Secretchina

Pakar ekonom Amerika Serikat Ed Hayman dalam program TV AS, CNBC mengatakan, penurunan saham AS pada 7 Februari 2020 karena masih mengkhawatirkan virus corona di Tiongkok. Akan tetapi ia tidak berpikir hal itu akan berdampak banyak pada ekonomi AS.

Hyman sebaliknya mengungkapkan, timnya meramalkan bahwa tingkat pertumbuhan PDB Tiongkok pada kuartal pertama akan menjadi nol persen. Karena ekonomi Tiongkok memang melambat, orang-orang masih paling khawatir tentang hal itu.

Laporan itu mengatakan bahwa di bawah dampak perang dagang, pertumbuhan ekonomi Tiongkok pada 2019 sebesar 6,1%, adalah tingkat pertumbuhan paling lambat sejak tahun 1990. 

Hyman mengatakan bahwa ekonomi AS saat ini sangat kuat. Sedangkan masalah Tiongkok bukanlah virus, tetapi bisnis. 

“Orang-orang tidak keluar rumah, mereka tidak ingin berbelanja, inilah yang paling memukul ekonomi Tiongkok,” kata Hyman. 

Hyman menambahkan bahwa aksi jual saham AS sedikit “bereaksi berlebihan”, karena pada kenyataannya laju ekonomi AS meningkat selama wabah SARS tahun 2003 silam.

Selama lebih dari 37 tahun, sosok Ed Hyman telah menduduki peringkat 1 dalam jajak pendapat  para investor untuk bidang ekonomi yang diterbitkan oleh majalah Institutional Investor.

Ia adalah anggota komite penasihat untuk The New York Public Library’s Financial Services Leadership Forum. 

Dia juga bertugas di komite keuangan Bowdoin College dan merupakan anggota Economic Club of New York. 

Dia sebelumnya menjabat sebagai anggota dewan International Tennis Hall of Fame, Capital Trust, Said Holdings Limited, 10 Gracie Square, Saint David’s School dan the finance committee for the Collegiate School. (jon)

Video Rekomendasi :

 

Share

Video Popular