- Erabaru - http://m.erabaru.net -

Pakar Khawatir Penyebaran Virus Tidak Terbendung Akibat Sulitnya Menemukan Mediator Super

Xia You

Wabah pneumonia Wuhan di daratan Tiongkok telah berada di luar kendali. Wabah itu merambah ke lebih dari 30 negara dan wilayah di seluruh dunia. Para ahli semakin khawatir bahwa penyebarannya yang super dapat membuat wabah tersebut sulit dikendalikan, karena penyebab dan lintasan virus yang disebarkan oleh mediator super tersebut sulit diprediksi.

Mediator super adalah orang yang menginfeksi banyak orang. Mediator super pernah terjadi dalam beberapa kasus penyebaran virus, tetapi tidak selalu muncul. 

Dalam kasus wabah pneumonia Wuhan ini, tampaknya ada beberapa orang yang tidak akan menulari siapa pun, sementara yang lain mungkin menjadi penyebar virus ke puluhan orang lainnya. Para ilmuwan masih sedikit mengetahui tentang penyebab fenomena ini.

Hanya Sedikit yang Mengetahui Tentang Mekanisme Penularan Mediator Super

“Tidak semua kondisi itu sama, tetapi kita hanya sedikit mengetahui tentang dasar biologis yang berada di baliknya”, kata Mark Woolhouse, seorang profesor epidemiologi penyakit menular di Universitas Edinburgh kepada media ‘British Telegraph’.

“Ini tampaknya terkait dengan cara penularan infeksi oleh orang-orang tertentu, yang berarti bahwa beberapa orang menularkan lebih banyak virus daripada yang lain, akibatnya, mereka lebih menular dan menjadi mediator super”, kata Mark Woolhouse.

‘The Telegraph’ melaporkan bahwa faktor-faktor lingkungan, termasuk kontak dekat dengan orang-orang di rumah sakit, mekanisme pengendalian infeksi yang buruk, dan kurangnya praktik kebersihan yang baik. Yang mana akan meningkatkan peluang terjadinya penyebaran virus yang cepat.

Jika seorang mediator super dapat menyebarkan virus sebelum gejala muncul, maka potensi dirinya untuk menyebarkan virus bahkan lebih besar. Di saat coronavirus Wuhan sedang mewabah, orang lebih khawatir terhadap penyebaran coronavirus Wuhan dari pasien yang gejalanya belum muncul.

Mediator yang Menyebarkan Coronavirus di 3 Negara

Cara penularan yang tidak dapat diprediksi ini tampaknya terjadi pada epidemi Wuhan saat ini.  Sebuah kasus di mana seorang eksekutif bisnis Inggris tampaknya telah menjadi mediator dalam penyebaran coronavirus jenis baru di setidaknya 3 negara yang menimbulkan kekhawatiran.

‘Washington Post’ mengutip laporan lembaga kesehatan masyarakat dan media Inggris pada 10 Februari memberitakan, seorang eksekutif bisnis Inggris anonim yang melakukan perjalanan dari Singapura ke Prancis, Swiss, dan kembali ke Inggris, mungkin secara tidak sengaja menularkan infeksi kepada setidaknya 11 orang. 

Beberapa kasus infeksi di Inggris, Prancis, dan Spanyol mungkin disebabkan oleh eksekutif tersebut yang tanpa diduga telah menjadi mediator super.

Menurut ‘The Guardian’, eksekutif tersebut adalah salah satu orang Inggris pertama yang dites positif terinfeksi coronavirus, ia bekerja untuk perusahaan Servome x. 

Menurut laporan bahwa ia melakukan perjalanan ke Singapura pada 20 Januari dan meninggalkan negara itu  pada 22 Januari. Diyakini bahwa ia sudah terinfeksi virus saat berada di Singapura.

Sebuah studi dalam Journal of American Medical Association juga menggambarkan bagaimana seorang pasien menginfeksi setidaknya 10 orang staf medis di Rumah Sakit Wuhan.

Fenomena ini mengkhawatirkan, tetapi tidak mengejutkan. Cara penularan yang tidak dapat diprediksi adalah karakteristik dari beberapa penyakit menular, termasuk virus Ebola dan TBC, dan telah ada mediator (super-transmitter) selama epidemi coronavirus di masa lalu.

Pada tahun 2003, seorang dokter di daratan Tiongkok telah menjadi mediator super dari virus SARS yang membuatnya mendunia. Dokter tersebut melakukan perjalanan dari pusat epidemi menuju ke Hongkong, di sana ia menularkan virus kepada teman sejawatnya, kemudian “membawa” virus ke 5 negara lain.

Demikian pula, pada tahun 2015, seorang pasien Korea Selatan yang positif terinfeksi penyakit dengan MERS (Middle East Respiratory Syndrome) menularkan virus kepada 82 ​​orang di rumah sakit yang penuh sesak. Jumlah tersebut adalah setengah dari semua kasus di negara itu.

Mediator Super Masih Misteri

Laporan menyebutkan bahwa apa yang sebenarnya mengubah seseorang menjadi mediator  super masih menjadi misteri. Pendapat kebanyakan orang adalah bahwa bentuk penularan ini membuat para ahlinya dalam upaya untuk membendung penyebaran wabah lebih penuh dengan tantangan.

Profesor Mark Woolhouse mengatakan : “Ini memiliki implikasi yang signifikan bagi kita dalam menghadapi coronavirus, itu berarti kita harus lebih waspada sehingga kita dapat lebih awal dalam mendeteksi dan mengisolasi penyebaran. Ini adalah satu-satunya cara untuk menanggulangi dan menghentikan penyebaran virus pada saat ini”.

Ia menambahkan : Kasus yang berangkat dari Singapura ke Eropa itu  hanya menggambarkan apa yang akan terjadi jika ini tidak dilakukan. 

“Jika Anda melewatkan sebuah kasus dan orang itu ternyata adalah seorang mediator super, maka itu dapat memicu gelombang penularan (virus) lainnya”.

Jonathan Ball, seorang profesor virologi dari University of Nottingham mengatakan kepada ‘The Telegraph’ : “Kita sering berpikir bahwa mediator super menghasilkan banyak virus, yang berarti bahwa yang bersangkutan memiliki banyak potensi untuk menularkan virus, dan memiliki gejala. Tetapi kedengarannya seperti orang (Inggris) ini bukan seorang pasien berat di Prancis, jadi penting untuk mengetahui apakah ia memiliki gejala yang jelas”.

Jonathan Ball mengatakan, pada tahap ini, kita tidak tahu berapa banyak kekuatan pendorong seorang mediator super dalam penyebaran coronavirus jenis baru ini.

“Tentu saja, mediator super memperburuk situasi wabah. (Tapi) kita perlu memahami dinamika penularan untuk memahami bagaimana individu yang berbeda dengan gejala yang berbeda memicu penyakit,” katanya.

Pusat Pengendalian Penyakit AS mengatakan bahwa munculnya insiden mediator super menjadi faktor kunci mendunianya penyebaran penyakit SARS pada tahun 2003. 

Profesor Michael Osterholm, ahli epidemiologi dari University of Minnesota School of Public Health mengatakan, bahwa bagi mereka yang pernah menangani wabah SARS dan MERS, pneumonia Wuhan yang mewabah sekarang tampaknya tidak terlalu asing lagi. 

“Ketika Anda melihat seorang mediator super, Anda tahu bahwa Anda sedang dihadang oleh masalah,” katanya. (sin/asr)

Video Rekomendasi :