- Erabaru - http://m.erabaru.net -

Dengan Ditemukannya Pasien Generasi Ke-4 yang Terinfeksi, Pakar : Penyebaran Wabah Kian Meluas

Epochtimes.com

Pada 13 Februari 2020, Komisi Kesehatan Kota Chongqing, Tiongkok, mengeluarkan pengumuman tentang kasus virus corona COVID-19 serta jumlah kematian baru yang telah dikonfirmasi oleh pemerintah kota Chongqing, termasuk 3 kasus penularan generasi ke-4. Kini wabah pneumonia Wuhan telah menyebar ke provinsi di seluruh daratan Tiongkok. Para ahli khawatir bahwa dengan terus memanjangnya rantai penularan infeksi, akan  membuat pencegahan dan pengendalian wabah menjadi semakin sulit.

Pada saat yang sama, Komite Kesehatan juga menyatakan bahwa proporsi kasus infeksi generasi ke-3 juga telah meningkat secara signifikan. Melalui penelusuran terhadap sumbernya, reporter menemukan bahwa 2 kasus infeksi generasi ke-4 muncul untuk pertama kalinya di Chongqing pada 10 Februari 2020.

Dilaporkan bahwa jika virus terus memiliki kemampuan penularan dari manusia ke manusia, pasien terinfeksi generasi ke-4, setidaknya memerlukan 3 generasi penularan sebelumnya.

Ditinjau dari penyebaran coronavirus jenis baru ini, generasi ke-1 merujuk pada orang yang terinfeksi di Pasar Grosir Makanan Laut Huanan di Wuhan. Generasi ke-2 merujuk pada orang dari Wuhan yang telah terinfeksi oleh pasien terinfeksi generasi ke-1, atau orang yang pernah ke kota Wuhan. Generasi ke-3 adalah orang yang tidak pernah ke Wuhan tetapi tertular oleh orang yang meninggalkan Wuhan. Sedangkan generasi ke-4 adalah orang yang terinfeksi oleh orang generasi ke-3.

Seorang terinfeksi di provinsi Hunan menularkan virus kepada 17 orang lainnya

Media Tiongkok melaporkan bahwa ada seorang pria bermarga Yang, tinggal di sebuah kota di provinsi Hunan, ia menjadi orang pertama di daerahnya (orang generasi ke-1 terinfeksi) yang terinfeksi coronavirus Wuhan.

Pada 10 Januari, pria bermarga Yang ini pergi ke kota Wuhan untuk mengunjungi kerabatnya dan berkontak dekat dengan orang-orang yang memiliki gejala flu serupa.

Pada  14 Januari, ia kembali ke provinsi Hunan dan bertemu dengan temannya yang bermarga Qing dan mengobrol selama lebih dari 40 menit malam itu. Pada malam keesokan harinya (15 Januari), ia dan 8 orang temannya makan malam bersama di sebuah resto hidangan tengah malam. Gejala penyakitnya memburuk pada keesokan paginya dan ia akhirnya didiagnosa tertular COVID-19 pada 23 Januari.

Setelah diusut, ternyata Yang ini telah berkontak dekat dengan 352 orang dari 2 provinsi, 3 kota dan 10 kota kabupaten (county). Akhirnya dipastikan 17 orang dari mereka sudah tertular. Di antara orang yang telah melakukan kontak langsung dengan Yang termasuk orang yang menjadi generasi ke-3 terinfeksi dan orang generasi ke-4 terinfeksi.

Laporan menyebutkan bahwa seorang dari 17 pasien yang dikonfirmasi terinfeksi COVID-19 adalah kolega yang makan hidangan tengah malam bersama Yang. Melalui pengusutan diketahui bahwa orang-orang ini dalam keseharian tidak berkontak dekat dengan Yang, kecuali 2 orang di antara mereka yang pernah berbincang-bincang selama +/- 3 menit sebelum suatu rapat dimulai. 5 hari setelah itu, mereka mengalami ketidaknyamanan pada kesehatan mereka kemudian dipastikan tertular.

Sebenarnya pada 24 Januari lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan telah mengungkapkan bahwa pihak berwenang Tiongkok telah melaporkan adanya penemuan kasus-kasus penularan generasi ke-4 di daratan Tiongkok. Akan tetapi WHO tidak menyampaikan rinciannya kepada dunia.

Hingga saat ini komunis Tiongkok masih menutup-nutupi tingkat keparahan wabah yang terjadi. Sedangkan data tentang wabah di daratan Tiongkok telah dipertanyakan oleh dunia luar. Dalam sebuah wawancara dengan iHeart pada 13 Februari, ketika Presiden Trump ditanya soal apakah komunis Tiongkok merilis kejadian sesungguhnya tentang wabah Wuhan ini, ia menjawab : “Yah, Jika ini Anda tidak akan pernah tahu”.

Wabah pneumonia Wuhan masih terus memburuk, Distrik Zhangwan, Dawu County, dan Yunmeng County dari Kota Xiaogan di Provinsi Hubei terpaksa menerapkan ‘pengontrolan ala  masa perang’.

Pada 13 Februari, Pusat Pengendalian Penyakit Kota Beijing secara resmi menerapkan langkah pengontrolan terhadap pergerakan baik masyarakat maupun lalu lintas berdasarkan urutan status seperti yang diberlakukan pada masa perang. (Sin/asr)