Nicole Hao – The Epochtimes

Pemerintah Komunis Tiongkok meningkatkan propaganda yang menggambarkan citra positif. Langkah itu sebagai upaya pemerintah Komunis Tiongkok dalam mengendalikan Coronavirus baru, seiring sensor secara agresif untuk memantau dan menghapus unggahan medsos yang kritis terhadap penanganan wabah Coronavirus.  Kini, rezim Tiongkok  sedang meningkatkan kemampuannya untuk mengendalikan Coronavirus. 

Baru-baru ini, Pemerintah pusat komunis Tiongkok mengumumkan 113 tim medis dan 506 staf medis sebagai “warga negara Tiongkok yang teladan” atas partisipasinya dalam menanggapi wabah Coronavirus.

Tujuannya adalah untuk “mempromosikan kebijakan pemerintah,” “memantau opini online masyarakat,” “menemukan model teladan yang berada di garis depan kerja kendali epidemi.” Selain itu “menciptakan suasana persatuan rakyat yang kuat untuk bekerja bersama-sama,” hal demikian menurut dokumen internal dari pihak berwenang Shanghai yang diperoleh oleh The Epoch Times.

Propaganda Positif

Di antara staf medis yang terhormat, 34 di antaranya telah meninggal, beberapa di antaranya meninggal setelah tertular Coronavirus. Mayoritas dari mereka mati mendadak akibat penyakit kardiovaskular dan serebrovaskular — cenderung akibat kelelahan. Korban paling banyak adalah staf yang bekerja di pusat wabah, di Provinsi Hubei, dan dokter di daerah terpencil di Tiongkok.

Rezim Komunis Tiongkok menerbitkan cerita mengenai kematian staf medis yang terhormat itu untuk mempromosikan  pengorbanan mereka untuk negara.

Sebagai contoh, Bao Changming adalah seorang dokter yang cacat di sebuah desa di Mongolia Dalam. Ia menderita cacat tulang belakang dan satu-satunya dokter di desa itu. 

Pada tanggal 22 Januari, pemerintah setempat mengamanatkan agar dokter-dokter di semua desa mengunjungi setiap rumah tangga dan memeriksa suhu tubuh penghuninya yang baru saja bepergian ke kota-kota lain.

Saat dalam perjalanan mengunjungi sebuah keluarga untuk pemeriksaan suhu pada tanggal 26 Januari, Bao Changming terjatuh. Ia meninggal karena pendarahan otak pada tanggal 27 Januari, di usia 50 tahun.

Pemerintah Shanghai juga membuat daftar “warganegara teladan,” menurut dokumen internal yang diperoleh The Epoch Times. Dalam tiga berhari-hari, pihak berwenang Shanghai menemukan 415 orang yang kisahnya dapat menjadi bagian propaganda.

Pengacara di 17 firma hukum di distrik Minhang, Shanghai merasa terhormat karena mempromosikan artikel media pemerintah di platform media sosialnya.

Artikel-artikel itu adalah laporan mengenai pidato terbaru oleh pemimpin Komunis Tiongkok Xi Jinping mengenai langkah-langkah pengendalian Coronavirus di Tiongkok, menurut dokumen itu.

“Pengacara di distrik Minhang secara aktif membimbing rakyat Tiongkok untuk hanya mengucapkan kata-kata yang menguntungkan stabilitas sosial dan pekerjaan yang terkait dengan pengendalian Coronavirus, dan hanya melakukan tindakan yang menjaga stabilitas sosial. 

“Mempertahankan stabilitas sosial” adalah eufemisme yang sering digunakan untuk meredam perbedaan pendapat,” bunyi laporan itu.

Orang lain yang disebut sebagai “warganegara teladan” termasuk staf medis yang merawat pasien Coronavirus, staf pemerintah, dan orang biasa yang menyumbangkan barang-barang atau tabungannya kepada pemerintah untuk pencegahan penyakit itu.

Sebagai contoh, Huang, seorang pria yang tinggal di kota Gucun, di distrik Baoshan di Shanghai. Keluarga Huang adalah miskin, tetapi ia menyumbangkan tabungannya — 300.000 yuan – ke Wuhan, tempat wabah pertama kali muncul.

‘Perang’

Distrik Minhang mengadakan pertemuan internal dengan semua pejabat setempat  dan para pemimpin Partai Komunis Tiongkok pada tanggal 28 Februari untuk membahas prinsip-prinsip panduan dalam penyebaran propaganda.

“Kita harus membangun garis pertahanan online dan offline, untuk memenangkan perang melawan epidemi Coronavirus,” kata Ni Yaoming, bos Partai Komunis Tiongkok distrik Minhang, menurut salinan internal dari pidatonya di pertemuan tersebut.

“Perang” online mencakup “mengendalikan informasi online secara ketat,” sementara perang offline, para pejabat harus “merancang dan menyusun serangkaian karya sastra dan artistik yang dapat menginspirasi semangat juang rakyat,” kata Ni Yaoming.

Komite Partai Komunis Tiongkok distrik Minhang memberitahu semua organisasi Partai Komunis Tiongkok setempat — yang didirikan di dalam agensi perusahaan dan pemerintah — untuk mengumpulkan cerita “teladan.”

Selain itu, anggota Partai Komunis Tiongkok didorong untuk menulis ceritanya sendiri dalam membantu memerangi Coronavirus. Komite Partai Komunis Tiongkok distrik Minhang kemudian akan memilih cerita terbaik untuk disebarluaskan di majalah dan sosial media Partai Komunis Tiongkok.

“Warganegara teladan harus menyerahkan fotonya. Satu foto tanpa mengenakan masker atau pakaian pelindung. Foto lain harus terkait dengan Coronavirus, tetapi foto harus terlihat alami, tidak seperti berpose untuk foto,” menurut pemberitahuan distrik Minhang. (Vv)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular