orang pun dibuat khawatir dengan beragam pendapat dan menjadi waspada terhadap binatang. 

Jika hanya seekor monyet  yang turun gunung pasti tidak akan menarik perhatian, bisa jadi justru nyawa yang terancam. Hingga akhirnya, keluarga monyet memutuskan untuk turun gunung bersama-sama. Dengan begitu banyak teman, masih ada yang membantu jika terjadi sesuatu. Kawanan monyet pun dengan gegap gempita memulai “kunjungan” spektakuler dalam sejarah mereka.

Kawanan monyet dengan rombongan yang besar itu memang seketika menarik perhatian warga. Pemerintah Kota Guiyang secara khusus mengirim utusannya untuk menyambut kunjungan kawanan monyet. 

Setelah mengetahui tujuannya, ternyata kunjungan mereka sangat sederhana, hanya meminta makanan. Pemerintah kota segera memberikan setumpuk mantou (Man Thou)  atau roti kukus untuk menanggapi keluhan monyet.

Melihat roti kukus sebanyak itu, para monyet pun sangat bersemangat! Tanpa banyak pikir lagi, kawanan monyet segera mengambilnya dan makan dengan lahap di tempat, yang penting isi perut dulu, lainnya nanti saja, mungkin seperti itu gumam kawanan monyet itu dalam hati.

Yang tak disangka adalah kawanan monyet itu tampak tertib. Mereka tidak berebutan untuk mendapatkan makanan. Mereka juga tidak serakah. Masing-masing mendapatkan jatah makanan mereka. Setiap monyet mengambil satu dan paling banyak juga dua. Setelah mendapatkan makanan, mereka pun kembali ke habitatnya.

Ah…Kapan wabah itu akan berakhir ? Melihat ekspresi orang-orang yang tak sedap dipandang, sebaiknya kembali ke gunung dulu ~~demikian kiranya gumam keluarga monyet itu. (jon)

Share

Video Popular