Pada hari Selasa, 17 Maret 2020, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali menggunakan istilah “China virus atau virus Tiongkok.” Komunis Tiongkok pun dibuat meradang dan menyatakan protes atas istilah yang digunakan Trump itu. Penyebutan virus Tiongkok oleh Trump memiliki makna yang dalam dan tampaknya memang sengaja membuat malu Komunis Tiongkok terkait virus corona Wuhan . Tapi penyebutan tersebut dipelintir komunis Tiongkok menjadi isu rasial, padahal dimaksudkan bahwa virus tersebut berasal dari Tiongkok. 

Trump mengingatkan Gubernur Negara Bagian New York, Andrew Cuomo di Twitter untuk tidak mempolitisasi perlawanan memerangi epidemi. Satu hal yang menarik adalah, Trump menggunakan istilah “virus Tiongkok” dalam tweet-nya. Dia menulis:

“Cuomo ingin memperlakukan semua negara bagian dengan adil. Tetapi tidak semua negara bagian itu sama. Beberapa negara bagian sangat terpukul oleh virus Tiongkok, dan beberapa negara bagian lainnya hampir tidak terkena dampak apa pun, ⋯⋯Cuit Trump di Twiternya.

Tweet Trump pada hari Selasa 17 Maret 2020 itu terlihat sangat menarik ketika Geng Shuang, juru bicara Kementerian Luar Negeri Komunis Tiongkok, sehari sebelumnya memprotes pernyataan Trump yang selalu menyebut covid-19 itu sebagai “virus Tiongkok”.

“Dalam kicauannya di Twitter Senin 16/3/2020, presiden Trump menuturkan bahwa Washington akan menjadi lebih kuat dan keluar dari wabah! Amerika Serikat akan secara penuh mendukung industri, seperti maskapai penerbangan dan lainnya, yang terdampak oleh Chinese Virus ini,” kata Trump

Untuk melemparkan tudingan bahwa sumber virus berasal dari Wuhan, Komunis Tiongkok belakangan ini terus melawan opini publik, terutama perang lidah dengan Amerika Serikat.

Menanggapi komunis Tiongkok yang melemparkan tanggung jawabnya dan bahkan menyalahkan negara lain, terutama Amerika Serikat, kalangan politik Amerika  pun meresponsnya. 

Menteri Amerika Serikat Mike Pompeo, Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Robert O’Brien, dan sejumlah anggota parlemen dari Partai Republik termasuk Marco Rubio dan Tom Cotton secara terbuka menyatakan bahwa Komunis Tiongkok berusaha mengelak dari tanggung jawabnya dan menyalahkan orang lain, dan menggunakan kata “virus Wuhan” atau “virus Tiongkok” untuk mempertegas sumber virus.

 Pada 17 Maret 2020 waktu Beijing, Geng Shuang menyerang tweet Trump saat konferensi pers. Geng Shuang menyatakan bahwa beberapa politisi Amerika telah mengaitkan “Virus Corona” ke Tiongkok dan menstigmasi Tiongkok.”

Namun, Trump berkicau lagi di twiternya 17 Maret, mengabaikan “kemarahan dan protes keras” Komunis Tiongkok, dan terus menggunakan istilah “virus Tiongkok”. Tampaknya Trump tidak peduli dengan reaksi Komunis Tiongkok, dan hanya dengan satu kata itu, secara resmi “menyatakan perang” terhadap Tiongkok terkait masalah Coronavirus Wuhan  Tiongkok itu. (jon/asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular