Jack Phillips – The Epochtimes

Presiden Mongolia Battulga Khaltmaa dan pejabat pemerintah lainnya menjalani karantina 14 hari setelah mengunjungi Tiongkok, tempat wabah virus corona COVID-19 yang memicu karantina dan membebani sistem medis, sebagaimana dilaporkan media pemerintah Monggolia.

Kantor berita Montsame yang dikendalikan  pemerintah mengatakan dalam laporannya pada 27 Februari 2020 bahwa Battulga Khaltmaa mengunjungi Tiongkok satu hari lebih awal minggu ini.

“Battulga Khaltmaa mengadakan pertemuan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping, bertukar pandangan pada upaya bersama untuk mengekang penyebaran virus corona baru dan pengumuman donasi 30 ribu domba oleh rakyat Mongolia ke Tiongkok,” kata kantor berita Montsame.

Tetapi saat kembali ke Mongolia, yang belum melaporkan kasus COVID-19 , Battulga Khaltmaa dan delegasinya ditempatkan di bawah isolasi medis “sebagai tindakan pencegahan,” kata lembaga negara itu.

Dikatakan bahwa ia ditemani oleh Menteri Luar Negeri, seorang duta besar, seorang jenderal, kepala badan darurat negara, dan beberapa lainnya.

Menurut Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Mongolia mengumumkan pada 24 Februari bahwa semua penerbangan dari dan ke Korea Selatan, yang telah melaporkan kenaikan tajam kasus COVID-19 dalam beberapa hari terakhir, ditangguhkan.

 Mongolia juga menerapkan pembatasan perjalanan ke Tiongkok, Hong Kong, Makau, dan Taiwan. Sementara itu, orang-orang yang melakukan perjalanan ke Tiongkok dalam dua minggu tidak akan diizinkan masuk Mongolia, kata buletin tersebut.

 “Wisatawan terus dilarang memasuki Mongolia dari Tiongkok di penyeberangan perbatasan darat dan melalui rel. Perjalanan udara ke/dari Tiongkok, Taiwan, Hong Kong dan Makau ditangguhkan hingga 30 Maret. Mongolia juga meminta para wisatawan yang datang dari negara-negara dengan kasus COVID-19 yang dipastikan diminta karantina mandiri selama 14 hari setelah tiba di Mongolia,” demikian bunyi laporan kantor berita Montsame.

 Sementara itu, sekolah dan universitas, ditutup, dan anak-anak usia sekolah tidak boleh muncul di tempat umum hingga tanggal 30 Maret karena virus corona, sesuai dengan pemberitahuan.

 “Pemerintah Mongolia juga menetapkan bahwa acara umum dilarang, bioskop dan pusat hiburan harus ditutup, dan bar dan restoran harus mengurangi jam operasinya selama periode yang sama,” kata kantor berita Montsame.

Situs web berita industri Argus Media melaporkan bahwa Mongolia menghentikan semua ekspor batubara akibat wabah virus corona untuk mengekang infeksi lebih lanjut. Argus Media melaporkan bahwa dua kasus dipastikan terjadi dekat perbatasan, walaupun media lain belum melaporkan angka ini.

Enkhamgalan Byambasuren, Menteri Transportasi Mongolia, berkata bahwa pembatasan pergerakan internal secara drastis diberlakukan setelah seorang warganegara Vietnam menderita demam diketahui telah melakukan perjalanan ke Provinsi Bayan-Ulgii pada hari Selasa. Kini lima orang dikarantina.

 Enkhamgalan Byambasuren kepada wartawan mengatakan Mongolia juga mengambil tindakan pencegahan dengan penerbangan lain dari Eropa, Rusia, Turki, dan Kazakhstan. (Vivi/asr) 

Video Rekomendasi : 

 

Share

Video Popular