- Erabaru - http://m.erabaru.net -

Timeline Urutan Peristiwa Menuju Wabah Virus Corona Wuhan di Tiongkok

Penny Zhou – NTD

Tanggal 20 Januari 2020 mungkin merupakan salah satu tanggal garis waktu terpenting bagi wabah virus corona baru di Tiongkok. Sebelum tanggal 20 Januari, orang-orang di Wuhan adalah bebas dan tidak peduli terhadap virus corona baru, karena yakin pada pengumuman dari pihak berwenang.

Saat itu, orang-orang di Wuhan tidak mengenakan masker. Mereka mengunjungi rumah sakit  terinfeksi yang tidak memisahkan pasien demam. Mereka bahkan menikmati jamuan makan besar-besaran yang dihadiri lebih dari 40.000 orang yang berbagi makanan secara bersama-bersama

Namun segera setelah itu, ahli virus corona pemerintah, Zhong Nanshan, muncul di media pemerintahan komunis Tiongkok [1]  untuk memastikan bahwa virus corona itu sebenarnya menular. Saat itulah Tiongkok mulai panik. Pihak berwenang mulai mengambil langkah-langkah drastis, tapi tetap saja tidak akan menghentikan banjir insiden tragis yang terjadi. 

Meskipun anda mungkin dibombardir dengan pembaruan berita yang menakutkan setiap hari, NTD ingin membantu menjelaskan insiden menjelang 20 Januari dan mendiskusikan gagasan bahwa acara kesehatan masyarakat ini bukanlah suatu kecelakaan. Bencana wabah yang ditutup-tutupi hampir pasti terjadi di negara bersistem komunis.

Kapankah pihak berwenang Komunis Tiongkok memperingatkan, memberlakukan langkah-langkah pencegahan, dan menghindari hilangnya nyawa?

Tanda Paling Awal

Tanda paling awal mungkin muncul pada pertengahan bulan November.

“Ini sebenarnya sudah sangat lama terjadi. Kami bekerja di bawah tindakan perlindungan yang sangat buruk selama hampir dua bulan hingga kini,” kata Dr. Wei, seorang dokter di klinik Wuhan kepada NTD pada tanggal 22 Januari dalam sebuah wawancara telepon. Dr. Wei mengatakan bahwa klinik tempat ia bekerja mengalami lonjakan pasien demam sejak bulan November lalu.

Sebuah makalah penelitian yang diterbitkan kemudian mungkin menegaskan apa yang dikatakan oleh Dr. Wei.

Mengomentari makalah yang diterbitkan oleh Lancet, [2] ahli penyakit menular Daniel Lucey mengatakan kepada Science Magazine [3] bahwa jika data baru adalah akurat, infeksi yang pertama pada manusia pasti terjadi pada bulan November 2019 — jika tidak lebih awal.

Whistleblower Mengeluarkan  Peringatan Pertama

Melaju cepat hingga akhir bulan Desember 2019,  saat informasi mengenai wabah pneumonia misterius sudah beredar di rumah sakit Tiongkok. Para dokter memperingatkan keluarga dan temannya untuk menjauh dari Pasar Makanan Laut Huanan dan untuk berhati-hati terhadap virus yang mirip SARS.

[4]
Dokter Wuhan Li Wenliang memperingatkan teman-teman dalam kelompok WeChat tentang virus corona. (Media sosial / tangkapan layar)

Termasuk Dr. Li Wenliang, yang memposting hasil uji laboratorium dari pasien virus corona baru dalam obrolan kelompok sekitar 150 petugas medis pada tanggal 30 Desember, menulis: “7 Kasus SARS dipastikan terjadi di Pasar Buah dan Makanan Laut di Tiongkok dan tujuh pasien tersebut diisolasi di departemen darurat rumah sakit tempat kami bekerja. Tolong beritahu keluarga anda untuk mengambil tindakan pencegahan.”

Dalam wawancara kemudian, beberapa dokter juga mengungkapkan [5] bahwa petugas kesehatan mulai terinfeksi sekitar waktu ini, sebuah tanda bermakna bahwa virus corona baru dapat menyebar antar manusia. 

Ini seharusnya mengingatkan ahli kesehatan.

Pejabat kesehatan di Wuhan memang disiagakan. Tetapi bukannya meningkatkan langkah-langkah keamanan dan mengingatkan masyarakat, pada tanggal 30 Desember pejabat kesehatan di Wuhan mengeluarkan dokumen [6] yang melarang semua lembaga medis atau perorangan mengungkapkan informasi apa pun mengenai penyakit baru tersebut.

Pada tengah malam pada hari yang sama, Dr. Li Wenliang dipanggil oleh polisi.

Polisi menanyainya mengapa ia menyebarkan desas desus online. Beberapa hari kemudian, Dr. Li Wenliang diminta menandatangani dokumen yang bertuliskan, “Kami ingin anda bekerja sama dengan polisi, dan menyimak  peringatan kami dan hentikan tindakan ilegal itu. Dapatkan anda melakukannya?”

Dr. Li Wenliang menulis, “Saya bisa.”

[7]
Surat Peringatan oleh Biro Keamanan Umum Wuhan. (Area publik)

Whistleblower yang berusia 34 tahun itu kemudian meninggal dunia pada tanggal 7 Februari karena terinfeksi virus corona baru.

Pengumuman Masyarakat

Pada tangal 31 Desember, Komisi Kesehatan Wuhan akhirnya memposting pengumuman mengenai wabah virus corona baru di situs webnya. [8] Komisi Kesehatan Wuhan memastikan ada 27 kasus infeksi Coronavirus dan mengatakan tidak ada bukti bahwa penyakit itu menular di antara manusia.

Tetapi menurut sebuah makalah penelitian yang ditulis oleh pejabat komunis Tiongkok, yang diterbitkan kemudian, jumlah kasus virus corona baru telah mencapai setidaknya 105 kasus pada akhirnya tahun 2019. Pada saat itu, 15 orang sudah meninggal dunia.

Sebuah laporan media [9] juga menunjukkan bahwa satu rumah sakit besar di Wuhan, rumah sakit Xiehe, terpaksa mengubah seluruh lantai rumah sakit menjadi “ruang karantina untuk penyakit menular.”

Tidak tahu adanya bahaya potensial, penduduk Wuhan masih mengunjungi tempat yang berpotensi asal virus corona. Seorang wartawan Tiongkok melihat Pasar Makanan Laut Huanan beroperasi seperti biasa pada tanggal 31 Desember. Tidak seorang pun yang diajak bicara wartawan itu tahu mengenai virus pneumonia itu dan tidak seorang pun mengenakan masker.

Dibandingkan dengan penduduk Wuhan yang masih bebas berkeliaran, orang-orang yang memiliki sumber informasi yang lebih baik mulai mengambil jenis pendekatan yang sama sekali berbeda.

Menurut sebuah dokumen internal, [10] sebuah perguruan tinggi yang berafiliasi dengan militer di Wuhan memulai karantina secara de facto pada tanggal 2 Januari 2020. Dokumen tersebut membutuhkan “pemeriksaan ketat” bagi siapa pun yang memasuki kampus tersebut. Pengunjung harus “menjalani pemeriksaan demam dan orang-orang dilarang memasuki kampus jika suhu tubuhnya lebih dari 37,8◦C.”

Pada tanggal 4 Januari, pemerintah Hong Kong mengaktifkan “tingkat respons serius” dalam bereaksi terhadap wabah Coronavirus.

Hal ini terjadi hampir 20 hari sebelum karantina kota Wuhan.

Pada tanggal 6 Januari, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Shanghai mendapatkan urutan gen virus corona baru [11] yang lengkap. Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Shanghai menemukan kesamaan lebih dari 89 persen antara jenis virus corona baru dengan virus SARS yang mematikan yang menyebabkan pandemi di tahun 2003. 

Informasi tersebut dikirim ke Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nasional Tiongkok berupa dokumen internal.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nasional Tiongkok menganjurkan pihak berwenang menerapkan langkah-langkah pencegahan di semua tempat umum.

Penindasan Data

Kemudian datang masa yang sangat tenang untuk virus corona baru. Dari tanggal 6 Januari hingga 17 Januari. Pihak berwenang Wuhan melaporkan hampir nol kasus baru.

Ketenangan tersebut menenteramkan rakyat Tiongkok. Pneumonia misterius itu tidak tampak sebagai penyakit menular. Tetapi mungkin ada alasan lain di balik ketenangan itu [12] — di masa 11 hari ini pihak berwenang di Wuhan dan Provinsi Hubei mengadakan pertemuan politik tahunan terpenting. 

Lebih dari 2.000 “perwakilan rakyat” berkumpul untuk membahas “prestasi luar biasa di tahun 2019” dan bagaimana caranya tahun 2020 akan menjadi “tahun yang luar biasa dan menjanjikan.” Virus itu? Itu hampir tidak disebutkan.

Dalam sebuah wawancara dengan Initium, media Hong Kong, Profesor sosiologi di Universitas Stanford, Zhou Xueguang mengatakan bahwa ia tidak terkejut dengan tanggapan pemerintah Wuhan. Ia menjelaskan bahwa mengecilkan insiden negatif, terutama selama acara politik yang besar, adalah mekanisme meniru pemerintah Komunis Tiongkok.

Profesor Zhou Xueguang berkata, “Itulah  konsekuensi mengikuti buku pedoman rezim Tiongkok sehingga terjadi bencana kali ini, dan itu adalah sesuatu yang tidak diharapkan para pejabat Tiongkok.” Sementara itu, kenyataan situasi semakin memburuk.

Menurut sebuah posting SOS di Weibo, situs media sosial Tiongkok, ayah seseorang dipastikan menderita pneumonia virus. Tetapi rumah sakit Xiehe di Wuhan menolak merawat ayahnya karena kekurangan tempat tidur di rumah sakit tersebut.

Pria netizen lain memposting bahwa seluruh keluarganya terinfeksi. Mereka pergi ke rumah sakit Tongji di Wuhan dan melihat bahwa “ada begitu banyak pasien di sana dan beberapa pasien terpaksa berbaring di lantai koridor.” Ayahnya juga disuruh mengkarantina diri sendiri di  rumah karena tidak cukup tempat tidur di rumah sakit tersebut.

Posting itu kemudian dihapus. Begitu juga semua posting lainnya di akun pengguna. Itulah minggu di mana pihak berwenang  Wuhan tidak melaporkan satu pun kasus yang dipastikan atau kasus yang diduga.

Memacu Penyebaran

Segalanya tampak terkendali. Pada tanggal 17 Januari, biro pariwisata Wuhan [13] bahkan mengeluarkan lebih dari 200.000 tiket wisata gratis. Itu adalah upaya untuk memikat orang-orang untuk mengunjungi Wuhan, sehingga orang-orang itu dapat mengalami “gaya Tiongkok dan sentimen hangat ala Wuhan.” 

Rezim Komunis Tiongkok tidak hanya menindak “desas-desus” negatif, namun juga bekerja keras untuk mencegah agar informasi tidak keluar dari Tiongkok Daratan.

Pada tanggal 14 Januari, sekelompok wartawan Hong Kong menemani para ahli Hong Kong y [14]ang diundang untuk melakukan penelitian mengenai wabah virus corona. Para wartawan kemudian ditahan oleh polisi Tiongkok, yang memotret identitas para wartawan dan meminta wartawan untuk menghapus semua rekaman yang diambil di dalam rumah sakit. 

Dari tanggal 12 hingga 16 Januari, diperkirakan lebih dari 3 juta penumpang kereta api meninggalkan Wuhan, untuk mengunjungi kota-kota lain di Tiongkok. Pada 18 Januari, Baibuting, sebuah distrik berpenduduk padat di Wuhan, mengadakan jamuan makan tahunan [15] untuk merayakan liburan Tahun Baru Imlek. 

Tetapi tiga hari sebelumnya, staf dari komite lingkungan yang khawatir akan wabah virus corona baru bertanya apakah perjamuan makan tersebut dibatalkan saja. Tetapi pejabat distrik menolak permintaan itu.

Lebih dari 40.000 keluarga akhirnya bergabung dengan perjamuan makan itu.

Jika anda adalah seorang penduduk Wuhan, dan anda mengikuti arahan pemerintah Wuhan untuk tidak “percaya atau menyebarkan teori konspirasi,” yang kini anda ketahui sebagai virus corona baru: Pertama, tidak ada infeksi di antara staf medis; Kedua, tidak ada bukti bahwa penyakit ini menular; Dan ketiga, wabah virus corona baru dapat dicegah dan dikendalikan.

Tetapi pada tanggal 20 Januari, untuk pertama kalinya, seorang ahli di Tiongkok mengatakan sebenarnya ada penularan virus corona baru dari manusia ke manusia. Jumlah orang yang terinfeksi virus corona baru tiba-tiba menjadi banyak. Tiga hari kemudian, seluruh kota Wuhan dikarantina. Lebih dari 50 juta orang terkena dampaknya. (Vv)

Video Rekomendasi :