- Erabaru - http://m.erabaru.net -

Kasus Terinfeksi Corona COVID-19 di Italia Melonjak, Kota Milan, Venesia dan Daerah Lainnya Ditutup

NTDTV.com

Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte mengatakan, bahwa negara itu menghadapi keadaan darurat Virus Corona COVID-19.  Ia telah menandatangani keputusan darurat untuk secara ketat mengontrol orang-orang yang keluar masuk di daerah yang terinfeksi parah sejak 8 Maret 2020.

COVID-19 yang didiagnosis di Italia pada tanggal 7 Maret 2020 mencapai 5.883 kasus secara keseluruhan. Jumlah pasien yang meninggal dunia pada tanggal 7 Maret  meningkat 36 orang, sehingga total menjadi 233 orang. Tambahan data terbaru sebanyak 49 orang meninggal dunia pada 6 Maret 2020. Angka itu jumlah kematian tertinggi dalam satu hari sejak pecahnya wabah corona di Italia.  

Ledakan wabah corona COVID-19  juga menjangkiti kepala eksekutif di sejumlah pemerintahan daerah Italia. 

Pemerintah Italia mengusulkan langkah-langkah darurat baru pada tanggal 7 Maret untuk memperluas pemblokiran “zona merah”. Selain itu, seluruh wilayah Lombardia di sekitar Milan, juga termasuk 11 provinsi di beberapa daerah yang terkena dampak parah adalah Parma, Piacenza, Rimini, Modena, Pesaro, Urbino, Venezia, Padova, Treviso, Alessandria dan Asti.

Dikarenakan informasi dari pemerintah Italia masih belum jelas, sejumlah media menerbitkan berita kilat pada jam 8 malam waktu setempat pada 6 Maret 2020. Laporan itu mengatakan bahwa pemerintah telah memutuskan untuk meningkatkan pemblokiran “zona merah.” Begitu berita itu diterbitkan, orang-orang pun seketika memadati stasiun kereta yang sebelumnya sepi karena virus corona. Mereka  segera meninggalkan Kota Milan dengan kereta terakhir.

Media online Italia Fanpage melaporkan bahwa setelah jam 10 malam pada tanggal 6 Maret 2020, sejumlah besar orang mulai berbondong-bondong ke stasiun kereta. Orang-orang yang sempat diwawancarai awak media setempat mengatakan, bahwa dia segera ke stasiun. Ia langsung membeli tiket ke Roma ketika mendengar berita itu. Pasalnya, dia khawatir begitu kota Milan ditutup, dia tidak akan bisa berkumpul bersama keluarganya di Roma.

 Corriere della Sera, surat kabar terbesar di Italia, mendapatkan pertanyaan beruntun seperti serpihan salju. Beberapa orang khawatir apakah mereka bisa pulang setelah kota Milan ditutup. Dikarenakan kebetulan mereka keluar kota akhir pekan ini untuk liburan. 

Ada juga manajer senior yang tinggal di daerah lain, mengatakan bahwa dia khawatir apakah bisa menjemput anaknya yang dititipkan sementara di rumah kakek-neneknya di Milan karena urusan dinas ?

Gubernur Lombardy Attilio Fontana, mengatakan bahwa dia mendukung langkah-langkah yang lebih ketat oleh pemerintah. Akan tetapi menurutnya bahwa bagian dari rencana itu sangat buruk serta banyak ketidakjelasaan. Ia mengaku telah menyampaikan pandangannya kepada pemerintah pusat.

Menurut laporan media, pemerintah Italia kini memperluas rencana untuk mengkarantina kota Milan. Waktunya masih belum ditentukan. Tempat-tempat yang dimasukkan di dalam “zona merah”, termasuk tempat hiburan, museum, kegiatan olahraga, pusat kebugaran dan kolam renang akan ditutup. Sedangkan Sekolah-sekolah di daerah itu juga akan ditutup hingga 3 April 2020.

Italia diserang wabah virus corona sekitar 3 minggu lalu. Terutama terkonsentrasi di beberapa tempat wisata terkenal di utara Italia. Namun, sekarang dikonfirmasi bahwa wabah telah menyebar ke 20 wilayah administrasi di Italia, termasuk 8 kasus kematian. (jon)

Video Rekomendasi :