oleh Zhong Jingming – NTDTV.com

Majalah Amerika Serikat ‘The Atlantic’ memberitakan bahwa Marc Lipsitch seorang profesor epidemiologi dari Universitas Harvard di Amerika Serikat memperkirakan mungkin dalam masa 1 tahun ke depan, 40% hingga 70% dari populasi dunia dapat terinfeksi. Akan tetapi itu tidak berarti bahwa setiap orang yang terinfeksi akan memiliki gejala yang parah. 

Sebagian besar pasien mungkin bergejala ringan, atau bahkan tanpa gejala. Tingkat kematian mirip dengan influenza. Hanya saja pasien dengan penyakit kronis dan lansia yang lebih berisiko.

Jika populasi dunia saat ini adalah 7,52 miliar jiwa, maka 70% dari itu adalah 5,2 miliar lebih. Laporan tersebut menyatakan bahwa 4 dari virus corona yang saat ini diketahui menginfeksi manusia dan mudah menyebar ke seluruh dunia karena gejala ringan. 

Marc Lipsitch percaya bahwa COVID-19 kemungkinan akan menjadi virus corona kelima yang dapat menyebar luas di antara manusia. Jika wabah belum bisa dikendalikan, maka di masa mendatang istilah musim pilek dan influenza dapat menjadi musim pilek, influenza, pneumonia Wuhan.

Sebelum pernyataan Marc Lipsitch, pendapat serupa telah diajukan oleh ahli dari Kanada dan AS lainnya.

Namun demikian, karena komunis Tiongkok menolak untuk mempublikasikan data terperinci tentang wabah, pemahaman para ahli luar negeri tentang wabah pneumonia Wuhan sebagian besar didasarkan pada studi kasus di luar negeri. Selain itu, sulit untuk memahami situasi di Tiongkok. 

Di antara orang-orang yang terinfeksi di luar negeri, sebagian besar kasus kematian menimpa pasien tua dan lemah. Tapi ini tidak terjadi di daratan Tiongkok, dimana wabah berasal, dan sejumlah besar orang dewasa muda justru yang meninggal dunia.

Dari makalah yang diterbitkan oleh para sarjana daratan Tiongkok menunjukkan bahwa COVID-19 dapat menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan menyebabkan hilangnya kekebalan di banyak organ. Jantung, paru-paru, hati, ginjal, dan sistem saraf pusat mungkin menjadi rusak karenanya, kondisi beberapa orang akan memburuk dengan sangat cepat. Berita dari berbagai sumber di Internet menunjukkan bahwa kematian tanpa gejala yang datangnya tiba-tiba sering terjadi pada orang muda.

Saat ini, wabah telah menyebar ke lebih dari puluhan  negara di dunia. Di antaranya, Jepang, Korea Selatan, Iran, Italia dan negara-negara lain telah menyebar cukup luas. Jerman baru-baru ini juga mengumumkan temuan infeksi mulai mewabah di suatu kawasan komunitas.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan pada konferensi pers televisi pada 27 Februari bahwa setiap tanda sekarang menunjukkan bahwa pneumonia Wuhan akan segera memasuki tahap pandemi global. 

Dia mengatakan bahwa pemerintah Australia memutuskan untuk meluncurkan rencana tanggap darurat sesuai dengan saran para ahli, dengan harapan  dapat menahan dampak akibat virus. Ia meminta masyarakat untuk bersatu padu dengan pemerintah agar dapat melewati tahapan sulit ini.

Pada hari yang sama, Amerika Serikat juga menaikkan tingkat dalam pencegahan terhadap epidemi. Presiden Trump mengumumkan penunjukan Wakil Presiden Mike Pence sebagai pimpinan tim pencegahan untuk memerangi wabah. (Sin/asr)

Video Rekomendasi : 

 

Share

Video Popular