Luo Tingting/Wen Hui – NTDTV.com

Menurut tangkapan layar netizen daratan Tiongkok, pada (2/2/2020) seorang netizen Tiongkok mengirim pesan dengan nama asli di Sina Weibo Tiongkok, menanyakan apakah area isolasi di Wuhan itu adalah kamp konsentrasi?

Netizen itu menuturkan, pamannya terinfeksi virus corona baru, demam selama 11 hari. Ia menderita infeksi paru-paru, sudah ke beberapa rumah sakit tetapi tidak didiagnosis. 

Pada sore hari itu, 2 Februari 2020, pamannya tiba-tiba dibawa ke area isolasi oleh petugas dari pemerintah daerah tempat, dan segenap keluarga awalnya mengira itu adalah kabar baik.

Namun demikian, siapa sangka, pada malam itu  pamannya dengan susah payah berusaha menghubungi keluarga di rumah. Pamannya itu mengatakan, hanya dikurung, tidak diberikan pengobatan dan bahkan obat penurun panas atau demam  saja tidak diberikan.

Netizen itu pun marah dengan mengutuk keras pejabat pemerintah komunis Tiongkok dengan marah dan putus asa : Apakah sekelompok orang dengan demam tinggi yang dikurung bersama itu mau dikirim ke jurang kematian? Jika demikian, biarkan mereka pulang.

Dia juga menegaskan. tidak bermaksud mencari sensasi. Ia menyatakan akan bertanggung jawab secara hukum atas informasi yang dipostingnya.

Seorang netizen lainnya di Tiongkok memposting tangkapan layar Sina Weibo dan melampirkan sebuah postingan di Twitter. Ia mengatakan: Netizens tersebut di atas mengatakan bahwa area isolasi itu hanya mengurung tanpa mengobati…

Sebelumnya, seorang mahasiswi berusia 23 tahun di Wuhan juga mengungkapkan di Sina Weibo. Ia mengatakan bahwa dirinya diisolasi di rumah sakit tetapi tidak diberikan pengobatan sebagaimana mestinya. Kondisinya terus memburuk. Ia mengatakan sangat tersiksa. Dia juga telah menulis surat wasiat.

Sejak 29 Januari 2020, seorang mahasiswi dengan nama alias “Boman” mulai memposting artikel di Sina Weibo, menceritakan tentang kondisi karantina setelah terinfeksi virus pneumonia.

Dia menuturkan dalam postingannya dalam bahasa mandarin yang artinya begini :” Saya ditempatkan di kamar pasien no. 15 lantai dua bangsal isolasi di Tianmen No.3 People’s Hospital pada 24 Januari. Sejak demam sampai sekarang, hanya diberikan dua kapsul obat oseltamivir setiap hari. Demam telah berlangsung selama beberapa hari, tapi demamnya tidak turun sampai sekarang, ini benar-benar sangat menyiksa saya secara fisik maupun batin.”

Ia kembali melanjutkan tulisannya : “Jangan mau dikarantina, percuma, karena tidak diberikan obat, tidak diberi infus, mereka membiarkan Anda mati dengan sendirinya begitu saja, saya tak tahan lagi, hidup saya akan segera berakhir.” 

Lalu sekitar jam 12 siang  1 Februari 2020, “Boman” kembali memposting pesan lain : Saya berhasil melewati kritis. Melihat saya belum atau tidak mati, pihak rumah sakit mencabut oksigen saya …. Mereka bersatu untuk membunuh saya, orang tua saya tidak tahu bahwa mereka telah dibohongi, rumah sakit selalu bilang akan memberikan solusi/pengobatan terbaik untuk saya, tetapi sebenarnya mereka tidak melakukan apa-apa …saya mati penasaran.”

Karena banyaknya orang yang terinfeksi, rumah sakit Wuhan tidak sanggup menerima dan merawat pasien yang terus bertambah.  Untuk mengatasinya, otoritas komunis Tiongkok membangun secara kilat rumah sakit Huoshenshan yang khusus diperuntukkan penderita pneumonia Wuhan. 

Pada 2 Februari 2020, sekitar 1.400 personel medis komunis Tiongkok dikirim ke Wuhan. Mereka mengambil alih rumah sakit tersebut dengan delapan pesawat angkut militer.

Namun demikian, beberapa netizen mengkritik karena rumah sakit menerapkan manajemen militer.  Itu sudah menunjukkan rahasia militer, bukan lagi rumah sakit sebagaimana fungsinya? Netizen ini dengan keras menuding  adalah kamp kematian!

Di media sosial di luar negeri seperti twitter, juga tersiar video yang menunjukkan suasana di dalam Rumah Sakit Huoshenshan. Video tersebut menunjukkan suasana yang aneh di seluruh rumah sakit. Rumah sakit itu seperti sel penjara, jeruji besi dan pintu baja di las di luar jendela kamar pasien, dan dikunci dari luar. Diduga untuk mencegah pasien melarikan diri.

Netizen pun memberikan komentar beragam, “itu sih bukan rumah sakit lagi ? Lebih mirip sel penjara ! Mengerikan.” Ada juga yang menulis : “Pintunya dikunci dari luar, dan tidak bisa keluar sama sekali setelah masuk.” Tulisan lainnya berbunyi : “Itu adalah isolasi terpusat, menunggu ajal menjemput secara tidak langsung.” (jon/asr)

Video Rekomendasi : 

 

Share

Video Popular