Frank Fang – The Epochtimes

Berdasarkan survei baru-baru ini, produsen elektronik khawatir bahwa mungkin akan ada keterlambatan pengiriman dari pemasok mereka selama berminggu-minggu  komponen penting dari banyak rantai pasokan teknologi sebagai akibat wabah jenis virus corona yang baru di Tiongkok. 

IPC, asosiasi produsen elektronik global, mensurvei anggotanya antara tanggal 11 Februari hingga 16 Februari. Responden adalah 150 perusahaan mencakup produsen peralatan asli, perusahaan jasa produsen elektronik, perakit papan sirkuit cetak, dan pemasok industri.

Para responden menyatakan bahwa jika penundaan berlanjut, maka akan  berdampak pada pendapatan hasil penjualan tahun ini. Survei menemukan bahwa sekitar 84 persen produsen dan pemasok khawatir akan dampak wabah Virus Corona pada operasi bisnisnya.

 Sekitar 65 persen responden mengatakan, bahwa pihaknya diberitahu oleh pemasoknya bahwa pengiriman untuk mereka akan tertunda karena wabah virus corona. Tiga puluh tujuh perusahaan yakni 42 persen mengatakan pihaknya diberitahu oleh pemasok bahwa diperkirakan terjadi penundaan pengiriman satu atau dua minggu, sementara 44 perusahaan yakni 49 persen mengatakan diperkirakan terjadi penundaan pengiriman tiga hingga empat minggu.

Namun demikian, eksekutif perusahaan yang disurvei mengatakan pihaknya percaya penundaan mungkin akan lebih lama daripada yang dikatakan pemasoknya — setidaknya lima minggu. Hanya 55 persen responden yang mengatakan pihaknya memperkirakan penundaan kurang dari empat minggu.

 “Penundaan kemungkinan akan memiliki efek riak untuk sisa tahun ini,” kata John Mitchell, presiden dan CEO IPC, menurut pernyataan pada tanggal 25 Februari 2020.

 John Mitchell menambahkan: “Semakin lama Tiongkok dipengaruhi oleh epidemi, dan semakin epidemi menyebar ke bagian lain dunia, maka rantai pasokan akan mengalami lebih banyak gangguan dan berbagai jenis gangguan.”

Wabah Virus Corona yang semakin merebak berawal di Wuhan, ibukota Provinsi Hubei, Tiongkok. Virus Corona telah menyebar setidaknya ke 40 negara dan wilayah, menewaskan setidaknya 50 orang di luar daratan Tiongkok.

 Di Tiongkok, puluhan ribu orang telah terinfeksi virus corona, di mana dilaporkan lebih dari 2.000 kasus kematian, meskipun penelitian ahli, dokumen yang bocor, dan laporan saksi mata menunjukkan bahwa rezim Komunis Tiongkok  melaporkan jumlah kasus yang tidak sebenarnya.

Menurut survei tersebut, penundaan penerimaan pasokan memiliki banyak konsekuensi, seperti penundaan dalam desain dan pembuatan prototipe, yang pada gilirannya menyebabkan penundaan  peluncuran produk baru tahun depan, penjualan tertunda, dan kerugian yang tidak tergantikan.

 “Perusahaan melaporkan pihaknya mencari sumber alternatif, termasuk mencari pasokan di luar Tiongkok ke tempat-tempat seperti Korea Selatan, India, Amerika Serikat dan Eropa,” kata survei itu.

 John Mitchell mengatakan, dalam kebanyakan kasus, tidaklah mudah bagi produsen untuk beralih pemasok, walaupun dibutuhkan. Ia mencatat bahwa proses tersebut membutuhkan banyak waktu dan uang.

 IPC menunjukkan bahwa ada perusahaan yang memberitahu inventaris perusahaan yang tersedia dapat “menunda keterlambatan pasokan hingga dua atau tiga bulan.”

“Penundaan di luar bulan April dan Mei dapat menyebabkan peluang penjualan yang terlewatkan selama musim belanja liburan tahun 2020,” kata survei itu.

 Pada tanggal 17 Februari, Apple mengatakan dalam pembaruan investor bahwa Apple tidak akan memenuhi pendapatannya yang diperkirakan untuk kuartal Maret karena wabah virus corona COVID-19.

 Apple menjelaskan bahwa pasokan iPhone di seluruh dunia “sementara dibatasi” karena meskipun mitra manufakturnya berada di luar Provinsi Hubei, pusat wabah virus corona, “semakin melambat dari yang diperkirakan oleh Apple.”

 Apple menambahkan :“Kekurangan pasokan iPhone untuk sementara waktu akan memengaruhi pendapatan di seluruh dunia.”

 Faktor lain adalah permintaan untuk produk Apple dipengaruhi oleh penutupan semua toko Apple dan banyak toko mitra Apple di Tiongkok. “Toko yang buka beroperasi pada jam-jam yang berkurang dan dengan situasi lalu lintas pelanggan yang sangat rendah,” kata Apple. (Vivi/asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular