oleh Wu Ying

Perusahaan farmasi AS telah berhasil mengembangkan vaksin untuk mengatasi coronavirus jenis baru (COVID-19). Departemen Kesehatan Masyarakat AS akan melakukan pengujian pertama terhadap manusia yang hasilnya akan diketahui paling cepat pada bulan Juli. 

Wall Street Journal melaporkan bahwa perusahaan farmasi Amerika Serikat Moderna pada Senin (24/2/2020) mengumumkan bahwa batch pertama terdiri dari ratusan botol vaksin untuk COVID-19 akan dikirim dari pabrik pengembangannya di Norwood, Massachusetts ke Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (National Institute of Allergy and Infectious Diseases. NIAID) di Bethesda, Maryland untuk dilakukan pengujian.

Pelaksanaan Uji Klinis 

Anthony Fauci, Direktur NIAID dalam sebuah wawancara mengatakan bahwa lembaga tersebut berharap untuk melakukan percobaan klinis pertama dari vaksin COVID-19 pada akhir bulan April terhadap sekitar 20 hingga 25 orang sukarelawan sehat untuk melakukan pengujian pertama, yakni apakah aman terhadap kesehatan dengan menyuntikkan 2 dosis vaksin. Apakah vaksin mampu menginduksi respon imun yang dapat mencegah infeksi. Hasil awal dari uji klinis tersebut paling cepat dapat diumumkan pada bulan Juli atau Agustus mendatang.

Setelah mendapatkan urutan gen dari coronavirus jenis baru pada bulan Januari, Moderna mengembangkan batch pertama vaksin yang dirancang bersama dengan NIAID. Mereka telah berhasil menyelesaikan pengembangan vaksin dalam waktu yang begitu singkat. 

Hanya Makan Waktu 3 Bulan dari Desain Vaksin Hingga Uji Coba Pada Manusia

Jika NIAID sesuai rencana memulai uji klinis pada bulan April, maka dari design vaksin hingga pengujian pada manusia hanya berlangsung dalam 3 bulan. Menurut informasi yang diberikan oleh Anthony Fauci, NIAID membutuhkan waktu sekitar 20 bulan baru memasuki pengujian vaksin tahap pertama terhadap manusia saat SARS merajalela di Tiongkok pada tahun 2002.

“Tidak perlu diragukan lagi bahwa hanya dalam waktu 3 bulan dari mendapatkan urutan gen coronavirus jenis baru sampai memasuki tahap pertama uji klinis merupakan pemecahan rekor penelitian internal, dan belum pernah terjadi sebelumnya proses yang secepat ini”, kata  Fauci.

Uji klinis Kedua Membutuhkan Waktu 6 – 8 Bulan

Ia mengatakan bahwa uji klinis tahap pertama akan dilaksanakan di Bethesda, Maryland. Bila berhasil nanti, langkah berikutnya adalah melakukan uji coba kedua terhadap ratusan atau ribuan orang sukarelawan yang mungkin dapat menghabiskan waktu 6 hingga 8 bulan. Uji coba ini dapat dilakukan di Amerika Serikat atau di daratan Tiongkok, boleh juga di daerah di mana COVID-19 menyebar untuk menilai apakah vaksin berhasil atau tidak mengurangi tingkat infeksi.

Anthony Fauci mengatakan, jika percobaan kedua berhasil, maka vaksin dapat dipersiapkan untuk digunakan secara luas. Pada saat itu vaksin akan didistribusikan tergantung pada penyebaran virus untuk memutuskan apakah disediakan untuk populasi target tertentu, seperti staf medis, atau lebih luas yakni masyarakat.

Namun, pengembangan vaksin serta pengujian klinisnya yang cepat tidak menjamin keberhasilan vaksin. “Sampai garis finish baru dapat diandalkan”, kata Bruce Gellin, kepala imunologi global di Sabin Vaccine Institute.

“Tujuan dari pengujian adalah untuk mengetahui apa yang efektif dan yang tidak”, jelas Bruce Gellin. “Itulah sebabnya mengapa penting untuk mencoba sebanyak mungkin hal mana yang bisa dilakukan. Itu penting karena tidak semua kuda dapat berlari sampai garis finish”.

Sampai saat ini belum jelas apakah vaksin dari Moderna akan berfungsi karena teknologinya yang berbasis gen belum menghasilkan vaksin untuk manusia yang dapat disetujui.

Fauci  mengatakan bahwa bahkan jika hasil pengembangan vaksin batch pertama adalah positif, vaksin COVID-19 ini mungkin belum boleh digunakan secara luas sampai tahun depan karena masih membutuhkan penelitian lebih lanjut dan persetujuan dari pengawas.

Ahli AS : Jika gagal Memburu Penggunaannya Tahun Ini, Maka Tahun Depan

Namun, otoritas kesehatan mengatakan bahwa dalam menghadapi epidemi pneumonia Wuhan yang sedang berkecamuk, ada baiknya bertaruh pada teknologi baru ini.

Dr Fauci mengatakan bahwa COVID-19 dapat menjadi virus flu musiman dan kembali lagi pada musim dingin mendatang, sehingga walaupun vaksin tersebut secara resmi belum bisa digunakan terhadap manusia pada tahun ini, masih dapat dipersiapkan untuk mengatasi mewabahnya di masa mendatang.

“Satu-satunya cara untuk sepenuhnya menekan penyakit menular baru adalah dengan menggunakan vaksin”, katanya.

Perusahaan farmasi Moderna didirikan pada tahun 2010, memiliki lebih dari 800 karyawan yang didedikasikan untuk pengembangan obat-obatan dan vaksin berdasarkan apa yang disebut messenger RNA.

Sebanyak 100 orang karyawan manufaktur dan kontrol kualitas perusahaan terlibat dalam pengembangan vaksin COVID-19, banyak dari mereka terus bekerja dengan mengorbankan waktu istirahat malam dan hari libur demi keberhasil daripada “proyek” kemanusiaan tersebut.

Perusahaan tersebut berhasil mengembangkan sekitar 500 botol vaksin COVID-19 pada 7 Februari, hari itu adalah hari Jumat. dan sekitar 10 hingga 15 orang karyawan bekerja lembur pada akhir pekan itu untuk melakukan tes kontrol kualitas. Kemudian melakukan tes sterilitas selama sekitar 2 pekan. (sin)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular