Epochtimes.com

Pada  9 maret 2020, Italia mengonfirmasi 9172 kasus, meningkat tajam 1897 kasus dari hari sebelumnya. Sementara angka kematian mencapai 463 kasus , meningkat 97 kasus dari hari sebelumnya.

Perintah penutupan kota yang ditandatangani Perdana Menteria Italia Giuseppe Conte mulai berlaku sejak pagi 10 maret hingga 3 April 2020. 

Conte akan memperluas penutupan hingga ke seluruh negeri di daerah-daerah paling parah di utara Italia mulai tanggal 8 Maret 2020. Pihak berwenang akan “menggunakan semua sumber daya manusia dan ekonomi” untuk mencegah penyebaran epidemi.

Upaya penutupan yang dilakukan pemerintah pusat antara lain, melarang kegiatan yang menyedot publik dalam skala besar. Termasuk di antaranya kompetisi olahraga, mencakup Serie A yang merupakan liga elite sepak bola di Eropa. Larangan lainnya perjalanan warga juga akan dibatasi. Ini adalah pertama kalinya turnamen Serie A dibatalkan sejak pecahnya Perang Dunia I pada tahun 1915.

Menurut dekrit itu, liburan sekolah-sekolah di seluruh negeri Italia diperpanjang hingga 3 April 2020. Selain itu, gym, kolam renang, teater akan ditutup dan para atlet akan dipaksa untuk berlatih di dalam ruangan tanpa kerumunan. 

“Kita harus bertindak untuk menghindari penyebaran infeksi dan kelebihan sistem kesehatan kita,” kata Conte.

Institusi keagamaan tetap dibuka. Meski begitu, setiap umat diharuskan untuk menjaga jarak satu meter antara satu dan yang lain. Kemudian, segala bentuk ritual peribadatan, seperti pembaptisan, pemakaman, hingga upacara pernikahan, tidak boleh diselenggarakan.

Bar ataupun restoran hanya diizinkan buka mulai pukul 06.00 sampai 18.00. Kemudian harus ditutup setelah pukul 18:00. Setiap pengelola diharuskan memberikan jarak paling tidak satu meter di antara pelanggan sebagai bentuk pencegahan.

Sementara supermarket masih buka, pusat perbelanjaan skala besar tidak boleh diakses baik sebelum maupun ketika musim liburan tiba.

 Dalam pernyataannya, gubernur wilayah Lambordy yang paling parah terkena dampak wabah, Attilio Fontana, mengatakan, langkah itu diperlukan, tapi ia masih khawatir. Jumlah kasus di Lombardy dengan wilayah lain di seluruh Italia menunjukkan epidemi terus meluas. Ia mengatakan, orang-orang mengetahui semua konsekuensi dimulai ketika rumah sakit kelebihan beban, terutama di unit perawatan intensif.

Dalam beberapa hari terakhir, kekhawatiran telah dikemukakan tentang ketersediaan perawatan intensif untuk pasien yang paling rentan dan yang terkena dampak.” 

Pada hari Jumat lalu, asosiasi direktur medis (ANAAO) membunyikan alarm atas kurangnya tempat tidur di ruang perawatan intensif di rumah sakit Lombardy. Organisasi itu juga mengatakan bahwa hampir 95 persen dari bangsal itu penuh, kata Antonio Pesenti, koordinator unit perawatan intensif di Lombardy.

Arus Gelombang Pasien 

Antonio Pesenti menggambarkan para pasien bagaikan “gelombang tsunami.” Ia mengatakan belum pernah melihat pemandangan seperti itu, dan masyarakat Italia memang khawatir.”

 Pesenti menuturkan, sekarang terpaksa mendirikan unit perawatan intensif di koridor rumah sakit dan memberikan ruang bagi pasien yang sakit kritis di semua area rumah sakit. Jika epidemi terus berlanjut, diemperkirakan akan ada 18.000 pasien pada akhir bulan Maret ini.

Wabah virus corona yang dikonfirnasi di Italia saat ini mencapai 9172 kasus, dan total 463 kasus kematian, adalah negara paling parah kedua di dunia setelah Tiongkok.

Dokter: Bagaikan di medan perang

Di sejumlah besar rumah sakit di Italia Utara saat ini terlihat kekurangan kamar pasien. Dikarenakan kurangnya peralatan untuk terapi pernapasan, suasana yang dialami dokter garis depan seperti “di medan perang.” 

Dokter harus memutuskan pasien mana yang akan diselamatkan. Banyak dokter tidak bisa berhenti menangis ketika mereka meninggalkan bangsal rumah sakit.

Sementara itu, Media Italia melaporkan bahwa supermarket di Roma dan Napoli penuh sesak diserbu orang-orang pada malam hari Senin 9 Maret 2020 untuk membeli makanan, sabun, dan disinfektan. 

Orang-orang tampak antre dengan tenang di luar toko pada tengah malam. Sementara itu, pemerintah menjamin bahwa supermarket akan tetap mengisi stok barang secara normal. Bahkan masyarakat diminta untuk tidak memborong barang-barang kebutuhan pokok secara “gila-gilaan. (jon)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular